Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasi Gigi Jarang

Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasi Gigi Jarang
Dalam istilah medis, gigi yang renggang atau gigi jarang disebut dengan diastema. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, tapi tetap ada cara mengatasi gigi jarang yang bisa dilakukan.
 
Perawatan untuk gigi jarang biasanya dilakukan apabila Anda tidak percaya diri dengan kondisi gigi Anda. Perawatannya akan disesuaikan dengan faktor penyebab, gejala, serta diagnosa dari dokter. 

Tanda-tanda gigi renggang
Gejala atau tanda utama dari kondisi ini adalah terlihatnya celah di antara gigi-gigi Anda. Selain itu, tidak ada gejala khusus lainnya yang menandakan kondisi ini.
 
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gigi renggang, salah satunya masalah serius pada gusi. Apabila gigi renggang Anda disebabkan oleh hal ini, maka Anda mungkin akan merasakan adanya gejala lain. Gejala lain itu bisa menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Beberapa di antaranya berupa:
  • Gusi berwarna merah cerah
  • Gusi bengkak dan berdarah
  • Bau mulut
  • Gigi yang lepas 
  • Gusi surut
Proses diagnosis gusi jarang oleh dokter
Sebelum menentukan cara mengatasi gigi jarang, dokter perlu terlebih dahulu melakukan diagnosa. Diagnosa inilah yang akan menentukan upaya penanganan apa yang cocok untuk Anda. 
 
Sebenarnya, proses diagnosa untuk kondisi ini cukup singkat. Dokter bisa langsung mengetahui kondisi Anda dengan melihat gigi Anda. 

Dokter mungkin saja tidak menganjurkan jenis pengobatan apa pun bagi Anda, bila kondisi Anda dirasa tidak berbahaya. Namun, Anda tetap bisa meminta saran apabila Anda ingin celah di antara gigi diatasi demi alasan estetika. 

Memperbaiki gigi renggang juga sebenarnya baik untuk kinerja mulut Anda secara keseluruhan. Gigi Anda bisa menjadi lebih rapi dan rata antara rahang atas dan rahang bawah. Jadi, Anda bisa mengunyah dengan lebih baik. 

Perlu diingat, celah antara gigi pada anak-anak adalah hal yang wajar. Karena, gigi anak-anak masih bisa mengalami pertumbuhan setelah berganti gigi nantinya. Jadi, bila ingin melakukan perawatan, sebaiknya tunggu sampai seluruh gigi anak Anda sudah berubah menjadi gigi tetap.

Macam-macam cara mengatasi gigi jarang
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh dokter sebagai cara mengatasi gigi jarang, yaitu:
  • Kawat gigi
Pemasangan kawat adalah upaya perawatan paling umum untuk mengatasi gigi jarang. Ketika Anda menggunakan kawat gigi, kawat tersebut akan memberi tekanan pada gigi. 
 
Tekanan itu akan memicu gigi untuk bergerak secara perlahan, sampai gigi menjadi rapat dan celah pun menghilang seiring berjalannya waktu. 
  • Dental bridge
Dental bridge digunakan apabila gigi jarang Anda cukup parah. Perawatan ini bisa mengisi ruang yang luas, serta menjadi solusi ketika gigi mengalami keretakan, terkelupas, atau rusak. Perawatan dental bridge dilakukan dengan pemasangan alat yang ditempelkan di antara celah gigi. Tidak hanya mengatasi celah, perawatan ini juga bisa mengembalikan fungsi menggigit dan mengunyah Anda. 
  • Operasi
Sebenarnya, cara mengatasi gigi jarang dengan operasi dilakukan hanya jika kondisi Anda cukup parah. Gigi renggang terkadang bisa mengakibatkan ukuran frenum labial yang terlalu besar. Operasi dilakukan untuk menghilangkan jaringan berlebih. Setelah operasi, Anda mungkin tetap memerlukan perawatan dengan pemasangan kawat gigi sampai celah menutup sepenuhnya.
 
Cara mengatasi gigi jarang perlu disesuaikan dengan kondisi gigi dan mulut Anda. Dokter bisa membantu menentukan perawatan yang paling tepat bagi Anda, berdasarkan faktor penyebab apa saja yang mendasari kondisi tersebut. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 11 Januari 21 - 09:05 WIB
Dalam Kategori : KESEHATAN GIGI
Dibaca sebanyak : 149 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback