Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Tak Perlu Bingung, Begini Cara Mengatasi Cegukan Bayi Baru Lahir

Tak Perlu Bingung, Begini Cara Mengatasi Cegukan Bayi Baru Lahir
 
Cegukan bayi baru lahir tidak perlu terlalu dikhwatirkan sebab wajar terjadi. Biasanya Kondisi ini disebabkan karena bayi terlalu banyak menelan udara saat disusui. Saat perut bayi membesar karena kelebihan udara, diafragma terdorong sehingga menimbulkan kejang kemudian terjadilah cegukan. Suara ‘hik’ saat cegukan disebabkan pita suara yang menutup cepat sementara udara dari lambung dipaksa keluar. Terdapat cara mengatasi cegukan bayi baru lahir yang mudah dilakukan tanpa bantuan dokter atau petugas kesehatan lainnya.
Tips menangani cegukan bayi baru lahir
Berdasarkan Clinical Neurophysiology, cegukan penting untuk perkembangan otak dan kemampuan pernapasan bayi. Cegukan pada bayi merupakan salah satu tanda-tanda perkembangannya, bahkan telah terjadi sejak bayi dalam kandungan. Namun faktanya cegukan cukup mengganggu, bahkan jika terjadi lebih dari 48 jam maka bisa jadi tanda bahaya. Berikut ini cara mengatasi cegukan bayi baru lahir:
  1. Istirahatkan dan sendawakan bayi
Apabila di tengah menyusui kemudian bayi cegukan, sebaiknya berhenti sejenak dan sendawakan bayi. Gas berlebih pada lambung bayi akan keluar sehingga cegukan berhenti. Saat menyusui, ibu bisa menyendawakan bayi setiap berganti payudara. Cegukan sering terjadi pada bayi baru lahir dengan frekuensi 2,5% dari seluruh waktunya. Seiring dengan bertambahnya usia, cegukan pun semakin berkurang.
  1. Gunakan empeng
Empeng mampu membuat diafragma bayi lebih rileks dan cegukan berhenti. Akan tetapi, Anda harus memperhatikan kebersihan empeng terutama jika digunakan untuk bayi baru lahir. Rebus empeng sesering mungkin guna mengurangi patogen di dalamnya.
Meskipun penggunaan empeng masih menimbulkan pro dan kontra, namun empeng ternyata mampu mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak bayi. Mengisapnya saat tidur siang dan malam dapat mengurangi risiko tersebut.
  1. Pijat punggung bayi
Memijat punggung bayi dengan lembut sambil menggoyangkan ke depan dan belakang membuat bayi rileks dan menghentikan cegukan. Pijat dengan gerakan memutar agar udara berlebih bisa keluar.
  1. Biarkan sampai berhenti dengan sendirinya
Beberapa kasus menunjukkan cegukan akan berhenti dengan sendirinya tentunya jika Anda tidak merasa terganggu dan bayi terlihat baik-baik saja. Namun, apabila cegukan tidak berhenti dalam waktu lama, Anda bisa melakukan cara mengatasi cegukan lainnya atau periksakan ke dokter.
Apabila bayi baru lahir mengalami cegukan, jangan sekali-kali memberi minuman di luar ASI. Sesuai dengan saran ASI eksklusif, bayi tidak diberikan makanan dan minuman lain hingga berusia 6 bulan. Tak hanya itu, mitos menghentikan cegukan dengan cara menarik lidah bayi juga tidak boleh dilakukan karena justru akan menyakitinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Untuk mencegah terjadinya cegukan pada bayi, pastikan mulutnya menempel di puting tanpa adanya celah yang membuat udara masuk. Akan tetapi, kebanyakan kejadian cegukan sulit dicegah. Konsultasikan ke dokter jika bayi gelisah atau kesakitan saat cegukan karena mampu mengindikasikan gangguan kesehatan.
Waspadai juga kemungkinan Gastroesophageal Reflux (GER). Tanda dan gejala GER diantaranya:
  • Menangis lebih sering dari biasanya terutama saat-saat disusui
  • Melengkungkan punggung secara berlebihan selama atau setelah menyusui
  • Meludah lebih sering dari biasanya
Melakukan cara-cara di atas diharapkan mampu meredakan cegukan bayi baru lahir. Jika bayi masih sering mengalami cegukan setelah berusia di atas 1 tahun, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 18 Januari 21 - 09:35 WIB
Dibaca sebanyak : 119 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback