Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Prosedur Amniosentesis Apakah Akurat dan Aman?

Prosedur Amniosentesis Apakah Akurat dan Aman?

Amniosentesis merupakan sebuah prosedur medis tambahan yang digunakan untuk memeriksa adanya kelainan bawaan dan kondisi genetik pada janin yang masih berkembang. Ketika ada kemungkinan besar bahwa bayi mungkin akan memiliki kelainan bawaan dan kondisi genetik, ibu hamil dapat meminta prosedur medis ini untuk dilakukan. Dokter juga dapat merekomendasikan prosedur ini  pada tahap akhir kehamilan untuk memeriksa kesehatan bayi dan memastikan cairan ketuban yang ada di dalam lahir berada pada kadar yang tepat. Pada umumnya, dokter menganggap amniosentesis sebagai sebuah prosedur medis yang aman untuk dilakukan. Namun, mengingat amniosentesis merupakan sebuah prosedur medis yang invasif, ada risiko kesehatan yang menghantui prosedur ini. Sangat penting bagi ibu hamil untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter dengan jelas sebelum Anda mendapatkan prosedur tersebut. 

Prosedur amniosentesis

Amniosentesis merupakan sebuah prosedur rawat jalan, sehingga Anda tidak perlu menginap di rumah sakit. Dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound terlebih dahulu untuk memastikan lokasi janin di dalam rahim. Ultrasound merupakan sebuah prosedur yang tidak invasif. Prosedur ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menciptakan gambar janin di dalam rahim. Kandung kemih Anda harus penuh saat prosedur ultrasound berlangsung. Untuk itu, minumlah banyak air sebelum prosedur dimulai. 

Setelah ultrasound, dokter akan menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit pada daerah perut Anda. Hasil dari ultrasound tersebut akan membantu dokter menemukan tempat yang aman untuk menyuntikkan jarum. Kemudian, dokter akan memasukkan jarum lewat perut dan menuju rahim Anda, mengambil cairan ketuban dalam jumlah yang sedikit. Prosedur ini biasanya hanya akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 menit. Sementara itu, hasil dari pemeriksaan genetik dari cairan ketuban Anda akan tersedia setelah beberapa hari. Di sisi lain, hasil pemeriksaan untuk menentukan tingkat kematangan paru-paru bayi akan tersedia setelah beberapa jam. 

Amniosentesis merupakan sebuah prosedur medis yang akurat. Menurut sistem kesehatan Dartmouth-Hitchcock, hasil amniosentesis untuk down syndrome dan trisomi 18 menunjukkan keakuratan sebesar 99%. Sementara itu, untuk kasus tabung saraf terbuka tidak normal, keakuratan amniosentesis adalah 98%. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, sampel dapat memproduksi hasil yang konklusif. Apabila hal tersebut terjadi, ibu hamil dapat memilih untuk mendapatkan prosedur tersebut kembali. 

Apakah amniosentesis aman dilakukan?

Amniosentesis sangat direkomendasikan untuk dilakukan saat kehamilan berusia 16 hingga 20 minggu, yang berarti pada trimester kedua Anda. Meskipun komplikasi akibat prosedur ini dapat terjadi, komplikasi yang ditimbulkan tidak parah dan sangat jarang terjadi. Risiko keguguran hanya sebesar 0,3% saja apabila Anda mendapatkan prosedur pada trimester kedua. Risiko tersebut akan sedikit bertambah lebih besar apabila prosedur dilakukan sebelum kehamilan berusia 15 minggu. Beberapa jenis komplikasi yang dihubungkan dengan amniosentesis di antaranya adalah keram, perdarahan vagina dalam jumlah yang sedikit, cairan ketuban bocor, dan infeksi uterine. Selain itu, amniosentesis juga dapat menyebabkan infeksi (hepatitis C dan HIV) menular kepada bayi yang belum lahir. 

Dalam beberapa kasus lain, amniosentesis dapat menyebabkan sel darah bayi untuk masuk ke dalam aliran darah Anda. Hal ini penting karena ada jenis protein yang disebut dengan nama faktor Rh. Apabila Anda memiliki protein ini, darah Anda adalah Rh positif. Apabila tidak, darah Anda Rh negatif. Sangat mungkin bagi Anda dan bayi memiliki klasifikasi Rh yang berbeda. Apabila hal tersebut terjadi, dan darah Anda bercampur dengan darah bayi, tubuh Anda dapat bereaksi sama halnya dengan mendapatkan alergi akibat darah bayi.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 11 Mei 20 - 09:54 WIB
Dalam Kategori : PENYAKIT KANDUNGAN, KEHAMILAN
Dibaca sebanyak : 158 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback