Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Sekilas Tentang Mekanisme Kerja Naproxen

Sekilas Tentang Mekanisme Kerja Naproxen

 

Untuk mengetahui cara kerja dari Naproxen, kita bisa melacaknya dari mana obat ini berasal. Perlu diketahui bahwa Naproxen adalah obat yang masuk ke dalam golongan antiinflamasi non steroid atau dalam Inggris disebut Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).

Secara umum obat yang masuk ke dalam golongan ini memiliki kegunaan untuk meredakan atau mengurangi peradangan oleh berbagai macam sebab. Ketika obat ini dikonsumsi, ia akan bekerja meredakan nyeri dan menurunkan demam. Naproxen dan golongan obat NSAID lainnya umum sekali digunakan untuk mengatasi sakit kepala, nyeri menstruasi, keseleo, hingga nyeri sendi.

Mekanisme kerja Naproxen dan obat NSAID lain bisa mencapai dampak atau manfaat tarapeutik (penyembuhan) yang diingankan bermula dengan penghambatan enzim siklooksigenase (COX). Enzim inilah pemegang peran penting di balik terjadinya peradangan di tubuh manusia.

Kenyataan ini dikarenakan fungsi dari enzim itu sendiri. Sebagai suatu enzim, COX mengkatalisis pembentukan mediator pro-inflamasi, seperti prostaglandin dan tromboksan, dari asam arakidonat. Mekanisme ini pertama kali dijelaskan oleh ahli farmakologi Inggris, Sir John Vane.

Sementara itu, ada dua jenis isoenzim COX yang mana keduanya memainkan peran biologis yang sangat berbeda:

Pertama adalah enzim COX-1 atau enzim yang diekspresikan secara konstitutif untuk merangsang prostaglandin yang diperlukan dalam melindungi mukosa lambung. Isoform COX-1 juga bertanggung jawab untuk menjaga perfusi ginjal dengan melebarkan arteriol. Ini juga menghambat pembentukan trombus di endotel vaskular.

Sementara yang kedua adalah enzim COX-2 atau dapat dikenal juga sebagai isoform yang dapat diinduksi sehingga merangsang sintesis prostaglandin yang berkontribusi terhadap nyeri dan peradangan.

Perlu diketahui bahwa penghambatan enzim COX-1 bertanggung jawab untuk sebagian besar efek samping obat-obatan NSAID, termasuk Naproxen, yang ada terutama efek samping gastrointestinal, seperti peningkatan risiko perdarahan, dan juga efek samping ginjal serta kardiovaskular.

Adapun manfaat terapeutik dari NSAID muncul terutama melalui penghambatan enzim COX-2, meskipun ada beberapa tingkat tumpang tindih antara kedua isoform tesebut. Kebanyakan NSAID bekerja melalui penghambatan reversibel non-selektif dari kedua isoform enzim. Aspirin, salah satu obat NSAID, memiliki pengecualian. Pasalnya obat ini bekerja melalui penghambatan yang tidak dapat diubah.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa farmakologi NSAID, termasuk Naproxen, tidak berhenti sampai di situ. Bagaimanapun, NSAID digunakan untuk mengobati lebih dari sekedar peradangan; mereka juga digunakan untuk mengobati rasa sakit dan demam juga.

Pireksia disebabkan oleh akumulasi prostaglandin E2 atau zat yang mirip dengan hormon yang mempengaruhi termoregulasi di hipotalamus. Dengan menghambat enzim COX, NSAID mengurangi sintesis prostaglandin di dalam hipotalamus dan sebagai hasilnya, menurunkan demam. NSAID menghambat fagositosis kristal urat sehingga membantu menjelaskan mengapa obat ini efektif dalam pengobatan nyeri yang disebabkan oleh gout akut.

Menjadi penting untuk mengetahui mengenai Naproxen dan obat-obatan NSAID lainnya karena biar bagaimana juga, kelompok ini memiliki serangkaian risiko dan efek samping bagi kondisi kesehatan jika penggunaannya tidak tepat.

Beberapa obat NSAID yang pernah beredar, seperti Rofecoxib, bahkan telah ditarik peredarannya dari Uni Eropa dan Amerika Serikat karena peningkatan risiko yang substansial pada kejadian kardiovaskular yang serius, seperti infark miokard dan stroke.

Penting bagi kita untuk mewaspadai obat-obatan NSAID, termasuk Naproxen, dengan cara membaca dan mengikuti seluruh instruksi yang telah diberikan oleh dokter maupun apoteker. Dokter mungkin tidak akan memberikan obat-obatan dalam kelompok ini jika seseorang mengalami kondisi medis tertentu, seperti gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung dan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas NSAID.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 29 Desember 20 - 10:10 WIB
Dalam Kategori : NAPROXEN
Dibaca sebanyak : 36 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback