Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

7 Fakta tentang Dokter Saraf Ini Menarik Disimak

7 Fakta tentang Dokter Saraf Ini Menarik Disimak
Dokter saraf atau neurologis menjadi salah satu spesialisasi kedokteran yang pasiennya selalu membeludak. Pasalnya, berbagai penyakit yang tidak kunjung sembuh di dokter umum kebanyakan diarahkan ke dokter saraf. Bahkan ketika Anda terlalu sering mengalami pusing, banyak orang akan menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis yang satu ini. 
 
Pada dasarnya, dokter saraf merupakan dokter yang mengambil spesialisasi terkait neurologi yang merupakan cabang kedokteran yang menangani berbagai gangguan sistem saraf.  Penyakit—penyakit serius, seperti parkinson, Alzheimer, multiple sclerosis, maupun stroke umum ditangani oleh dokter saraf. 
 
Banyak fakta menarik mengenai dokter spesialis yang satu ini. Berikut adalah 7 fakta menarik terkait dokter saraf yang akan seru untuk disimak. 
  • Bukan Hanya Saraf 
Meskipun kerap disebut sebagai dokter saraf, bidang bagian tubuh yang ditangani oleh dokter ini sejatinya bukan hanya saraf. Dokter saraf juga menangani berbagai gangguan di otak maupun pembuluh darah. Di mana bagian-bagian tubuh masih berkaitan erat dengan sistem saraf. Karena itu, tidak perlu heran jika orang-orang dengan penyakit stroke ataupun demensia kerap diarahkan untuk berobat ke dokter saraf. 
  • Pendapatan Dokter 
Dokter identik dengan pendapatan tinggi. Lalu, seberapa besar pendapatan yang bisa diperoleh oleh dokter saraf pada umumnya? Pada tahun 2019 lalu, pendapatan rata-rata dokter saraf di dunia menyentuh angka 140.000 dolar AS per tahun. Jika dirupiahkan dengan nilai tukar sewaktu itu, pendapatan dokter saraf sekitar 2—3 tahun berada di kisaran angka Rp2 miliar per tahun. 
  • Pendidikan Lama 
Sudah bukan rahasia apabila dokter merupakan profesi yang memerlukan waktu pendidikan panjang. Khusus untuk dokter saraf sendiri, diperlukan waktu sekitar 12 tahun untuk bisa meraih predikat ahli saraf. Itupun jika Anda menempuh jalur pendidikan kedokteran umum dan langsung melanjutkan ke kedokteran spesialis tanpa jeda. Pendidikan selama itu terdiri atas pendidikan nonmedis di universitas kedokteran selama 4 tahun, pengambilan spesialis selama 4 tahun, magang satu tahun, dan 3 tahun untuk pelatihan khusus. 
  • Bapak Neurologis 
Tiap bidang memiliki pelopor dan pesohornya. Dalam spesialisasi saraf, adalah Jean-Marthin Charcot yang kerap disebut sebagai bapak neurologi. Dia merupakan orang pertama yang menggambarkan multiple sclerosis. Charcot juga menjadi orang perdana yang menggambarkan gangguan degenerasi permukaan sendi yang dikenal sebagai Charcot joint atau Charcot arthropathy. 
  • Belum Tentu Membedah 
Masih banyak orang beranggapan bahwa dokter saraf ahli dalam tindakan pembedahan. Ini karena banyak penyakit saraf yang hanya bisa disembuhkan dengan operasi bedah. Namun kenyataannya, tidak semua dokter saraf memiliki kemampuan untuk membedah. Hanya dokter saraf yang mengambil peminatan pembedahan yang memiliki kemampuan baik untuk membedah. Jadi apabila Anda merasa penyakit saraf Anda membutuhkan tindakan bedah, lebih baik langsung berkonsultasi ke dokter bedah saraf. 
  • Perlu Pemeriksaan Lanjutan 
Dokter saraf bukanlah ahli nujum. Ia tidak akan mampu menebak penyakit saraf yang Anda alami hanya berdasarkan konsultasi. Untuk mendiagnosis penyakit pasien, dokter saraf akan selalu mengarahkan seseorang untuk menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan fisik. Namun memang, berdasarkan uraian gejala yang pasien paparkan, setidaknya dokter saraf bisa mengetahui ke arah mana gejala penyakit tersebut. 
  • Angka pasien penyakit saraf tinggi
Tidak mengherankan apabila pasien dokter saraf membeludak. Ini karena banyak orang yang mengalami masalah saraf baik stadium ringan maupun berat. Di Amerika saja, WHO menyatakan 25 persen penduduknya mengalami masalah saraf. Penanganan ke dokter saraf secara cepat dapat membuat penderita masalah saraf tersebut terhindar dari gangguan mental yang kerap membayangi pasien-pasien penyakit saraf yang sudah memasuki tingkat parah. 
 
*** 
Apakah Anda termasuk pasien yang rutin berkonsultasi ke dokter saraf? Atau dengan fakta-fakta di atas, Anda tertarik untuk menjadi dokter saraf?
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 06 Januari 21 - 11:55 WIB
Dalam Kategori : PENYAKIT SARAF
Dibaca sebanyak : 130 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback