Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Sirosis Hati: Bagaimana Cara Mengatasinya?

 
1
 
Sirosis hati adalah penyakit yang terjadi pada hati ketika jaringan sel yang ada pada hati tidak aktif lagi dan digantikan dengan sel yang baru, namun sel-sel baru memperburuk kondisi hati dan seseorang berpotensi mengalami penyakit tersebut dalam jangka waktu lama.
 
Sirosis hati terjadi karena penyempitan melalui pembuluh darah yang dipengaruhi oleh infeksi atau sebagian besar disebabkan oleh alkohol. Tidak hanya penyempitan melalui pembuluh darah, namun sirosis hati juga menyebabkan luka atau goresan pada hati sehingga hati sulit untuk mencegah masalah pada organ tubuh.
 
Hati berperan penting dalam tubuh manusia. Kegunaannya adalah menyaring atau mengeluarkan racun dari tubuh manusia, membersihkan darah, membentuk enzim untuk mencerna makanan, menyimpan gula untuk nutrisi, dan melawan infeksi.
 
Gejala
 
Jika seseorang mengalami sirosis hati, kemungkinan gejala yang dialami antara lain:
  • Merasa kelelahan.
  • Mudah memar hingga berdarah.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Merasa mual.
  • Kehilangan berat badan.
  • Telapak tangan memerah.
  • Kebingungan.
  • Nafsu yang berkurang untuk melakukan seks.
  • Kehilangan menstruasi (khusus wanita).
  • Pembesaran pada payudara (khusus pria).
  • Demam.
  • Muntah darah.
  • Penyakit pada tulang sehingga tulang mudah patah.
 
Penyebab
 
Ada berbagai penyebab yang memicu terjadinya sirosis hati, antara lain:
  • Penggunaan alkohol kronis.
  • Infeksi sifilis dan brucellosis.
  • Penyakit hepatitis B, C, dan D.
  • Perlemakan pada hati.
  • Penyakit Wilson yang disebabkan oleh zat tembaga yang terakumulasi di hati.
  • Penyakit genetik, khususnya pada pencernaan.
  • Saluran empedu yang rusak.
  • Pengaruh obat-obatan seperti metrotreksat atau isoniazid.
  • Kelainan pada pencernaan.
  • Kelainan dalam metabolisme gula.
  • Kelebihan zat besi pada tubuh.
 
Komplikasi
 
Selain itu, jika seseorang mengalami sirosis hati, kemungkinan komplikasi yang dialami antara lain:
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pembengkakan pada kaki dan perut.
  • Pembesaran pada limpa.
  • Pendarahan.
  • Malnutrisi.
  • Racun yang berkembang pada bagian otak.
  • Kekuningan pada kulit.
 
Diagnosis
 
Jika Anda mengalami masalah pada hati, Anda sebaiknya hubungi dokter. Dokter akan melakukan diagnosa untuk mengetahui jika Anda terindikasi sirosis hati atau tidak. Caranya dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik.
 
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan tes darah dan radiologi yang meliputi CT scan atau MRI scan. Selain itu, dokter juga menyarankan untuk melakukan biopsi dengan mengambil sampel jaringan hati untuk diuji di laboratorium melalui mikroskop.
 
Setelah melakukan tes, dokter akan memberikan hasil pada Anda jika Anda terindikasi sirosis hati atau tidak. Namun, jika Anda terkena penyakit tersebut, ada dua tahap yang memungkinkan terjadi, yaitu kompensasi atau dekompensasi.
 
Kompensasiterjadi bila hati terkena goresan, namun berfungsi dengan baik. Dekompensasi terjadi bila hati Anda terluka parah dan hati tidak berfungsi dengan baik. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda memiliki banyak gejala.
 
Obat
 
Ada berbagai cara untuk mencegah sirosis hati, namun tergantung pada seberapa parah luka hati yang dialami. Jika Anda mengalami komplikasi karena sirosis hati, Anda dapat meminum diet rendah sodium untuk mencegah pembengkakan pada hati.
 
Anda bisa menggunakan obat tekanan darah untuk mengurangi tekanan darah pada tubuh yang menyebabkan bengkak dan pecah pada pembuluh darah. Namun, peluang tersebut tidak selalu berhasil karena jika kondisinya memburuk, kemungkinan Anda perlu menjalani operasi.
 
Selain itu, obat yang Anda dapat gunakan adalah obat antibiotik dan vaksinasi. Kedua obat tersebut dapat mencegah infeksi pada tubuh. Anda jangan menggunakan obat yang mengandung racun untuk mencegah peradangan, Anda sebaiknya menggunakan obat steroid sebagai penggantinya.
 
Pencegahan
 
Untuk pencegahan, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:
  • Hindari risiko hepatitis seperti berhubungan intim yang tidak sehat.
  • Konsumsi makanan yang sehat, perbanyak buah-buahan dan sayuran, dan kurangi penggunaan alkohol kronis.
  • Jaga berat badan ideal karena obesitas memiliki lemak yang mudah merusak hati.
 
Jika Anda sudah mencoba beberapa cara di atas, namun kondisi memburuk, Anda sebaiknya konsultasikan masalah sirosis hati dengan dokter. Mungkin saja Anda perlu transplantasi hati jika tidak berfungsi dengan baik. Anda bisa mendapatkan hati dari orang yang sudah mati, namun biasanya membutuhkan waktu untuk mencari hati yang tepat untuk disumbangkan.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 27 Februari 20 - 14:36 WIB
Dalam Kategori : SIROSIS HATI
Dibaca sebanyak : 237 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback