Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Uang Kertas dan Corona: Siasat BI Atasi Pandemi

Uang Kertas dan Corona: Siasat BI Atasi Pandemi
Virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, yang menjadi penyebab Covid-19 bisa menempel dan hidup di berbagai jenis pemukaan benda. Droplet dari penderita kemungkinan menempel di sana dan bisa menjadi sumber penularan. Selain gagang pintu, tombol lift, atau telepon seluler, uang kertas juga menjadi benda yang harus diwaspadai. Uang kertas dan corona bahkan telah mencapai keserasian di tengah pandemi ini.
 
Selain Tiongkok yang telah menjalankan prosedur untuk menangkal persebaran virus corona melalui uang kertas, Indonesia tak mau ketinggalan. Institusi yang bertugas mengurus masalah keuangan di Indonesia, Bank Indonesia (BI), memiliki siasat untuk situasi sekarang ini.
 
Jika di Tiongkok pemerintah melakukan pembersihan uang, dengan cairan disinfektan, sinar ultraviolet (UV), hingga “memusnahkan” uang yang memiliki potensi penularan yang tinggi, Indonesia melalui BI menjalankan mekanisme yang sama. BI melakukan pengondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan atau Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) berupa karantina selama 14 hari dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum diolah dan didistribusikan kembali kepada masyarakat.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, mengatakan bahwa prosedur itu dilakukan tak lain untuk memastikan uang yang beredar tidak terdapat droplet yang disusupi virus corona. "Memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang rupiah," ujarnya.
 
Selain itu, BI berkoordinasi dengan perbankan atau PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang rupiah dengan memerhatikan aspek K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang rupiah.
 
"Ke depan, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya guna mencermati dan memantau perkembangan penyebaran Covid-19, termasuk implikasinya terhadap perekonomian nasional," tukas Onny.
  • Imbauan WHO Terkait Uang Kertas dan Corona
Semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia, organisasi kesehatan sejagad, WHO, mengimbau untuk sementara mengurangi transaksi tunai dengan uang fisik. Organisasi yang berkantor di Jenewa, Swiss, tersebut menyarankan kepada masyarakat dunia untuk beralih ke transaksi nontunai untuk menghindari kontak dengan uang kertas. Imbauan itu didasari oleh kekhawatiran persebaran virus melalui uang kertas. Dikutip dari The Telegraph, Covid-19 kemungkinan dapat menempel di permukaan uang kertas selama beberapa hari. Meski begitu, belum ada penelitian terkait hal tersebut.
 
Kendati demikian, beberapa hasil penelitian terdahulu terkait virus corona jenis lain mengungkapkan bahwa mereka memang memiliki peluang hidup di permukaan benda berbahan dasar kertas, termasuk uang kertas.
 
Hasil studi yang dimaksud dilakukan pada virus corona jenis Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Dalam laporannya, virus corona jenis itu dapat hidup hingga 72 jam pada kertas. Berdasarkan kesamaan struktural di antara berbagai jenis virus corona, masuk akal bila hal ini berlaku pula pada virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 ini.
Lantaran persebarannya melalui droplet, kita tak pernah benar-benar yakin apakah di permukaan uang yang kita pegang bebas dari bercak penderita Covid-19. Ketika itu terjadi, kemudian Anda langsung menyentuh selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut, tanpa mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu, maka kemungkinan virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi Anda amatlah terbuka lebar.
 
Akibatnya, Anda bisa saja mengalami infeksi penyakit tertentu yang disebabkan oleh berbagai bakteri atau virus tersebut, termasuk virus corona COVID-19. Oleh karena fakta dan kemungkinan terkait uang kertas dan corona tersebut, menunjukkan sikap waspada dan mengantisipasi kans tersebut adalah suatu tindakan yang bijak.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 14 April 20 - 11:51 WIB
Dalam Kategori : UANG KERTAS, CORONA, VIRUS CORONA, COVID 19
Dibaca sebanyak : 268 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback