Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Kegunaan, Cara Konsumsi, dan Efek Samping Antasida

Kegunaan, Cara Konsumsi, dan Efek Samping Antasida
Antasida adalah obat maag untuk penetral asam lambung dengan tidak membatasi atau mencegah sekresi asam lambung. Obat ini memang banyak digunakan oleh masyarakat, namun perlu tetap waspada akan efek samping antasida.
 
Di pasaran, ada berbagai jenis antasida yang bisa ditemukan. Ada yang bentuknya cairan, tablet larut, hingga tablet kunyah. Obat ini memang aman digunakan oleh penderita asam lambung. Namun, seperti obat pada umumnya, tentu ada efek samping antasida yang perlu diketahui oleh pasien.

Kegunaan Obat Antasida
Seperti yang disebutkan sebelumnya, antasida adalah obat yang berfungsi untuk menetralisir asam lambung dan meredakan gejala asam lambung yang berlebihan.

Pada dasarnya, asam lambung berperan pada proses pencernaan dan akan membunuh bakteri berbahaya yang masuk bersama makanan. Saat asam lambung terlalu berlebihan, justru bisa menyebabkan sakit maag dengan gejala-gejala seperti:
  • Refluks Asam Lambung
Antasida bisa untuk meredakan gejala refluks asam lambung yang biasanya ditandai dengan mulut terasa pahit, batuk kering, makanan naik ke kerongkongan, kesulitan menelan, hingga terasa sakit ketika berbaring.
  • Nyeri Lambung
Antasida juga obat penetralisir asam lambung dengan gejala terasa nyeri di lambung yang biasanya terasa seperti perut kembung.
  • Heartburn
Obat ini juga bisa berguna untuk meredakan heartburn, yaitu sensasi panas di dada atau di tenggorokan karena naiknya asam lambung.

Dosis yang Tepat dan Cara Konsumsi yang Benar
Anda harus membaca dan mengetahui dosis obat antasida yang tepat agar tidak kelebihan dosis. Konsumsi obat ini juga tidak boleh sembarangan untuk menghindari efek samping antasida. 

Antasida memang tergolong obat aman untuk penggunanya. Dosis antasida untuk masing-masing orang akan berbeda, ditentukan oleh b=faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, kondisi medis, dan masalah asam lambung yang dialami parah atau tidak.

Bagi orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum minum obat ini. Terutama jenis antasida yang mengandung aluminium hidroksida dan magnesium karbonat.

Untuk antasida berbentuk tablet dan kaplet kunyah, cara konsumsi obat ini dengan dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan. Baru diikuti dengan minum air putih.

Sedangkan antasida jenis suspensi, obat harus dikocok terlebih dahulu sebelum diminum dan gunakan alat takaran yang disediakan agar konsumsi dosis sesuai dengan yang dianjurkan. 

Obat ini hanya diminum ketika munculnya gejala dan sebaiknya dikonsumsi segera setelah makan atau saat makan. Segera temui dokter jika kondisi Anda tidak segera membaik atau muncul reaksi alergi setelah mengonsumsi antasida.

Efek Samping Antasida
Jenis obat antasida memang aman dan jarang menimbulkan efek samping. Biasanya efek samping antasida muncul jika obat dikonsumsi tidak sesuai anjuran. 

Salah satu efek samping antasida yang mungkin muncul adalah kelebihan kalsium yang bisa berefek mual, muntah, hingga terciptanya batu ginjal. Kelebihan kalsium juga bisa menyebabkan alkalosis yang terjadi saat tubuh tidak menghasilkan cukup asam sehingga tidak berfungsi seperti seharusnya.

Ada juga efek samping lain dari antasida berupa diare, kram perut, konstipasi, hingga terasa mual dan muntah. Antasida juga akan berinteraksi dengan kandungan lain. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk tidak minum obat lain dalam rentang 2-4 jam setelah minum obat antasida.

Tidak semua orang bisa konsumsi antasida sembarangan dan harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Orang-orang tersebut adalah:
  • Ibu hamil dan sedang menyusui
  • Punya riwayat penyakit ginjal, hati, serta gagal jantung
  • Anak-anak yang berusia 12 tahun
  • Mereka yang menderita penyakit tekanan darah tinggi atau sirosis, sehingga diharuskan membatasi asupan garam (sodium) pada tubuh.
Pastikan Anda mengonsumsi antasida sesuai dengan dosis dan cara aman mengonsumsinya untuk terhindari dari efek samping antasida. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 28 Desember 20 - 14:42 WIB
Dalam Kategori : ASAM LAMBUNG, REFLUX
Dibaca sebanyak : 100 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback