Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Kondisi yang Mengharuskan Seseorang Jadi Pasien Rawat Inap

Kondisi yang Mengharuskan Seseorang Jadi Pasien Rawat Inap

 

Rawat inap atau opname adalah proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit. Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien rawat inap dirawat. 

Rumah sakit memberikan pelayanan yang baik dan efisien terhadap pelayanan rawat inap, baik pasien yang perlu perawatan intensif atau observasi ketat karena penyakitnya. Pasien rawat inap juga termasuk mereka yang membutuhkan diagnosis, terapi, rehabilitasi medik dan atau pelayanan medik lainnya.

Dunia medis sudah memiliki semacam perhitungan tersendiri mengenai kapan seseorang harus menjadi pasien rawat inap. Biasanya, semua itu ditetapkan berdasarkan kondisi-kondisi yang ada di dalam diri pasien. Berikut beberapa “syarat” seseorang harus jadi pasien rawat inap di rumah sakit:

  • Mengalami penyakit menular

Jika penyakit yang diderita adalah penyakit yang menular maka seorang pasien harus menjalani rawat inap. Biasanya perawatan akan dilakukan di ruang isolasi agar penyakit tak menular ke pasien lainnya. Lamanya isolasi bergantung pada kondisi pasien secara keseluruhan.

  • Membutuhkan bantuan peralatan medis

Ada kondisi kesehatan tertentu ketika sakit yang membuat seseorang memerlukan bantuan alat medis. Contohnya adalah mereka yang perlu menggunakan ventilator agar fungsi pernapasannya bisa berlangsung dengan normal.

Jika terjadi kondisi seperti di atas, maka mau tak mau seseorang harus menjadi pasien rawat inap. Tenaga medis yang ada di rumah sakit akan mengawasi penggunaan alat-alat medis. Tenaga medis itu juga yang akan menentukan kapan seseorang bisa berhenti menggunakan peralatan tersebut.

  • Membutuhkan pemberian vasoaktif secara berkelanjutan melalui infus

Vasoaktif adalah zat kimia yang berfungsi menjaga tekanan darah tetap stabil. Vasoaktif biasanya diberikan melalui infus. Pada pasien dengan penyakit tertentu pemberian vasoaktif ini mungkin dibutuhkan dalam waktu berhari-hari sehingga pasien perlu untuk dirawat inap.

  • Menderita penyakit kritis

Penderita penyakit kritis seperti jantung, kanker, dan lain-lain wajib menjalani rawat inap. Dirawat di rumah sakit memastikan pasien akan langsung dapat penanganan yang tepat ketika terjadi kondisi yang kritis.

Adapun ada beberapa penyakit yang secara tidak langsung memastikan si penderita otomatis menjadi pasien rawat inap. Penyakit-penyakit yang harus diatasi dengan rawat inap antara lain:

  • Demam berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa dikatakan sebagai penyakit musiman. Jumlah penderitanya cenderung meningkat ketika memasuki musim penghujan, sebab salah satu faktor penyebabnya, yakni nyamuk Aedes aegypti, mudah sekali ditemui. Ketika “musimnya” tiba, para penderita seakan-akan memenuhi hampir semua rumah sakit di Indonesia sebagai pasien rawat inap.

DBD sendiri merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan serius. Pasalnya penyakit ini bisa membahayakan nyawa. Beberapa daerah bahkan terpaksa menjadikan wabah dan penyebab DBD sebagai kejadian luar biasa.

  • Tipes

Tipes atau typus adalah salah satu penyakit yang juga cukup banyak menyebabkan orang Indonesia menjadi pasien rawat inap. Penyakit ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, terutama terkait masalah makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii. Gejala tipes adalah demam tinggi hingga lebih dari 40 derajat dan biasanya disertai keringat dingin. Penderita juga akan menunjukkan gejala tipes lain seperti nyeri di bagian perut dan nyeri sendi. Beberapa penderita juga mengeluhkan sakit kepala akut.

Penderita tipes harus dirawat inap jika penderita sudah sangat lemah, apalagi jika sampai tak bisa mencerna makanan. Jika dibiarkan penderita bisa mengalami dehidrasi. Rata-rata pasien tipes menjalani rawat inap 4 hingga 10 hari.

  • Diare dan Muntaber

Diare dan muntaber juga termasuk penyakit serius yang membutuhkan rawat inap. Namun, itu semua kembali lagi kepada kondisi pasien. Penderita bisa mengonsumsi oralit sebagai pertolongan pertama. Oralit adalah campuran air hangat, gula, dan garam.

Namun jika kondisi tak kunjung membaik maka penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Jika terlambat mendapat tindakan dikhawatirkan penderita akan mengalami dehidrasi. Data kementerian kesehatan menyebutkan jumlah penderita diare dan muntaber yang harus rawat inap mencapai 3, 38%.

Itulah beberapa hal mengenai pasien rawat inap, mulai dari faktor atau kondisi yang mengharuskan mereka bermalam di rumah sakit, hingga penyakit-penyakit yang paling sering membuat seseorang menjadi pasien rawat inap. Upayakan untuk selalu menjaga kesehatan, sebab kalau sudah sakit, bahkan hingga dirawat, tentu akan sangat merepotkan.




Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 11 Januari 21 - 10:21 WIB
Dalam Kategori : PASIEN RAWAT INAP
Dibaca sebanyak : 87 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback