Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Trombosis Vena Dalam (DVT)

Trombosis Vena Dalam (DVT)
Trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) merupakan kondisi yang menimbulkan penggumpalan darah di bagian pembuluh vena. Kondisi tersebut biasanya terjadi di bagian kaki. Kondisi tersebut tidak hanya memicu gejala seperti rasa sakit, namun juga bisa memicu kondisi yang lebih parah seperti sumbatan pembuluh darah.
 
Trombosis vena dalam terjadi ketika bagian kecil dari darah menggumpal pecah ke aliran darah sehingga dapat menyumbat pembuluh darah di bagian paru-paru. Trombosis DVT bisa memicu kondisi yang lebih buruk jika penderita memiliki kondisi lain yang bisa mempengaruhi penggumpalan darah.
 
Trombosis vena dalam timbul karena seseorang diam terlalu lama, terutama setelah menjalani operasi. DVT bisa memicu kondisi yang berbahaya bagi tubuh, karena bisa menghambat aliran darah.
 
Gejala
Seseorang yang menderita DVT bisa mengalami gejala berikut:
  • Rasa sakit di bagian kaki (terkadang rasa sakit yang dialami penderita tampak seperti kram).
  • Kemerahan di kulit kaki.
  • Kaki terasa hangat.
  • Kaki membengkak.
  • Nafas pendek.
  • Nyeri dada.
  • Denyut nadi bergerak dengan cepat.
  • Pusing.
  • Batuk yang disertai dengan darah.
 
Penyebab
Trombosis vena bisa terjadi karena adanya hambatan aliran darah. Ada sejumlah faktor yang bisa memicu kondisi tersebut, antara lain luka pembuluh darah, penggunaan obat-obatan tertentu, operasi, dan pergerakan secara terbatas.
 
Faktor Risiko
Pada umumnya, trombosis vena dalam bisa terjadi pada siapapun. Namun, orang-orang bisa mengalami risiko yang lebih tinggi terhadap DVT jika mereka memiliki kondisi berikut:
  • Usia di atas 60 tahun.
  • Diam di tempat dalam waktu yang lama.
  • Kehamilan.
  • Kekurangan cairan di dalam tubuh.
  • Kelebihan berat badan.
  • Faktor genetik.
  • Operasi.
  • Varises.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit radang usus.
  • Penyakit kanker.
  • Merokok.
Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter
Jika Anda mengalami trombosis vena dalam, Anda sebaiknya menemui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:
  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena trombosis vena dalam.
  • Daftar riwayat medis (jika keluarga Anda memilikinya).
Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:
  • Kapan gejala akibat DVT terjadi?
  • Apa saja gejala yang timbul?
  • Apakah keluarga Anda pernah mengalami DVT?
Diagnosis
Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi:
  • Tes pencitraan
Dokter dapat melakukan tes pencitraan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah pasien. Tes tersebut bisa meliputi X-ray dan MRI.
  • Tes darah
Dokter dapat melakukan tes darah untuk mengetahui kadar D-dimer pasien. D-dimer merupakan jenis protein yang diperoleh melalui penggumpalan darah.
  • Ultrasound
Dokter dapat menggunakan ultrasound untuk mengetahui jika darah pasien mengalir dengan baik melalui vena atau tidak.
  • Venografi
Dokter dapat melakukan venografi untuk mengetahui letak gumpalan darah di dalam tubuh pasien.
 
Pengobatan
Cara untuk mengobati DVT adalah sebagai berikut:
  • Pengencer darah
Dokter menggunakan antikoagulan sebagai pengencer darah untuk mengatasi DVT. Obat pengencer darah tersebut dapat mengurangi risiko penggumpalan darah. Pasien bisa menggunakan obat tersebut baik dalam bentuk pil maupun suntikan.
  • Penghancur gumpalan
Penghancur gumpalan atau trombolitik perlu dilakukan jika pasien memiliki gumpalan darah yang lebih buruk dan tidak bisa diatasi dengan obat.
  • Penyaringan
Penyaringan vena cava merupakan prosedur yang dapat memastikan gumpalan darah tidak pecah atau menghambat aliran darah ke paru-paru.
  • Kompres stoking
Kompres stoking bisa digunakan pasien untuk mencegah pembengkakan akibat DVT.
 
Pencegahan
Cara-cara untuk mencegah DVT adalah sebagai berikut:
  • Jangan diam terlalu lama
Walaupun Anda sibuk karena pekerjaan (dan duduk terlalu lama), Anda perlu meluangkan waktu untuk beristirahat dengan berdiri dan melakukan peregangan. Anda juga bisa berjalan-jalan di sekitar tempat kerja Anda untuk mengurangi risiko DVT.
  • Ubah pola hidup
Anda juga dianjurkan untuk mengubah pola hidup yang lebih baik seperti tidak merokok. Merokok merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko DVT.
  • Menjaga berat badan
Karena obesitas juga bisa meningkatkan risiko DVT, Anda perlu menjaga berat badan supaya badan Anda tetap ideal. Cara-caranya sederhana, yakni mengkonsumsi makanan yang sehat (seperti sayuran dan buah-buahan) dan berolahraga secara teratur.
 
Kesimpulan
Trombosis vena dalam merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa membahayakan tubuh. Oleh karena itu, Anda sebaiknya ikuti cara-cara yang disebutkan di atas untuk menghindari risiko DVT. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang DVT, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 23 Februari 21 - 09:35 WIB
Dalam Kategori : PEMBEKUAN DARAH
Dibaca sebanyak : 98 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback