Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Yuk, Memahami Disorientasi dan Cara Mengatasinya

Yuk, Memahami Disorientasi dan Cara Mengatasinya
Seseorang dapat mengalami disorientasi ketika mengalami perubahan kondisi mental. Disorientasi adalah kondisi ketika seseorang kebingunan terhadap waktu, lokasi, hingga identitas dirinya. Kondisi disorientasi ini memiliki beragam penyebab sehingga perlu dilakukan observasi medis lebih lanjut untuk menanganinya. Disorientasi ringan biasanya hanya menyebabkan seseorang bingung terhadap lokasi. Akan tetapi jika levelnya sudah parah, seseorang yang mengalami disorientasi dapat kebingungan pada semua hal termasuk identitasnya sendiri.
 
Penyebab disorientasi
Penyebab disorientasi ada banyak jenisnya. Sesorang bisa mengalami disorientasi karena satu penyebab saja atau banyak penyebab sekaligus. Meski demikian, mengetahui dengan pasti penyebab seseorang mengalami disorientasi sangat penting sebab hal tersebut menentukan pengobatannya. Berikut beberapa penyebab disorientasi pada seseorang.
  • Delirium
Delirium adalah perubahan tiba-tiba pada otak yang memicu gangguan emosional. Delirium merupakan salah satu penyebab disorientasi. Terdapat tiga jenis delirium. Pertama, delirium hipoaktif yang dapat menyebabkan perilaku ditarik dan rasa kantuk. Kedua, delirium hiperaktif yang menyebabkan gelisah dan halusinasi. Ketiga, delirium campuran dapat menyebabkan halusinasi, gelisah, kantuk, serta perilaku ditarik.
  • Demensia
Demensia merupakan penyebab disorientasi yang paling umum terjadi. Demensia adalah isitilah untuk permasalahan berupa penurunan daya ingat, gangguan kepribadian, gangguan bicara, serta menurunnya kemampuan memecahkan masalah. Penderita demensia biasanya juga mengalami delirium.
  • Alkohol
Konsumsi alkohol yang tidak terkontrol dapat menjadi penyebab disorientasi. Biasanya disorientasi karena alkohol berlangsung sementara saja. Ketika kandungan alkohol telah bersih dari tubuh dan membuat seseorang tersadar, maka disorientasi ikut menghilang.
  • Obat-obatan tertentu
Efek samping dari menggunakan obat tertentuu seperti ganja dan obat adiktif lainnya dapat menyebabkan disorientasi. Untuk itu sebaiknya Anda menghindari konsumsi obat secara berlebihan apalagi tanpa arahan dari dokter.
  • Gangguan medis
Berbagai gangguan medis juga dapat menyebabkan disorientasi. Gangguan medis yang dapat menyebabkan disorientasi di antaranya adalah sirosis, gagal hati, gagal ginjal, amnesia, sepsis, demam tinggi, hipertiroidisme dan hipotiroidisme, hipotermia, stroke, dan epilepsi. Selain itu, gangguan pada otak seperti gagar otak, hematoma pada otak, dan tumor otak juga dapat menyebabkan disorientasi.
Cara mengatasi disorientasi
Disorientasi dapat ditangani dengan bantuan medis. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi disorientasi yang bisa diterapkan seperti berikut ini.
  • Menata lingkungan tempat tinggal
Bagi penderita disorientasi, kebingungan akan semakin parah jika terjadi perubahan secara mendadak seperti memindahkan lokasi kasur di kamar, meletakkan barang di tempat yang berbeda dari biasanya, atau pindah rumah. Untuk membantu penderita disorientasi mengatasi kebingungannya, sebaiknya lingkungan tempat tinggal ditata sehingga terasa akrab dan dekatkan benda-benda tertentu sebagai pengingat identitas diri.
  • Mengetahui penyebab disorientasi
Anda tidak dapat mengatasi disertasi jika belum mengetahui penyebabnya secara jelas dan pasti. Untuk hal itulah Anda harus menemui dokter sehingga bisa dilakukan tes khusus. Dokter akan mengecek riwayat kesehatan, kebiasaan sehari-hari, dan gejala yang muncul agar diagnosa penyebab disorientasi semakin akurat.
  • Mengonsumsi obat dari dokter
Jika penyebab disorientasi telah diketahui, maka dokter dapat memberikan obat untuk penyembuhan. Obat yang diberikan harus sesuai dengan kondisi dan penyebab disorientasi seseorang. Agar segera sembuh, pastikan obat tersebut dikonsumsi rutin sesuai petunjuk dokter.
  • Menjaga pola hidup yang sehat
Anda juga perlu menjaga pola hidup yang sehat sebagai salah sastu cara mengatasi disorientasi. Mengonsumsi obat saja tidak cukup jika Anda belum memiliki pola makan yang baik, tidur cukup, lingkungan sehat, serta olahraga teratur. Pola hidup sehat sangat penting untuk mempercepat proses penanganan disorientasi.   
 
Anda dapat menandai ketika seseorang mengalami disorientasi sebab terdapat beberapa gejala penyerta. Gejala penderita disorientasi di antaranya yaitu delirium, delusi, kebingungan, agitasi, halusinasi, serta sering bepergian tanpa arah. Jika muncul salah satu atau lebih dari gejala yang disebutkan tersebut, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan secepatnya.
 
 
 



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 23 September 20 - 20:34 WIB
Dibaca sebanyak : 43 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback