Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Menderita Gejala Nistagmus? Begini Diagnosa dan Metode Pengobatannya

Menderita Gejala Nistagmus? Begini Diagnosa dan Metode Pengobatannya
Pernahkah Anda melihat orang dengan bola mata yang bergerak terus-menerus? Atau mungkin, Anda sendiri yang mengalami hal itu. Bola mata yang bergerak-gerak ini bisa menjadi tanda dari penyakit nistagmus.

Nistagmus adalah kelainan pada mata yang membuat bola mata tidak bisa dikendalikan. Akibatnya, bola mata akan terus bergerak, baik ke atas dan ke bawah, ke kanan dan ke kiri, maupun berputar-putar.
 

Tanda-tanda gejala nistagmus

Pergerakan bola mata yang tidak terkendali merupakan gejala utama dari kondisi ini. Gerakan bola mata akan menentukan jenis yang diderita, karena setiap pasien bisa saja mengalami jenis nistagmus yang berbeda-beda. 
 
Gerakan tidak terkendali pada bola mata bisa terjadi di salah satu mata maupun di kedua mata Anda. Akan tetapi, sebagian besar penderita mengalaminya di kedua mata.
 
Selain itu, Anda juga mungkin akan merasakan gerakan kepala yang tidak biasa. Contohnya seperti kepala yang terus mengangguk-angguk.
 
Gerakan kepala itu dilakukan secara refleks, sebagai upaya bagi Anda untuk lebih fokus ketika melihat sesuatu. Karena, ketika Anda menderita kondisi ini, kemampuan penglihatan Anda juga akan ikut terpengaruh.
 

Proses diagnosis nistagmus oleh dokter

Diagnosa kondisi ini akan dilakukan oleh dokter spesialis mata. Proses diagnosa didukung oleh serangkaian pemeriksaan.
 
Sebelumnya, pertama-tama dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda terlebih dahulu. Riwayat kesehatan bisa membantu menentukan apabila penyakit Anda mempengaruhi pergerakan bola mata yang tak terkendali.
 
Selain itu, dokter mata mungkin juga akan melakukan hal berikut: 
  • Mengukur kemampuan penglihatan Anda untuk menentukan jenis masalah penglihatan yang diderita
  • Menguji fokus mata, gerakan bola mata, dan fungsi secara bersamaan untuk mencari masalah yang mempengaruhi kontrol gerakan bola mata
  • Melakukan tes refraksi untuk menentukan kekuatan lensa yang diperlukan untuk mengimbangi masalah penglihatan Anda
Setelah melakukan pemeriksaan, apabila dokter mata Anda mendiagnosa nistagmus, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum. Hal ini dilakukan guna mencari tahu kondisi medis lain yang mendasarinya. 
 
Nantinya, dokter umum akan membantu mencari tahu penyakit yang menjadi faktor penyebab, kemudian melakukan upaya pengobatan berdasarkan penyakit tersebut.

Cara mengobati nistagmus

Pengobatan untuk kondisi nistagmus sebenarnya berbeda-beda, tergantung kondisi medis yang mendasarinya. Secara khusus, jika Anda mengembangkan penyakit ini setelah dewasa, maka dokter perlu terlebih dahulu mencari tahu penyakit yang menyebabkannya.
 
Umumnya, untuk membantu mengatasi masalah penglihatan serta gerakan bola mata yang tidak terkontrol, dokter akan membantu Anda untuk melakukan pengobatan dengan langkah berikut:
  • Memberikan obat tetes mata untuk infeksi mata
  • Mengoreksi kekurangan vitamin dengan suplemen dan penyesuaian pola makan
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi mata
  • Mengobati gangguan penglihatan parah dengan toksin botulinum
  • Menggunakan lensa kacamata yang disebut prisma
  • Operasi otak untuk gangguan yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf pusat 
Upaya pengobatan di atas dilakukan apabila kondisi Anda dikembangkan ketika sudah dewasa. Artinya, kondisi ini terjadi karena adanya faktor medis tertentu, bukan karena faktor genetik.
 
Biasanya, jika disebabkan oleh faktor genetik, maka kondisi akan Anda alami sejak lahir. Gejalanya cenderung lebih ringan, tidak mengganggu, dan tidak memerlukan pengobatan khusus.
Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk meningkatkan pencahayaan di rumah. Karena, penderita nistagmus akan mengalami penglihatan yang kabur, sehingga akan kesusahan untuk melihat sesuatu. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 09 Maret 21 - 13:38 WIB
Dalam Kategori : MATA JULING, PENYAKIT MATA
Dibaca sebanyak : 186 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback