Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Suka Minum Susu Penggemuk? Intip Faktanya, Yuk!

Suka Minum Susu Penggemuk? Intip Faktanya, Yuk!
Ibu hamil, ibu menyusui, maupun anak berusia di bawah lima tahun alias balita kerap dianjurkan mengonsumsi susu penggemuk guna menaikkan berat badan. Ini karena pada golongan-golongan tersebut, dibutuhkan energi yang lebih besar untuk menunjang kegiatan dan tumbuh kembang. 

Namun, benarkah susu penggemuk efektif untuk menaikkan berat badan? Bagaimana efek sampingnya untuk badan dan kesehatan Anda? 

Berikut ini adalah berbagai fakta mengenai susu penggemuk yang mesti Anda ketahui. Mengetahui beragam fakta di bawah ini akan membuat Anda lebih nyaman dan berhati-hati dalam mengonsumsi jenis susu tersebut. 
  • Kalori Lebih Tinggi
Perbedaan susu penggemuk dengan susu biasa terletak pada kandungan kalorinya. Jumlah kalori pada susu penggemuk jelas lebih tinggi dibandingkan pada susu biasa. Susu biasa umumnya hanya memiliki kandungan kalori berkisar 150 kalori tiap gelasnya. Sementara itu ketika Anda mengonsumsi susu penggemuk, sebanyak 200 kalori bisa Anda peroleh dalam tiap gelasnya. Jumlah kalori yang lebih besar inilah yang menjadi penyebab susu penggemuk lebih ampuh menaikkan berat badan Anda. 
  • Kandungan Gula Tinggi 
Jangan berlebihan ketika mengonsumsi susu penggemuk. Selain berkalori tinggi, susu penggemuk juga memiliki kandungan glukosa yang tidak kalah tinggi! Kandungan glukosa tersebut tampak dari karbohidrat pada susu penggemuk yang jumlahnya 2 kali lipat dibandingkan susu biasa. Jika susu biasa hanya mengandung 12 gram karbohidrat pada tiap gelasnya. Anda bisa memperoleh 26 gram karbohidrat pada susu penggemuk. Mengonsumsi terlalu banyak susu penggemuk tiap harinya bisa menyeret Anda masalah kesehatan, seperti obesitas dan diabetes. 
  • Bukan Pengganti Makanan 
Ketika minum susu penggemuk, Anda akan lebih mudah merasa kenyang. Tidak jarang ditemukan kasus ketika seseorang memilih mengonsumsi 2—3 gelas susu penggemuk sekaligus, kemudian mengabaikan waktu makan. Jangan contoh hal tersebut! Bagaimanapun susu penggemuk tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi harian secara keseluruhan. Anda harus tetap mengonsumsi buah, sayur, dan sumber protein guna memastikan tidak mengalami kekurangan nutrisi yang bisa menimbulkan penyakit di tubuh Anda. 
  • Susu Ibu Hamil dan Menyusui
Beberapa produk susu penggemuk memang bisa dikonsumsi oleh siapapun. Namun tahu tidak, ternyata kebanyakan susu penggemuk merupakan produk untuk ibu hamil dan menyusui. Ini karena ibu hamil maupun ibu menyusui cenderung membutuhkan energi lebih berkisar 250—500 kalori. Karena itulah, produk susu untuk para ibu ini cenderung langsung mengarah ke produk yang bisa menaikkan berat badan. 
  • Pilih Susu Cokelat 
Untuk menaikkan berat badan, akan lebih efektif jika Anda mengonsumsi susu penggemuk dengan varian rasa cokelat. Ini mengingat cokelat sendiri merupakan makanan tinggi kalori yang bisa dengan mudah menggemukan Anda. Cokelat memiliki kandungan kalori lebih dari 500 kalori tiap porsinya. Susu-susu penggemuk dengan rasa cokelat umumnya juga memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibandingkan varian rasa lainnya. 
  • Tidak Hanya untuk Berat Badan 
Meskipun namanya susu penggemuk, manfaatnya bukan hanya untuk menaikkan berat badan Anda. Sama hal seperti jenis susu lainnya, mengonsumsi susu penggemuk sangat bagus untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Susu penggemuk bahkan juga dapat dijadikan penunjang untuk meredakan masalah tulang dan otot yang Anda alami selama ini. Pasalnya, kandungan vitamin D dan kalsium tetap dipertahankan di berbagai jenis susu, tidak terkecuali susu penggemuk. 
 
*** 
Sekarang sudah semakin yakin bukan untuk mengonsumsi susu penggemuk guna menaikkan berat badan? Namun patut diingat pula, ada risiko yang bisa mengintai Anda jika mengonsumsinya secara berlebihan. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 16 Februari 21 - 13:15 WIB
Dalam Kategori : POLA HIDUP SEHAT
Dibaca sebanyak : 110 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback