Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Tulang Dahi: Apa Yang Perlu Diketahui?

Tulang Dahi: Apa Yang Perlu Diketahui?
Tulang dahi atau disebut sebagai tulang frontal adalah tulang kepala yang berbentuk mangkuk yang terletak pada bagian depan kepala, di atas tulang hidung, dan di depan tulang parietal atau ubun-ubun.
 
Walaupun tulang dahi terletak pada bagian depan atas tengkorak, tulang dahi menyatu ke bagian belakang tengkorak. Pada masa bayi, tulang dahi dihubungkan melalui jahitan frontal dan membentuk secara menyeluruh di bagian atas kepala.
 
Bagian Tulang Dahi
 
Tulang dahi terdiri dari 3 bagian, antara lain:
  1. Bagian nasal
Bagian nasal merupakan bagian hidung pada tulang dahi yang terletak anterior antara dua bagian orbital tulang dahi yang membentuk bagian atas rongga pada hidung.
  1. Bagian orbital
Bagian orbital atau horizontal pada tulang dahi membentuk orbit dan sinus etmoid. Bagian orbital terdiri dari dua lubang yang terletak pada bagian depan dan belakang orbital sebagai jalur saraf agar masuk ke sinus.
  1. Bagian skuamosa
Bagian skuamosa adalah bagian terbesar pada tulang dahi yang menampung sinus frontal, namun dipisahkan oleh septum. Bagian skuamosa terlihat datar, namun memiliki cekungan pada bagian dalam yang berisi berbagai organ dimana bagian hidung dan kelopak mata bagian atas terdapat sinyal sensori.
 
Fungsi Tulang Dahi
 
Tulang dahi memiliki beberapa fungsi, antara lain:
  • Membentuk tengkorak
Salah satu kegunaan utama dibentuknya tulang dahi adalah membentuk tengkorak. Tulang dahi dibentuk secara menyeluruh pada bagian atas. Tidak hanya itu, tulang dahi juga memberikan struktur pada tengkorak, termasuk bagian hidung dan mata.
  • Melindungi bagian dalam kepala
Peran lain yang dimiliki oleh tulang dahi adalah melindungi isi kepala. Di dalam kepala, terdapat otak, mata, otot, dan saraf. Tulang dahi dibentuk dari mineral keras untuk melindungi organ tubuh di dalam kepala dari benturan.
  • Membantu sel induk bekerja
Kegunaan lain yang dimiliki oleh tulang dahi adalah membantu sel induk atau stem cell bekerja. Sel induk adalah salah satu elemen penting agar kepala, khususnya bagian otak, dapat bekerja dengan baik. Sel induk berperan dalam memproduksi sel darah putih, trombosit, dan sel darah merah.
 
Gangguan Yang Dialami Pada Tulang Dahi
 
Seperti organ tubuh lain, seseorang juga bisa mengalami penyakit atau kondisi medis tertentu yang melibatkan tulang dahi. Gangguan yang paling umum adalah keretakan pada tulang dahi yang disebabkan karena seseorang mengalami kecelakaan ketika berolahraga atau kerja misalnya, hingga kecelakaan mobil yang mengakibatkan terjadinya luka yang cukup fatal.
 
Selain itu, gangguan lain yang bisa terjadi disebabkan oleh kraniosinostosis dan hyperostosis frontalis inferna. Kraniosinostosis merupakan kondisi yang terjadi pada bayi yang disebabkan oleh cepatnya penutupan persendian pemisah tulang dahi. Persendian yang sempurna menutup ketika anak memasuki usia 2 tahun.
 
Jika bayi mengalami penutupan persendian dengan cepat, akibatnya tidak akan memiliki bentuk tengkorak yang normal. Tidak hanya itu, kepala tidak akan bisa melebar untuk menampung pertumbuhan otak. Selain itu, jika kondisi tersebut tidak ditangani, efek samping yang kemungkinan dialami anak antara lain bentuk kepala yang abnormal, meningkatnya tekanan otak, perkembangan seseorang terhambat, serta kekejangan.
 
Hyperostosis frontalis inferna terjadi ketika satu bagian pada tulang dahi lebih besar dari bagian lain. Kemungkinan gangguan yang dialami penderita antara lain sakit kepala, pertumbuhan rambut secara berlebihan, kekejangan, obesitas, diabetes insipidus, bahkan gangguan pada kelenjar seks.
 
Pada tulang dahi, tidak ada perawatan yang tepat dalam mengatasi gejala hyperostosis frontalis inferna. Namun dokter biasanya mengobati masalah ini dengan obat atau perawatan yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 04 Februari 20 - 14:13 WIB
Dibaca sebanyak : 60 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback