Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Pleurodesis

Pleurodesis
 
Kondisi penumpukan cairan di rongga pleura disebut dengan efusi pleura, merupakan rongga di antara lapisan pleura yang membungkus paru-paru dengan lapisan pleura yang menempel pada dinding di dalam rongga dada. Keadaan ini pada umumnya merupakan komplikasi dari penyakit lain yang diderita seseorang dan bisa disembuhkan dengan pleurodesis.
 
Apabila dalam kondisi normal, setidaknya terdapat sekitar 10 ml cairan di rongga pleura yang fungsinya menjadi pelumas guna membantu melancarkan pergerakan paru ketika bernapas. Akan tetapi, pada efusi pleura, jumlah cairan ini berlebihan dan menumpuk serta bisa mengakibatkan masalah kesehatan yakni gangguan pernapasan.
 
Manfaat Pleurodesis
Merupakan sebuah prosedur penggunaan obat untuk menempelkan paru-paru ke dinding dada, metode ini menutup ruang antara lapisan luar paru-paru seseorang dengan dinding dada atau rongga pleura. Tujuan dilakukan hal tersebut adalah untuk mencegah cairan atau udara yang terus membangun di sekitar paru-paru.
 
Proses ini perlu dijalani seseorang apabila mengalami paru-paru kolaps secara berulang atau juga disebut dengan penumotoraks. Pada kondisi normal seseorang memiliki sedikit cairan di rongga pleura, ruang antara dinding dada dan paru-paru. Ketika terlalu banyak cairan di ruang tersebut, maka paru-paru tidak bisa mengembang dengan baik.
 
Diagnosa Efusi Pleura
Dalam melakukan diagnosa, dokter akan menanyakan keluhan dan gejala hingga riwayat kesehatan dari pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada dada yang meliputi beberapa hal seperti inspeksi (pengamatan), palpasi (perabaan), perkusi (ketukan) dan auskultasi yang dilakukan dengan menggunakan stetoskop.
 
Pada proses pemeriksaan ini, dokter akan mencari beberapa tanda efusi pleura berupa pergerakan dinding dada yang tampak tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan hingga pasien terlihat sesak. Kemudian, getaran (taktil fremitus) yang terasa lemah pada bagian dada yang berisi cairan dan bunyi ketukan (perkusi) yang lebih berat atau rendah akibat penumpukan cairan di dinding dada.
 
Efek Samping
Proses dilakukannya metode ini dimulai dengan dokter akan menyuntikkan obat ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada, terdapat berbagai macam zat yang bisa dipakai. Obat ini akan mengiritasi dan membuat jaringan melebar, sehingga menghasilkan jaringan parut dengan fungsi membuat paru menempel pada dinding dada.
 
Prosedur ini bisa dilakukan sendiri atau bersama-sama menggunakan proses mengalirkan udara atau cairan dari sekitar paru-paru pasien, disebut juga torakostomi atau torakoskopi. Apabila pasien menjalani prosedur ini menggunakan thoracostomy atau thoracoscopy, metode ini akan dilakukan di ruang operasi menggunakan anestesi.
 
Seperti tindakan medis pada umumnya, proses ini juga memiliki risiko komplikasi seperti infeksi, nanah di ruang pleural, demam hingga muncul rasa sakit. Selain itu, jika pasien memiliki torakostomi kemungkinan besar juga dapat termasuk terhadap paru-paru kolaps, cedera pada dinding dada dan arteri kemudian tabung yang bergerak keluar dari tempat.
Sementara itu efek samping yang muncul akibat kondisi pleurodesis adalah pasien merasakan sakit atau pegal di area tempat tabung dada diletakkan selama beberapa hari. Rasa sakit yang muncul kemungkinan akan bertambah semakin para ketika seseorang menarik napas dalam-dalam, efek lain yang juga mungkin dialami termasuk demam, sesak napas dan infeksi.
Pasca prosedur dilakukan, tabung dada tetap akan berada di tempatnya selama 24 hari hingga 48 jam atau sampai paru-paru pasien menempel pada rongga dada. Apabila pasien memiliki prosedur bedah, pasien pada umumnya akan disarankan untuk tinggal di rumah sakit dalam beberapa hari ke depan.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 20 Juli 20 - 11:52 WIB
Dalam Kategori : PLEURODESIS
Dibaca sebanyak : 138 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback