Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Tak Hanya Orang Deawas, Bayi Juga Bisa Terinfeksi Cytomegalovirus

Tak Hanya Orang Deawas, Bayi Juga Bisa Terinfeksi Cytomegalovirus
Infeksi cytomegalovirus bisa terjadi pada bayi baru lahir atau disebut kongenital CMV. Biasanya bayi tidak menunjukkan tanda dan gejala saat terinfeksi. Akan tetapi, masalah kesehatan berpotensi akan muncul beberapa waktu kemudian seiring tumbuh kembang bayi, bahkan kemungkinan buruknya bayi bisa mengalami kematian akibat virus ini.
Penyebab CMV pada bayi
Cytomegalovirus dapat tinggal di dalam tubuh manusia selama seumur hidup. Salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus ini yaitu herpes. Tak hanya itu, CMV juga bisa mengakibatkan beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem saraf, pencernaan, hati, atau paru-paru.
Seorang ibu yang yang terinfeksi CMV bisa menularkan kepada bayinya melalui aliran darah yang melewati plasenta saat di dalam kandungan. Kondisi ini bisa terjadi apabila ibu terinfeksi CMV pertama kali atau terinfeksi saat hamil setelah sebelumnya pernah terinfeksi. Selain itu,  ibu menyusui juga bisa menularkan CMV ke bayi yang disusuinya.
Wanita hamil dapat tertular melalui cairan tubuh, seperti air liur dan urin terutama yang berasal dari anak-anak. Untuk mengurangi risiko tertular, sebaiknya ibu hamil menghindari berbagi makanan, minuman, menggunakan peralatan makan bersamaan, serta kontak fisik dengan orang yang dinilai berpotensi terinfeksi sebisa mungkin.
Tanda dan gejala
Salah satu gejala yang mungkin akan muncul dan paling khas yaitu gangguan pendengaran dan perkembangan bayi yang lamban dibandingkan bayi lain seusianya. Beberapa kasus juga ditemukan bayi yang mengalami gangguan penglihatan.
Berikut ini merupakan tanda dan gejala umum apabila bayi terinfeksi CMV:
·      Kelahiran prematur
·      Berat badan bayi rendah (BBLR)
·      Jaundice
·      Hati membesar
·      Bercak ungu atau ruam pada kulit
·      Ukuran kepala yang tidak normal (microencephaly)
·      Limpa membesar
·      Pneumonia
·      Kejang-kejang
Pada beberapa kasus yang tergolong parah, bayi bisa mengealami kematian sesaat setelah kelahiran karena infeksi CMV.
Jika beberapa tanda dan gejala tersebut muncul pada bayi, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 
Pemeriksaan dan pengobatan
Meskipun tanda dan gejala tidak muncul, infeksi CMV bisa diketahui melalui pemeriksaan air liur, urin, atau darah. Pengambilan sampel air liur dan urin lebih disarankan daripada darah. Sampel diambil 2 atau 3 minggu setelah bayi lahir.
Apabila diagnosis CMV telah ditegakkan, biasanya dokter akan memberikan antivirus. Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention, salah satu antivirus utama untuk pengobatan CMV pada bayi yakni valganciclovir. Antivirus ini  hanya bisa digunakan bayi berumur lebih dari 1 bulan sehingga kejadian infeksi akan berkurang.
Seperti pengobatan lainnya, valganciclovir memiliki beberapa efek samping yang harus diwaspadai, diantaranya:
·      Sakit kepala
·      Nyeri perut
·      Muntah
·      Diare
·      Konstipasi
·      Sulit tidur
·      Kelelahan
·      Tidak nafsu makan
·      Nyeri tulang belakang
·      Nyeri sendi atau otot
·      Kejang otot
·      Pusing
Beberapa bayi atau anak-anak mungkin tidak merasakan efek samping tersebut. Di sisi lain, Anda perlu waspada jika muncul gejala alergi, infeksi, pendarahan, masalah ginjal yang ditandai gangguan pada urin, pembengkakan di tangan, kaki, atau perut. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan lainnya dengan efek samping yang lebih sedikit.
Saat berkonsultasi dengan dokter di awal pemeriksaan, siapkan beberapa pertanyaan terkait kesehatan bayi seperti tanda dan gejala yang dialami serta berapa lama hal tersebut telah terjadi. Selanjutnya dokter akan melakukan diagnosis dan pengobatan jika bayi memang terinfeksi CMV.  
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 28 Oktober 20 - 11:28 WIB
Dibaca sebanyak : 91 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback