Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Perawatan Terbaik untuk Kelumpuhan Pita Suara, Lakukan Cara Ini!

Perawatan Terbaik untuk Kelumpuhan Pita Suara, Lakukan Cara Ini!
 
Kelumpuhan pita suara atau yang juga dikenal sebagai paresis pita suara, adalah ketidakmampuan salah satu atau kedua pita suara untuk bergerak. Kelumpuhan tersebut akan berdampak besar pada kehidupan sehari-hari penderita, termasuk pekerjaan, interaksi sosial dan kegiatan lainnya.
Namun, Anda tak perlu khawatir ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kelumpuhan ini. Nah, berikut perawatan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk kelumpuhan pita suara.
Fakta cepat tentang kelumpuhan pita suara
  • Kelumpuhan pita suara disebabkan oleh kerusakan saraf  
  • Penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah masalah termasuk ketidakmampuan berbicara
  • Batuk dan bersin mungkin menjadi tidak efektif, memungkinkan penumpukan cairan dan kemungkinan infeksi
  • Terapi suara dapat membantu dalam keadaan tertentu
  • Terkadang, tidak ada penyebab yang mendasari kondisi tersebut yang dapat ditemukan
Apa itu kelumpuhan pita suara?
Kelumpuhan pita suara disebabkan oleh kerusakan saraf yang menuju ke pita suara, impuls saraf di laring terputus, mengakibatkan kelumpuhan otot pita suara. Bisa juga disebabkan oleh kerusakan otak.
Pasien dengan kelumpuhan pita suara biasanya akan mengalami suara serak, kelelahan vocal, penurunan volume bicara ringan sampai parah, sakit di tenggorokan saat berbicara, dan menelan sesuatu dengan cara yang salah dan tersendak.
Selain berguna untuk menghasilkan ucapan, pita suara juga melindungi jalan napas, mencegah makanan, minuman, dan air liur memasuki trakea (batang tenggorokan). Bahkan dalam kasus yang ekstrim, tersedak dapat menyebabkan kematian.
Gejala kelumpuhan pita suara
  • Batuk
  • Kecemasan
  • Pusing
  • Sering membersihkan tenggorokan
  • Suara serak
  • Tersedak
  • Mendesah
  • Sensasi tidak dapat bernapas
  • Sesak di dada atau tenggorokan bagian atas
  • Nafas bising, stridor, siulan di udara saat menghirup
Kelumpuhan pita suara dapat disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi:
  • Cedera pada dada atau leher. Trauma dapat meruskan saraf yang melayani pita suara atau laring.
  • Stroke. Bagian otak yang mengirimkan pesan ke laring dapat rusak karena stroke.
  • Tumor. Ini dapat berkembang di sekitar atau di tulang rawan, saraf atau otot kotak suara. Tumor mungkin jinak atau ganas (kanker).
  • Peradangan aau jaringan parut pada sendi pita suara. Serta ruang antara dua tulang rawan pita suara dapat mencegah larong bekerja dengan baik. Meskipun saraf tali pusat biasanya bekerja dengan baik, peradangan dapat menyebabkan tanda dan gejala seperti kelumpuhan pita suara. Beberapa infeksi juga dapat menyebabkan peradangan.
Perawatan untuk kelumpuan pita suara
Perawatan terbaik untuk mengatasi kelumpuhan pita suara adalah dengan terapi wicara dengan latihan suara dan pernapasan khusus. Penting untuk mengisyaratkan suara, minum cairan, mendorong air liur dengan pelega tenggorokan atau permen karet, untuk mengurangi paparan pemicu bila memungkinkan, dan mengurangi stres.
Di bawah ini adalah dua latihan yang dapat Anda coba lakukan untuk membantu pasien dalam mengendurkan pita suara.
  1. Napas diijeda:
  2. Duduklah dalam posisi yang memungkinkan leher dan bahu Anda rileks tetapi jaga punggung tetap lurus.
  3. Tarik napas dengan lembut melalui hidung.
  4. Keluarkan lidah Anda dari mulut, melewati gigi dan bibir bawah, sebagai persiapan untuk mengeluarkan napas. Peregangan lidah ke depan ini membantu membuka jalan napas di pita suara. Ini mungkin sulit dilakukan dengan kejang yang parah, tetapi akan lebih mudah jika Anda mengulangi latihan ini.
  5. Dengan menjulurkan lidah, hembuskan napas hanya melalui mulut dengan napas yang lambat, berhenti, atau berjeda. Waktunya harus seperti ngatakan Ha, Ha, Ha, Ha, dengan sangat lambat. Jangan gunakan suara Anda, hembuskan saja.
  6. Ulangi 10 kali dan latihan 3 kali sehari sehingga Anda tahu bagaimana melakukannya dengan baik saat terjadi kelumpuhan.
 
  1. Bernapas perut (belly breathing)
  2. Duduklah dalam posisi yang memungkinkan leher dan bahu Anda rileks tetapi jaga punggung tetap lurus.
  3. Letakkan tangan Anda di atas perut. Tarik napas dengan lembut melalui hidung dengan perut mendorong tangan Anda keluar dari tubuh.
  4. Saat Anda mulai mengeluarkan napas, letakkan ujung lidah Anda di tempat gigi atas bertemu dengan atap mulut Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk membuat suara mendesis atau ā€œSā€ saat Anda mengeluarkan napas. Ini menciptakan tekanan balik untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka.
  5. Buang napas perlahan sehingga tangan dan perut bergerak ke dalam ke posisi istirahat dan membuat suara mendesis atau ā€œSā€ saat Anda mendorong udara di antara lidah dan gigi.
  6. Ulangi 10 kali dan latihan 3 kali sehari agar tahu cara melakukan dengan baik saat terjadi kelumpuhan pita suara.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 21 Januari 21 - 17:39 WIB
Dibaca sebanyak : 127 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback