Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Tindakan Medis Bronkoskopi Apakah Memiliki Efek Samping?

Tindakan Medis Bronkoskopi Apakah Memiliki Efek Samping?
Bronkoskopi adalah sebuah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk memeriksa saluran udara. Dokter akan memasukkan sebuah alat yang disebut ‘bronchoscope’ melalui hidung atau mulut dan masuk ke dalam paru-paru untuk menuju paru-paru Anda. Alat bronchoscope ini terbuat dari bahan serat optik yang sangat fleksibel. Di ujungnya, terdapat lampu dan kamera untuk membantu dokter melihat kondisi di dalam paru-paru. Tindakan medis ini dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosa beberapa penyakit seperti penyakit paru-paru, tumor, batuk kronis, dan adanya infeksi di dalam paru-paru. Dokter akan meminta Anda untuk melakukan bronkoskopi apabila hasil pencitraan sinar-X dan CT menunjukkan adanya infeksi, tumor, ataupun paru-paru yang kolaps. Dalam beberapa kasus, bronkoskopi juga dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan penyakit. Misalnya, dokter dapat menggunakan bronkoskopi untuk memberikan obat langsung ke paru-paru atau mengambil benda asing (seperti makanan) yang menyebabkan penyumbatan di saluran udara.
Jenis pencitraan yang dilakukan saat bronkoskopi
Bentuk pencitraan yang canggih kadang digunakan pada saat bronkoskopi dilakukan. Teknik yang lebih canggih ini dapat memberikan gambar bagian dalam paru-paru yang lebih jelas. Beberapa jenis teknologi pencitraan selama bronkoskopi misalnya:
  • Pada saat bronkoskopi virtual, dokter akan menggunakan CT scan untuk melihat saluran udara dengan lebih detail.
  • Pada saat USG bronkial, dokter menggunakan pemeriksaan ultrasonografi yang terpasang di bronchoscope untuk melihat saluran udara.
  • Pada saat bronkoskopi fluoresensi, dokter menggunakan lampu neon yang dipasang di bronchoscope untuk melihat bagian dalam paru-paru.
Hasil dan diagnosa bronkoskopi
Bronkoskopi merupakan sebuah prosedur medis yang cepat. Setelah obat bius Anda memudar, dokter bisa langsung memberikan hasil dan diagnosa dari apa yang ia lihat selama prosedur berlangsung. Apabila dokter melakukan pemeriksaan lain (seperti biopsi), hasil tes dapat membutuhkan waktu beberapa hari hingga minggu. Dalam hasil tes yang normal, dokter berarti tidak melihat adanya tanda-tanda benda asing, penyumbatan, ataupun cairan atau sel-sel tidak normal yang ada pada bronkus. Sementara itu, apabila hasil tidak normal, dokter akan merekomendasikan tes atau perawatan lanjutan. Bisanya, hasil tidak normal tersebut mengindikasikan adanya gangguan seperti infeksi bakteri, infeksi virus, jamur atau parasit, peradangan pada jaringan paru-paru, kerusakan paru-paru, kanker, bronkus yang menyempit, dan penolakan paru-paru hasil transplantasi.
Risiko dan komplikasi bronkoskopi
Bronkoskopi merupakan sebuah tindakan medis yang aman dilakukan untuk banyak orang. Namun, sama halnya dengan prosedur medis lain, ada beberapa risiko yang dapat terjadi, misalnya terjadi pendarahan (apabila biopsi dilakukan), infeksi, sulit bernapas, dan kadar oksigen yang rendah saat pemeriksaan dilakukan. Hubungi dokter segera apabila Anda memiliki gejala seperti demam, batuk darah, dan sulit bernapas. Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya komplikasi yang membutuhkan bantuan medis, misalnya infeksi.
Meskipun sangat jarang terjadi, bronkoskopi juga dapat menyebabkan serangan jantung dan paru-paru yang kolaps. Kondisi tersebut sangat berisiko dan dapat mengancam jiwa. Dalam kasus paru-paru kolaps, hal tersebut dapat disebabkan oleh pneumothorax, atau meningkatnya tekanan pada paru-paru karena keluarnya udara ke selaput paru-paru Anda. Hal ini dapat terjadi akibat adanya tusukan atau kebocoran pada paru-paru saat prosedur bronkoskopi berlangsung, dan lebih umum terjadi apabila dokter menggunakan bronchoscope yang kaku dan bukan scope serat optik yang lebih fleksibel. Apabila udara berkumpul di sekitar paru-paru selama prosedur berlangsung, dokter dapat menggunakan tabung dada untuk membuang udara tersebut.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 13 April 20 - 17:29 WIB
Dibaca sebanyak : 305 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback