Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Duodenitis: Panduan Pengobatan dan Perawatan Alami yang Bisa Dicoba

Duodenitis: Panduan Pengobatan dan Perawatan Alami yang Bisa Dicoba

 

Sakit perut bisa jadi hal yang sepele, tapi juga sangat mengganggu. Ketika tidak ditangani dengan benar, sakit perut bisa semakin parah dan menyebabkan komplikasi. Apalagi ada banyak penyakit dengan gejala ketidaknyamanan perut. 

Gastritis dan duodenitis adalah masalah kesehatan yang umum terjadi, namun bisa berakibat fatal jika tidak diobati. Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung, sedangkan duodenitis merupakan peradangan di duodenum.  

Obat-obatan untuk duodenitis

Duodenitis memiliki beragam penyebab, salah satunya adalah infeksi bakteri H. pylori. Bakteri ini juga menjadi penyebab gastritis. Oleh karena itu duodenitis akibat H. pylori cenderung diresepkan obat yang sama seperti pada kasus gastritis. 

Berikut adalah pilihan perawatan medis untuk mengatasi duodenitis:

  • Antibiotik

Antibiotik resep adalah perawatan yang utama untuk mengobati duodenitis akibat infeksi H. pylori. Untuk menghindari kekambuhan, Anda harus minum obat antibiotik secara rutin. 


Umumnya dokter akan meresepkan dua jenis antibiotik yang diberikan selama 14 antibiotik. Antibiotik yang sering diresepkan meliputi amoksisilin, klaritromisin (Biaxin), metronidazole (Flagyl), dan tetrasiklin.

  • Obat penekan asam

Obat penghambat asam berfungsi untuk mengurangi produksi asam agar dinding duodenum sembuh. Namun bagi beberapa orang obat ini tidak efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan perut sehingga dokter akan memberikan obat lain.


Obat yang termasuk golongan penghambat asam adalah penghambat pompa proton atau PPI (biasa digunakan sebagai obat maag) seperti esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, dan antagonis reseptor-H2 histamin.  


Beberapa orang mendapatkan PPI untuk jangka panjang untuk mencegah kekambuhan gejala. 

  • Agen pelapis

Agen pelapis membantu memperkuat lapisan dinding duodenum dan melindungi dinding lapisan dalam dari kontak asam. Ini mempercepat penyembuhan dinding usus.

 

  • Antasida

Antasida merupakan resep tambahan yang diberikan kepada pasien terutama jika mereka mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan. Namun mengonsumsi antasida dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping. 


Obat ini hanya bisa digunakan sesekali. Apabila Anda mengalami gejala dan membutuhkan antasida lebih dari dua kali seminggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Mengobati duodenitis dengan cara alami

Untuk mengelola gejala, dokter juga menyarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, yang mencakup menghentikan kebiasaan merokok dan meminum alkohol, serta menghindari makan makanan pedas.

Jika duodenitis disebabkan oleh penyakit Celiac, Anda disarankan untuk menjalani diet bebas gluten. 

Berikut adalah makanan yang boleh dikonsumsi penderita duodenitis:

  • Biji-bijian dan kacang-kacangan. Mengonsumsi produk kedelai dipercaya dapat mengurangi penyebab duodenitis

  • Makanan rendah lemak, seperti ikan dan daging tanpa lemak

  • Buah dan sayur, termasuk wortel, semangka, persik, dan kubis

  • Yogurt dan produk susu lainnya yang tidak mengandung gluten

Jika Anda tertarik mengobati duodenitis dengan pengobatan rumahan, Anda bisa mengonsumsi makanan di atas disertai bahan alami berikut ini:

  • Teh chamomile atau dandelion: Mengonsumsi dalam kondisi panas atau dingin dapat meringankan gejala duodenitis akibat infeksi bakteri H. pylori.

  • Buttermilk: Menambahkan sedikit bubuk lada hitam atau jintan ke segelas buttermilk tiga kali sehari dikatakan dapat mengobati duodenitis.

  • Madu: Madu hutan alami dapat mengurangi peradangan perut. Madu bisa dikombinasikan dengan makanan sehat lain seperti jus wortel atau delima. 

Sementara makanan yang harus dihindari meliputi:

  • Kopi

  • Alkohol

  • Makanan mengandung asam, seperti tomat dan jeruk

  • Makanan berlemak

  • Gorengan dan makanan pedas

  • Minuman berkarbonasi


Catatan

Menderita suatu penyakit berarti Anda harus lebih menjaga kondisi tubuh dan menjalani perawatan dengan rajin. Ini memaksa Anda untuk merelakan beberapa makanan yang Anda sukai. 

Baik duodenitis maupun masalah kesehatan lainnya bisa sangat memberatkan. Jangan ragu untuk bertanya apa saja dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store. 

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 05 Maret 21 - 09:11 WIB
Dalam Kategori : DUODENITIS
Dibaca sebanyak : 57 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback