Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Rumah Sakit Pondok Indah Jadi Finalis Festival Internasional

Rumah Sakit Pondok Indah Jadi Finalis Festival Internasional
World Architecture Festival (WAF) atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Festival Arsitektur Dunia, merupakan salah satu festival tahunan  dan upacara penghargaan paling bergengsi yang didedikasikan untuk industri arsitektur dan pengembangan. Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 2008, dan bertempat di Barcelona, Spanyol. Selain di Spanyol, WAF juga pernah diadakan di negara-negara lain seperti Singapura, Jerman, dan Belanda. Pada tahun 2019 kemarin, WAF diselenggarakan di Amsterdam pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2019. Setiap tahunnya, penghargaan arsitektur dalam beragam kategori di berikan untuk pemenang festival. Yang menarik dari WAF 2019 kemarin adalah adanya salah satu rumah sakit di Indonesia yang ikut menjadi finalis WAF. Rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Pondok Indah.
 
Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya menjadi finalis World Architecture Festival 2019 dan masuk dalam nominasi khusus kategori bangunan kesehatan atau Completed Buildings Health. Bangunan Rumah Sakit Pondok Indah yang memukau dan memikat para juri sendiri merupakan rancangan sebuah firma arsitek Australia bernama Silver Thomas Hanley. Menurut dr. Yanwar Hadiyanto, MARS, selaku CEO dari Rumah Sakit Pondok Indah Group, pihak mereka meminta firma arsitek Australia tersebut untuk merancang dan membuat bangunan rumah sakit dengan konsep hijau. Tidak tanggung-tanggung, berkat rancangan desain arsitekturnya, Silver Thomas Hanley berhasil membawa Rumah Sakit Pondok Indah bersanding sebagai finalis bersama gedung-gedung penyedia fasilitas kesehatan lain dari Swedia, Jepang, Inggris, Singapura, Australia, Nepal, dan juga Ghana.
 
Menurut Yanwar, desain rumah sakit dingin dan kaku membuat orang enggan untuk datang ke rumah sakit. Untuk itulah dengan konsep hijau yang pihaknya usung, Yanwar berharap bisa menghilangkan kesan tersebut. Yanwar juga mengungkapkan rasa bangganya karena desain Rumah Sakit Pondok Indah dapat terpilih sebagai salah satu finalis di ajang tahunan industri bergengsi kelas dunia tersebut. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana menunjukkan “konsep hijau” dalam sebuah desain arsitektur. Menurut Yanwar, gedung Rumah Sakit Pondok Indah memiliki balkon dengan ruang hijau yang indah. Gedung rumah sakit tersebut juga menggunakan banyak material kaca. Tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Gedung Rumah Sakit Pondok Indah memiliki “skyline”, yang dapat menyediakan penerangan secara alami saat pagi, siang, hingga sore hari. Setiap kamar di Rumah Sakit Pondok Indah juga mendapatkan penerangan alami dari sinar matahari yang baik. Konsep skyline dan penerangan alami ruangan tersebut bertujuan untuk dapat mengurangi penggunaan energi. Yanwar juga memamerkan lampu LED hemat listrik yang digunakan di rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk dapat mengoptimalkan penghematan penggunaan energi listrik.
 
Untuk dapat mengurangi produksi gas polutan, Rumah Sakit Pondok Indah kemudian mengusung konsep efisiensi energi serta air, AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, dan sustainable sites initiative atau disingkat SITES. Fasilitas yang ada di Rumah Sakit Pondok Indah juga lengkap. Menurut Yanwar, Rumah Sakit Pondok Indah – Bintaro Jaya memiliki fasilitas yang sama dengan rumah sakit lain di bawah perusahaannya. Yang berbeda adalah sebuah pintu spesial di kamar operasi yang dapat digunakan untuk mengatur tekanan dan udara. Selain itu, ruang ICU di rumah sakit tersebut memiliki kamar dengan konsep individual.
 
Saat Anda masuk ke lobi Rumah Sakit Pondok Indah, Anda akan melihat banyak karya seni dengan bentuk binatang berukuran asli. Hal ini dilakukan demi mampu mengurangi kesan dingin dan kaku yang biasa Anda temukan di rumah sakit-rumah sakit lain.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 29 Januari 20 - 17:28 WIB
Dibaca sebanyak : 70 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback