Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Perawatan Aminophylline Suntik? Ketahui Efek Sampingnya

Perawatan Aminophylline Suntik? Ketahui Efek Sampingnya
Aminophylline adalah sebuah bronchodilator yang digunakan bersama dengan obat-obatan lain untuk merawat gejala asma, bronkitis, dan emphysema yang tiba-tiba memburuk. Anda tidak boleh dirawat menggunakan obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap aminophylline atau theophylline. Jika memungkinkan sebelum mendapatkan perawatan aminophylline, beritahu penyedia layanan kesehatan apabila baru-baru ini Anda memiliki demam atau menderita maag, kejang, gangguan jantung, cairan di paru-paru, gangguan thyroid, penyakit ginjal, dan infeksi serius yang disebut sepsis. Anda juga perlu memberitahu dokter apabila Anda adalah seorang perokok aktif atau baru-baru ini berhenti merokok. Penggunaan tembakau dapat memengaruhi dosis aminophylline yang Anda butuhkan.
 
Masih belum diketahui apakah obat aminophylline ini akan membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan. Namun, beritahu dokter apabila Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Aminophylline dapat ikut bercampur ke dalam ASI dan dapat membuat anak rewel atau efek samping lain pada bayi yang sedang menyusu. Beritahu dokter apabila Anda sedang menyusui. 

Aminophylline diberikan dengan cara infusi ke dalam pembuluh darah. Penyedia layanan kesehatan akan memberikan suntikan tersebut. Anda dapat membutuhkan tes medis untuk membantu dokter menentukan seberapa lama perawatan aminophylline dibutuhkan untuk kasus Anda. 

Efek samping
Bersamaan dengan efek yang dibutuhkan dalam merawat penyakit, aminophylline, sama seperti obat lain pada umumnya, dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping berikut ini akan terjadi, jika terjadi Anda mungkin akan membutuhkan perawatan medis. Hubungi dokter sesegera mungkin apabila efek samping seperti sakit dada, pusing, pingsan, detak jantung yang cepat atau lambat dan tidak teratur, sering buang air kecil, sering muntah, kejang, dan tubuh gemetaran setelah Anda mendapatkan suntikan aminophylline. Selain gejala tersebut sebelumnya, ada pula gejala overdosis yang perlu diperhatikan dan membutuhkan tindakan medis kegawatdaruratan. Perhatikan tanda-tanda atau gejala overdosis seperti sakit perut, pandangan kabur, bingung, urin yang berwarna gelap, diare, susah buang air kecil, mulut kering, haus, hilangnya nafsu makan, perubahan suasana hati, mual dan muntah, gugup, mati rasa pada kaki dan tangan, berkeringat, dan muntah darah. 

Obat lain yang dapat memengaruhi aminophylline
Terkadang menggunakan obat-obatan tertentu bersamaan dengan aminophylline tidak aman untuk dilakukan. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi level darah dari obat lain yang Anda konsumsi, yang mana dapat meningkatkan efek samping atau membuat obat tersebut menjadi kurang efektif. Beritahu dokter seputar obat yang sedang Anda konsumsi. Beberapa obat yang dapat memengaruhi aminophylline di antaranya adalah cimetidine, disulfiram, interferon alfa, lithium, tacrine, ticlopidine, antibiotik atau obat yang digunakan untuk merawat TBC, pil KB atau terapi penggantian hormon, obat-obatan tekanan darah atau penyakit jantung, obat untuk merawat encok atau batu ginjal, obat yang digunakan untuk merawat infeksi yang disebabkan oleh cacing, Valium, dan obat kejang. Daftar yang disebutkan sebelumnya tidak lengkap, dan mungkin masih ada banyak obat lain yang dapat memengaruhi aminophylline, termasuk obat resep dan obat OTC, vitamin, dan produk herbal. 

Aminophylline adalah obat kombinasi antara theophylline dan ethylenediamine dengan rasio 2:1. Ini merupakan obat yang telah disetujui penggunaannya oleh FDA untuk mengatasi gejala gangguan saluran udara akibat asma atau penyakit paru-paru kronis lainnya, misalnya bronkitis dan emphysema. Meskipun demikian, aminophylline dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, nyeri dada, muntah, dan gangguan buang air kecil. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 11 Desember 20 - 13:24 WIB
Dalam Kategori : ASMA, OBAT ASMA, GANGGUAN PERNAPASAN
Dibaca sebanyak : 161 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback