Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Sejarah Singkat Rumah Sakit Pelni

Sejarah Singkat Rumah Sakit Pelni
Rumah Sakit Pelni mungkin merupakan salah satu rumah sakit tertua di Indonesia. Bagaimana tidak? Pada bulan April 2020 nanti, Rumah Sakit Pelni akan berusia 102 tahun. Rumah sakit ini telah mengabdi selama lebih dari 1 abad untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Jakarta pada khususnya. Pada awalnya, pembangunan Rumah Sakit Pelni diprakarsai oleh seorang arsitek berkewarganegaraan Belanda yang lahir di Tulungagung bernama Frans Johan Louwrens Ghijsels pada tahun 1918. Pada saat itu Rumah Sakit Pelni masih bernama KPM Ziekenhuis atau dalam Bahasa Indonesia berarti Rumah Sakit KPM (Koninklijke Paketvaart Maastchappij). Rumah sakit tersebut dulunya khusus melakukan operasional pelayanan kesehatan bagi anak buah kapal dan keluarga perusahaan pelayaran dari Belanda. Rumah sakit tersebut berlokasi di Jalan Aipda KS. Tubuh nomor 92 – 94 Jakarta Barat dan menempati daerah dengan luas tanah lebih dari 51 ribu meter persegi.  Dr. De Koning menjadi kepala rumah sakit pertama kali, sebelum akhirnya rumah sakit KPM diambil alih pengelolaannya pada tanggal 3 Desember 1957. Rumah Sakit KPM kemudian diserahkan pada PT Pelayaran Nasional Indonesia atau disingkat PT PELNI dan nama rumah sakit kemudian diganti menjadi Rumah Sakit Pelni.
Rumah Sakit Pelni kemudian ditetapkan sebagai rumah sakit tipe B pada tahun 1975, baik secara spesialisasi maupun rujujkan bagi wilayah Jakarta Barat. Rumah Sakit Pelni kemudian ditetapkan sebagai salah satu usaha sampingan PT PELNI berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama PT PELNI pada tahun 1984. Pada tahun 2007, Rumah Sakit Pelni kemudian berubah lagi dari sebuah bentuk usaha “sampingan” menjadi salah satu anak perusahaan dari PT PELNI. Pada saat tersebut, fasilitas ditambah, Sumber Daya Manusia (SDM) ditingkatkan, dan segmen pasien yang akan mendapatkan pelayanan diperluas. Tahun 2014 menjadi tahun penting bagi Rumah Sakit Pelni. Pada tahun tersebut, Rumah Sakit Pelni menjadi mitra BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Pada tahun tersebut, Rumah Sakit Pelni juga pioneer salah satu rumah sakit BUMN yang melayani pasien BPJS. Bukan suatu hal yang mengherankan apabila pada tahun tersebut Rumah Sakit Pelni menjadi rumah sakit terbaik di Indonesia pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Untuk terus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, berbagai program layanan unggulan dihadirkan. Beberapa layanan tersebut seperti layanan jantung, mata, hati, hemodialisa, endokrin, Diagnostic Center, hati, dan juga layanan medical check up. Agar proses pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan lancar, seluruh prosedur pelayanan  telah terintegrasi dengan teknologi informasi yang diciptakan sendiri. Hal ini tentunya menjadi suatu kebanggaan sendiri bagi pihak Rumah Sakit Pelni mengingat penggunaan platform teknologi selaras dengan kemajuan teknologi saat ini dan masa depan.
Rumah Sakit Pelni memiliki visi untuk menjadi tempat terbaik proses penyembuhan pasien yang terpercaya dalam menyediakan layanan kesehatan. Selain itu, Rumah Sakit Pelni memiliki misi untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik, ramah lingkungan, nyaman, dan terjangkau. Rumah Sakit Pelni juga memiliki komitmen untuk selalu bekerja dengan akurat, berdasarkan kompetensi, tuntas, dan dengan rasa penuh tanggung jawab. Lebih dari satu abad melayani kesehatan masyarakat dari seluruh kalangan membuktikan kompetensi Rumah Sakit Pelni. Rumah Sakit Pelni juga akan terus berusaha dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bagi pasien saja, tetapi juga bagi keluarga sebagai bentuk bakti untik Indonesia.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 31 Januari 20 - 14:38 WIB
Dibaca sebanyak : 47 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback