Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Sederet Bahaya bila Hb Normal Ibu Hamil Tidak Tercapai

Sederet Bahaya bila Hb Normal Ibu Hamil Tidak Tercapai

Meski pada saat proses kehamilan kurangnya nilai Hb menjadi suatu hal yang biasa, tetapi pada situasi atau kondisi tertentu, hal itu bisa amat membahayakan bagi si ibu dan janin yang tengah dikandungnya. Lantas, apa-apa saja bahaya yang mengintai bila ada seorang ibu yang tak dapat mencapai nilai Hb normal ibu hamil? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan berikut ini.

Hb merupakan kependekan dari hemoglobin. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Banyak fungsi dari hemoglobin bagi keseimbangan tubuh seorang manusia. Utamanya adalah mengedarkan oksigen yang diangkutnya dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa “pulang” karbondioksida dari seluruh jaringan tubuh kembali ke paru-paru.

Dinyatakan bahwa tak kurang dari 40% wanita hamil yang ada di seluruh dunia tak mampu mempertahankan nilai Hb di ambang normal. Kekurangan Hb yang dalam istilah lain dikenal dengan anemia memang menjadi seperti “kejadian biasa” yang dialami oleh ibu hamil, seiring maraknya.

Pada wanita dewasa yang tidak mengandung, kadar hemoglobin normal dalam tubuhnya berkisar antara 12-16 gram per desiliter darah. Sedangkan untuk ibu hamil, angka normal hemoglobin berbeda-beda, tergantung usia kandungannya.

Akan tetapi, jika dipukul-rata, kadar Hb ibu hamil di angka 10.5 gram per desiliter masih dianggap wajar atau normal belaka jika tak ditemukan gejala atau keluhan anemia. Banyak sekali penyebab atau latar belakang mengapa ibu hamil kerap kali tak mampu menggapai kadar Hb normal. Beberapa di antaranya:

  • Kekurangan asupan zat besi, folat, atau vitamin B12;

  • Mengandung anak kembar;

  • Sudah menderita anemia sebelum hamil;

  • Jarak dengan kehamilan sebelumnya dekat;

  • Usia ibu hamil belum cukup matang (masih remaja);

  • Sering muntah karena morning sickness;

  • Perdarahan dalam jumlah banyak.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa fungsi utama hemoglobin adalah sebagai “kurir” oksigen, sementara di dalam tubuh ibu hamil terdapat “seseorang” yang lain, oleh karena itu logikanya adalah ibu hamil membutuhkan kadar hemoglobin yang cukup untuk menjamin peredaran oksigen sampai pada si janin. 

Masalahnya, banyak ibu hamil yang tidak waspada atau memperhartikan kadar hemoglobinnya. Sebab, anemia ringan saat hamil tergolong normal dan jarang menimbulkan gejala sehingga ia baru menyadari ketika kondisi itu telah terekskalasi ke tahap yang lebih serius.

Ada beberapa kasus yang terjadi dengan kondisi si ibu serta janin yang dikandungnya akibat kekurangan kadar Hb ini. Kasus-kasus kesehatan tersebut di antaranya:

  • Masalah kesehatan ibu hamil

Rendahnya nilai Hb pada ibu hamil cenderung membuatnya merasa lebih lelah, sering pusing, penampakan yang lebih pucat, sesak napas, merasa kedinginan, dan kuku mudah patah.

Apabila nilai Hb ibu hamil terlalu rendah, maka ibu hamil akan mengalami angina. Ibu hamil tersebut akan merasakan kesakitan yang cukup parah pada dadanya. Rasa sakit tersebut perlahan menjalar ke bagian tubuh yang lain.

  • Kelahiran prematur

Dampak nilai Hb rendah pada ibu hamil akan merangsang kelahiran prematur. Ibu hamil akan melahirkan bayi sebelum masuk usia kandungan pada minggu ke-37.

  • Keguguran

Tidak hanya kelahiran prematur, dampak nilai Hb yang rendah pada ibu hamil juga menyebabkan masalah kehamilan yang lain. Ada kemungkinan, ibu hamil akan mengalami keguguran jika memiliki nilai Hb yang rendah.

  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Pada beberapa kasus ibu hamil yang mengalami penurunan nilai Hb, mungkin ada yang terbebas dari masalah prematuritas atau keguguran. Akan tetapi, ibu hamil dengan Hb rendah cenderung melahirkan bayi yang memiliki berat lahir rendah, yaitu di bawah 2500 mg.

Ada lagi yang menyebutkan bahwa dampak Hb rendah pada tahap yang serius juga bisa membuat: bayi lahir dengan cacat lahir dan gangguan tumbuh kembang; bayi meninggal sebelum atau setelah dilahirkan; ibu dan bayi lebih rentan terserang infeksi; ibu mengalami pendarahan pascapersalinan; serta mendorong ibu mengalami postpartum depression.

Kurang lebih, itulah kemungkinan yang terjadi jika kadar Hb Anda terus merosot dari kadar yang semestinya. Oleh karenanya, tak ada yang salah untuk terus menjaga angka atau nilai Hb normal ibu hamil. 

Untuk mencegah terjadinya beberapa gangguan kesehatan tersebut, ibu hamil perlu mencukupi asupan gizi dengan mengonsumsi makanan penambah Hb. Mengonsumsi makanan penambah Hb ibu hamil dan suplemen hamil merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah sekaligus mengatasi anemia di masa kehamilan. Jangan lupa selalu datang atau melakukan pemeriksaan tepat waktu agar dokter kandungan Anda dapat mengontrol dan memastikan kadar Hb normal ibu hamil benar-benar Anda gapai.

 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 02 Januari 20 - 17:27 WIB
Dalam Kategori : HB, HAMIL
Dibaca sebanyak : 175 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback