Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Terapi Hiperbarik

Terapi Hiperbarik
Manusia hidup dengan oksigen dan perlu menghirup udara sepanjang waktu. Oksigen merupakan hal penting yang perlu dijaga manusia. Jika manusia kekurangan oksigen, mereka kehabisan nafas dan perlu ditangani dengan tindakan medis. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah terapi hiperbarik.
 
Manusia pada umumnya terdapat sel darah merah yang memiliki kegunaan untuk membawa oksigen yang diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Manusia perlu menghirup oksigen secukupnya karena hal ini dapat membantu melawan bakteri pada tubuh dan merangsang pembentukan sel punca dalam proses penyembuhan.
 
Jika manusia memiliki masalah pada sel darah merah, terapi hiperbarik bisa menjadi pilihan yang baik untuk mengatur pernafasan. Jika pasien dirawat dengan menjalankan terapi hiperbarik, mereka akan diarahkan ke ruangan khusus yang memiliki alat bantu pernafasan. Alat bantu pernafasan yang tersedia antara lain ruangan itu sendiri (ruangan bertekanan) atau tabung bertekanan.
 
Ketika pasien menjalankan terapi hiperbarik, mereka dapat menghirup udara dengan jumlah sebanyak tiga kali dari udara normal. Terapi hiperbarik sering digunakan untuk mencegah penyakit dekompresi, yang biasanya disebabkan oleh menyelam secara berlebihan. Terapi hiperbarik juga dapat mencegah infeksi berat, emboli udara, dan luka kronik.
 
Pada dasarnya, manusia memerlukan kadar oksigen pada jaringan tubuh dengan jumlah secukupnya agar mereka dapat bernafas dengan baik. Jika manusia mengalami kerusakan pada jaringan tubuh, manusia akan memerlukan suplai oksigen yang lebih.
 
Jaringan tubuh akan bekerja secara optimal jika jumlah oksigen di dalam tubuh meningkat. Selain itu, jaringan tubuh mampu memperbaiki fungsi penyembuhan, dan infeksi akan lebih mudah dicegah jika jumlah oksigen di dalam tubuh lebih banyak.
 
Alasan Terapi Hiperbarik Perlu Dilakukan
 
Dokter biasanya menyarankan pasien untuk melakukan sesi terapi hiperbarik jika pasien mengalami kondisi medis berupa:
  • Anemia berat.
  • Emboli udara.
  • Luka bakar.
  • Abses otak.
  • Penyakit dekompresi.
  • Tuli secara mendadak.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Infeksi kulit yang menyebabkan kerusakan jaringan.
  • Gangren.
  • Luka kronik.
  • Cedera sehingga mengakibatkan bagian tubuh remuk.
  • Cedera akibat radiasi.
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.
  • Cangkok jaringan kulit.
 
Prosedur Terapi Hiperbarik
 
Ada beberapa kriteria yang perlu pasien ketahui jika perlu melakukan terapi hiperbarik. Kriteria untuk menjalankan terapi hiperbarik adalah sebagai berikut:
  • Oksigen murni dapat membantu pernafasan secara optimal kepada pasien, namun oksigen murni mudah rentan terhadap api. Oleh karena itu, benda yang mudah memicu terjadinya kebakaran dan bahan yang mengandung petroleum (contohnya adalah produk kosmetik) dilarang digunakan saat terapi hiperbarik berlangsung.
  • Tidak hanya menerapkan larangan untuk membawa benda yang dapat memicu kebakaran, pasien juga diminta untuk ganti pakaian mereka dengan pakaian khusus ruang oksigen murni.
  • Terapi hiperbarik berlangsung selama kurang lebih dua jam. Selama terapi berlangsung, pasien diminta untuk berbaring atau duduk di ruang yang menyediakan oksigen murni.
  • Pasien tentunya akan merasakan sensasi penuh di telinga seolah-olah mereka ada di dalam pesawat atau berada di tempat yang tinggi, karena ruangan untuk melakukan terapi hiperbarik memiliki oksigen tiga kali lipat dari udara normal. Pasien dapat mengurangi sensasi penuh dengan menguap atau menelan ludah.
  • Selama terapi berlangsung atau menghirup oksigen murni, pasien hanya perlu bernafas seperti biasa. Dokter juga membantu pasien dengan memantau perkembangan pada pernafasan pasien.
  • Setelah pasien selesai menjalankan terapi hiperbarik, mereka akan merasa lelah atau lapar, namun mereka tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa setelah beristirahat sejenak.
 
Dokter akan meminta pasien untuk menjalankan terapi hiperbarik selama lebih dari sekali karena bergantung pada kondisi medis pasien. Misalnya:
  • Jika pasien mengalami keracunan karbon monoksida, mereka perlu melakukan terapi hiperbarik selama tiga kali.
  • Jika pasien mengalami luka yang tidak kunjung sembuh, mereka perlu melakukan terapi hiperbarik selama 20 hingga 40 kali.
 
Meskipun terapi hiperbarik adalah prosedur yang aman untuk diterapkan, pasien tetap saja bisa mengalami gejala pada tubuh, namun jarang terjadi. Kemungkinan gejala yang dialami antara lain:
  • Miopia atau rabun jauh.
  • Cedera pada telinga.
  • Cedera pada paru-paru.
  • Kekejangan.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 03 Maret 20 - 16:29 WIB
Dalam Kategori : TERAPI HIPERBARIK
Dibaca sebanyak : 231 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback