Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Resistensi Bakteri, si Pengganggu Mekanisme Kerja Antibiotik

Penggunaan obat antibiotik untuk mengobati penyakit akibat bakteri memang dikenal ampuh, akan tetapi ada fakta menarik pada sisi sebaliknya. Ternyata, selain menghambat dan/atau membunuh si bakteri, mekanisme kerja antibiotik juga dapat membuat si penyebab penyakit itu semakin kebal.
 
Situasi ini dikenal dengan istilah "resistensi". Maksud dari keadaan tersebut adalah bakteri menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik.
 
Resistensi bakteri di dalam tubuh manusia dapat terjadi lantaran beberapa alasan. Namun, resistensi antibiotik ini makin cepat terjadinya bila kita menggunakan antibiotik secara tidak rasional. Karena bila bakteri dipapar dengan antibiotik terus, lama-kelamaan bakteri tersebut akan membuat mekanisme mempertahankan diri. Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak tuntas juga disebut-sebut dapat memicu keadaan ini. Narasi yang terakhir mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita lantaran terus digaungkan oleh orang tua atau kerabat kita jika kita malas minum obat.
Resistensi antibiotik ini sebenarnya bisa terjadi secara alami (innate resistance). Artinya, resistensi akan terjadi walaupun antibiotik tersebut belum pernah dikenalkan pada bakteri. Selain itu, ada yang namanya resistensi dapatan (acquired resistance). Resistensi dapatan ini merupakan masalah besar. Resistensi dapatan merupakan akibat adanya perubahan komposisi genetik bakteri sehingga antibiotik yang awalnya sensitif (bisa membunuh atau menghambat bakteri) menjadi tidak sensitif lagi, mengakibatkan resistensi. Resistensi ini bervariasi, terkadang perubahan genetis hanya berakibat penurunan aktivitas antibiotik,  tetapi tidak sampai menghilangkan keseluruhan efektivitas antibiotik.
Adapun strategi bakteri untuk "melawan" antibiotik berfokus pada menurunkan kemampuan mekanisme kerja antibiotik sehingga apa yang kita minum "untuk mengobati" ini tak lagi efektif. Mengenai caranya, kemampuan bakteri ini dapat dipetakan menjadi empat aktivitas, di antaranya:
1. Penetralan antibiotik oleh enzim dalam bakteri
Bakteri ini mengkode gen yang menghasilkan enzim yang mengurai molekul antibiotik sebelum antibiotik ini membunuh bakteri. Contohnya adalah enzim beta laktamase, enzim ini akan menguraikan struktur beta laktam pada antibiotik, sehingga antibiotik menjadi tidak aktif lagi dan tidak dapat membunuh bakteri.
2. Membatasi kadar antibiotik dalam bakteri dengan menurunkan influx dan meningkatkan efflux
Mekanisme efluks terjadi ketika gen resisten mengkode protein yang secara aktif mendorong antibiotik keluar dari sel bakteri, sehingga kadar antibiotik di dalam sel menjadi rendah dan tidak mampu untuk membunuh bakteri.
3. Mengubah target antibiotik sehingga antibiotik tidak mampu lagi membunuh bakteri
Menghilangkan target antibiotik dengan membentuk jalur metabolik baru.
4. Menghilangkan target antibiotik dengan membentuk jalur metabolik baru.
Pada mekanisme ini, bakteri memperoleh mutasi gen yang mengubah target antibiotik sehingga menurunkan efektivitasnya. Masing-masing antibiotika dirancang untuk menyasar proses penting dalam tubuh bakteri. Sebagai contohnya, antibiotika fluorokuinolon bekerja dengan cara mengganggu fungsi protein yang terlibat dalam proses replikasi DNA bakteri. Mutasi yang menyebabkan resistensi terhadap fluorokuinolon seringkali mengubah konformasi protein ini, sehingga mengurangi pengikatan antibiotik ke sasarannya.
Bakteri mungkin menggunakan satu atau beberapa strategi untuk melawan satu jenis antibiotik tertentu. Satu strategi bisa menyebabkan resistensi terhadap beberapa jenis antibiotik, atau bahkan multi resisten terhadap antibiotik dari berbagai jenis. Bakteri tertentu mampu menghasilkan enzim yang membuat antibiotik jadi tidak aktif lagi. Terbentuknya enzim yang menginaktivasi antibiotik ini diduga merupakan penyebab tersering resistensi berbagai jenis antibiotik.
Proses-proses di atas merupakan mekanisme resistensi antibiotik di dalam bakteri (mikroorganisme). Namun, permasalahan terbesar saat ini adalah resistensi antibiotik dari satu spesies bakteri ternyata dapat disebarkan ke sekelompok bakteri lain melalui perubahan gen sehingga masalah resistensi ini sudah menjadi masalah ekologi yang luas.
Untuk menghindari bakteri yang ada di dalam tubuh Anda resisten terhadap antibiotik, sebaiknya Anda mulai menaruh sedikit perhatian pada hal ini. Anda harus mulai mengikuti arahan dokter atau tenaga medis dalam pemakaian antibiotik.
Pemakaian yang tidak rasional; meminum obat yang tidak tepat, berlebihan, atau tidak sesuai dengan kadar yang telah ditetapkan, masih diyakini kuat menjadi penyebab utama bakteri menjadi kebal. Jangan sampai mekanisme kerja antibiotik di tubuh Anda menjadi tak keruan dan justru berbalik membahayakan Anda.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 02 Januari 20 - 16:39 WIB
Dalam Kategori : ANTIBIOTIK, BAKTERI
Dibaca sebanyak : 307 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback