Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Apakah HIV Bisa Sembuh Tanpa Melalui Terapi Obat?

Apakah HIV Bisa Sembuh Tanpa Melalui Terapi Obat?
Di Indonesia dan di banyak tempat lain di dunia ini, ODHA atau sebutan bagi para penderita HIV dan AIDS harus bisa mengalahkan dua situasi buruk sekaligus, yakni virus dan penyakit itu sendiri, serta stigma dari lingkungannya. Kondisi inilah yang membuat banyak ODHA “kalah” sebelum berperang sehingga sulit bagi kita merumuskan jawaban dari pertanyaan; apakah HIV bisa sembuh?
 
HIV atau Human Immunodeficiency Virus membuat seseorang yang terpapar kehilangan kontrol atas sistem kekebalan tubuhnya. Imun akan terus menurun dan kondisi itu membuat penderitanya tak mampu melawan serangan beragam penyakit lain. Fakta ini yang membuat HIV memegang predikat sebagai virus yang mematikan.
 
Sampai saat ini, dunia medis memang belum menemukan obat atau prosedur pengobatan yang benar-benar efektif dan optimal untuk menyembuhkan orang dengan HIV dan AIDS. Selama ini, HIV hanya dapat dikendalikan dengan pemberian antiretroviral atau ARV. Sejauh pelaksanaannya, obat-obatan ARV memang tak dapat dimungkiri telah membuat angka harapan hidup ODHA menjadi lebih tinggi ketimbang mereka yang tidak melakukan terapi ini.
 
Masalahnya, fakta mengejutkan lainnya hadir dan mengacaukan sesuatu yang sudah sangat mapan tersebut. Bahwa telah ditemukan bahwa efek samping dari ARV ini justru sangat berbahaya bagi para penderita HIV itu sendiri.
 
Dikatakan efek samping ARV hampir mirip seperti efek kemoterapi pada kanker, sebuah penyakit yang di awal penemuannya juga tak dapat disembuhkan, hingga akhirnya ditemukan senyawa pada daun sirsak yang dapat membunuh sel-sel kanker.
 
Dari fakta tersebut, Dr. Luc Montagnier, seorang ahli virologi berkebangsaan Perancis, sekaligus penemu virus HIV itu sendiri, dalam video yang diunggah ke Youtube menyebut bahwa sebenarnya penyakit HIV bisa disembuhkan dengan cara hidup sehat. Mulai dari menjaga kebersihan tubuh, tempat tinggal, dan mengkonsumsi makanan bergizi.
 
Hal ini diyakini oleh Montagnier karena sebenarnya, HIV tidak semengerikan narasi-narasi yang beredar selama ini. Montagnier menyebut jika HIV tidak lebih berbahaya dari sekedar flu biasa. Apa yang dikatakan Montagnier pun diamini oleh banyak ahli yang juga menyatakan bahwa penyakit ini tidaklah seberbahaya yang digembar-gemborkan. Pernyataan mengejutkan tersebut tentu saja menjadikan rumusan jawaban dari pertanyaan “apakah HIV bisa sembuh?” lebih beragam.
 
Belakangan ada kabar baik terkait potensi kesembuhan HIV dan terapi obat ARV. Di Brasil baru-baru ini, seorang Pria didapuk sebagai pasien HIV pertama di dunia yang sembuh melalui prosedur terapi obat. Sejak setahun terakhir berhenti terapi obat eksperimental yang intens, dirinya tak lagi menunjukkan tanda-tanda keberadaan virus HIV, baik melalui tes darah maupun tes antibodi.
 
Pria berumur 36 tahun yang tidak disebutkan identitasnya ini pertama kali didiagnosis terinfeksi HIV sejak Oktober 2012. Dua bulan setelahnya, dia langsung mendapatkan perawatan medis untuk mengatasi infeksi tersebut. Dia melakukan terapi antiretroviral (ARV) standar dan minum obat HIV dolutegravir dan maraviroc dua bulan setelah didiagnosis positif HIV.
 
Dia juga diberikan nikotinamida, sejenis vitamin B yang ditujukan untuk memerangi bagian dari virus yang menginfeksi sel dan menyebabkannya rusak sendiri, serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Setelah melalui perawatan intensif dalam uji klinis selama 48 pekan, pasien asal Brasil ini kemudian hanya terapi antiretroviral biasa dan berhenti mengkonsumsi obat pada Maret 2019. Sejak saat itu, ia diuji setiap tiga minggu sekali, dan hasilnya menunjukkan bahwa pasien tidak memiliki viral load atau antibodi apa pun.
 
Temuan ini pertama kali disampaikan di acara International AIDS Society yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa, 7 Juli 2020. Meski temuan ini dapat memberikan harapan pasien HIV/AIDS untuk sembuh, para peneliti mewanti-wanti bahwa analisis lebih lanjut diperlukan untuk verifikasi laporan tersebut.
 
Kalau nantinya penyelidikan lebih lanjut memvalidasi laporan tersebut, pasien asal Brasil ini akan menjadi orang ketiga yang sembuh dari HIV/AIDS, sekaligus yang orang pertama yang sembuh melalui jalur obat dan menjadikan para peneliti, ahli, dan/atau dokter harus bekerja lebih keras untuk dapat menjawab pertanyaan; “Apakah HIV bisa sembuh tanpa melalui terapi obat?”
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 16 Desember 20 - 09:07 WIB
Dalam Kategori : HIV, AIDS, INFEKSI VIRUS, PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Dibaca sebanyak : 162 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback