Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Mengenal Penyakit Addison, Gangguan Akibat Insufisiensi Adrenal

Mengenal Penyakit Addison, Gangguan Akibat Insufisiensi Adrenal
Pernah mendengar penyakit Addison? Penyakit ini terjadi disebabkan oleh Insufisiensi Adrenal, di mana kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dan aldosteron dalam jumlah kadar yang cukup. Sehingga menyebabkan penderita penyakit Addison kerap merasa lemas dan warna kulitnya juga biasanya lebih gelap.
 
Penyebab Penyakit Addison
Penyakit Addison ini disebabkan oleh dua klasifikasi utama, yaitu Insufisiensi Adrenal primer dan sekunder. Berikut penjelasan klasifikasi penyakit addison tersebut.
 
Insufisiensi Adrenal Primer
Kondisi ini terjadi saat kelenjar adrenal mengalami kondisi rusak parah sehingga tidak bisa memproduksi hormon. Tipe penyakit ini terjadi akibat sistem imun yang menyerang kelenjar adrenal atau dikenal dengan istilah penyakit autoimun.
Sehingga sistem imun tubuh mengira bahwa bagian tubuh tertentu sebagai substansi yang berbahaya dan kemudian menyerangnya. Penyebab lain dari Insufisiensi Adrenal Primer ini adalah infeksi tubuh, kanker atau tumor, konsumsi obat pengencer darah, serta mengonsumsi obat glukokortikoid yang berkepanjangan.
 
Insufisiensi Adrenal Sekunder
Insufisiensi Adrenal sekunder ini adalah keadaan ketika kelenjar hipofisis tidak bisa memproduksi hormon adrenokortikotropik yang perannya penting. Hormon inilah yang bertugas memberitahu kelenjar adrenal kapan saatnya memproduksi hormon. Kondisi Insufisiensi Adrenal sekunder ini juga terjadi saat pasien tidak minum obat kortikosteroid sesuai dengan resep yang dianjurkan dokter.
 
Ada juga penyebab lain dari kondisi ini karena tumor, faktor genetik, konsumsi obat tertentu, serta cedera otak traumatis. Ada juga beberapa faktor risiko yang membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena penyakit Addison, yaitu mereka yang menderita kanker, menderita infeksi kronis seperti tuberkulosis, mengonsumsi obat pengencer darah, pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar adrenal, serta menderita penyakit autoimun.
 
Cara Mengatasi Penyakit Addison
Dokter akan menanyakan riwayat medis yang dialami oleh Anda yang menderita penyakit Addison. Pasien juga perlu dicek laboratorium untuk mengetahui kadar natrium dan kalium serta dilakukan pemeriksaan fisik juga. Berikut beberapa cara penanganan penyakit Addison yang biasanya dilakukan, yaitu:
  • Pemberian Obat 
Untuk meredakan inflamasi, dokter akan meresepkan kombinasi glukokortikoid. Namun obat ini harus dikonsumsi seumur hidup dan tidak boleh terlupa sekalipun. Dokter juga bisa meresepkan pasien obat yang berfungsi sebagai pengganti hormon yang tidak bisa diproduksi oleh kelenjar adrenal. 
  • Perubahan Pola Makan
Bagi penderita penyakit Addison ini, perlu sekali untuk menjalani diet tinggi natrium kalium. Penderita juga perlu mengonsumsi kalsium dan vitamin D dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Manajemen Stres
Pada penderita penyakit Addison, kelenjar adrenal tidak bisa memproduksi hormon kortisol dengan baik untuk mencukupi kebutuhan. Sehingga yang bisa dilakukan adalah Anda harus bisa mengelola stres. Stres dapat memengaruhi pengobatan yang sedang dijalani. Anda bisa melakukan aktivitas-aktivitas positif untuk mengelola stres. Misalnya dengan melakukan yoga, meditasi, atau bergabung dengan support group.
 
Gejala Penyakit Addison
Berikut beberapa gejala yang dialami oleh pasien penderita penyakit Addison ini yaitu:
  • Mengalami demam tinggi
  • Mengalami gangguan status mental, biasanya penderita terlihat ketakutan, gelisah, hingga kebingungan
  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Tekanan darah rendah
  • Mengalami gangguan keseimbangan elektrolit
  • Mengalami nyeri mendadak di pinggang bagian bawah, kaki, atau perut
Jika penyakit Addison karena Insufisiensi Adrenal tidak ditangani dengan segera dan dibiarkan dalam jangka waktu lama, maka berisiko memperburuk hingga menjadi krisis Addison yang tergolong keadaan darurat. Penting sekali untuk mengikuti rencana pengobatan yang sudah ditentukan oleh dokter agar tetap menjaga kondisi Anda.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 18 Januari 21 - 10:19 WIB
Dalam Kategori : PENYAKIT AUTOIMUN
Dibaca sebanyak : 257 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback