Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Terlalu Sering Mengonsumsi Jeroan Ayam? Ini Risikonya!

Terlalu Sering Mengonsumsi Jeroan Ayam? Ini Risikonya!
 
Di Indonesia, jeroan ayam sering kali menjadi makanan favorit hampir semua orang. Pasalnya, banyak sekali kreasi masakan untuk makanan jeroan. Misalnya saja dibuat sate, digoreng, sambal hati atau ampela dan jenis olahan lainnya. Selain itu, harganya pun sangat terjangkau jika dibandingkan dengan daging ayamnya.
Tidak hanya disandingan dengan nasi saja, jeroan pun bisa menjadi pelengkap saat Anda menyantap bubur pada pagi hari. Namun, tidak sedikit pula orang yang khawatir akan efek samping dari mengonsumsi jeroan pada ayam ini. Sebenarnya apa saja sih hal-hal buruk yang bisa terjadi pada tubuh saat kita mengonsumsi jeroan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Bahaya Mengonsumsi Jeroan Terlalu Sering
Meskipun jeroan pada ayam ini memiliki banyak sekali kandungan gizi serta nutrisinya, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan pun akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh Anda. Terlebih lagi bagi Anda yang memiliki penyakit bawaan. Berikut beberapa bahaya makan jeroan ayam secara berlebihan.
Asam Urat
Asam urat adalah jenis radang sendi paling umum dan sering kali diderita banyak orang. Penyakit asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah, yang menyebabkan persendian menjadi bengkak dan umumnya terasa nyeri. Oleh karena itulah yang membuat penderita asam urat disarankan untuk menghindari makan jeroan.
Kolesterol Tinggi
Kandungan kolesterol pada hati ayam memang tergolong tinggi, pun pada jeroan yang lainnya. Maka dari itu, biasanya seseorang yang memiliki tingkat kolesterol yang tinggi akan diminta untuk tidak mengonsumsi jeroan, baik ayam atauun jeroan pada hewan lainnya. Karena jeroan umumnya mengandung kadar kolesterol dan lemak yang  tinggi.
Ada masanya tubuh memang membutuhkan lemak, tetapi jika yang diterima jumlah lemak yang tinggi tentu hal tersebut akan membahayakan diri Anda. Hal yang paling berbahaya bisa terjadi, seperti terkena penyakit jantung, stroke hingga berbagai jenis penyakit kanker.
Kelebihan Vitamin A
Jeroan ayam memang memiliki banyak sekali mengandung vitamin, pun demikian dengan hati ayam. Hati pada ayam mengandung banyak sekali vitamin A. Masalahnya, jika Anda mengonsumsi hati ayam terlalu banyak dapat menyebabkan kelebihan vitamin A pada tubuh.
Hal tersebut dapat menyebabkan keracunan atau hipervitaminosis. Beberapa gejala yang mungkin muncul akibat kelebihan vitamin A ini antara lain, mual, muntah, diare, sakit kepala hingga kerusakan hati. Jadi, konsumsi jeroan atau hati ayam sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan supaya kandungan gizi ataupun vitamin dapat diserap sesuai kebutuhan dan sebagaimana mestinya.
Hal ini pun perlu diperhatikan pada ibu hamil. Kandungan vitamin A yang tinggi pada hati ayam memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, National Institute of Health merekomendasikan ibu hamil untuk mengonsumsi vitamin A di bawah 10.000 IU perharinya. Jika mengonsumsi di atas batas yang telah ditentukan dikhawatirkan dapat menyebabkan cacat lahir yang serius serta kelainan pada bayi.
Cacat lahir yang dimaksud termasuk cacat jantung, sumsum tulang belakang dan neural tube defect (cacat bawaan yang timbul akibat tidak sempurnanya penutupan lempeng saraf-neural plate), kelainan mata, telinga dan hindung serta cacat pada saluran pencernaan dan ginjal.
Jadi, jika ibu hamil mengonsumsi vitamin A lebih dari batas yang telah ditentukan perharinya dari makanan maka memiliki risiko 80% lebih tinggi memiliki anak cacat lahir, dibandingkan dengan ibu hamil yang hanya mengonsumsi 5000 IU vitamin A perharinya. Nah, bagi ibu hamil ada baiknya untuk mengurangi asupan jeroan ayam selama masa kehamilan, terlebih lagi jika Anda juga mengonsumsi suplemen vitamin A.
 
Bagaimana apakah Anda masih menyukai jeroan ayam setelah mengetahui beberapa dampak buruk bagi kesehatan? Pada dasarnya, mengonsumsi makanan apapun jika berlebihan pasti akan menimbulkan efek negatif pda tubuh. Konsumsilah secara benar supaya Anda pun mendapatkan asupan gizinya dengan baik.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 29 Juli 20 - 14:00 WIB
Dibaca sebanyak : 33 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback