Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Perokok Lebih Rentan Mengalami Amaurosis Fugax

Perokok Lebih Rentan Mengalami Amaurosis Fugax
Amaurosis fugaxadalah kondisi di mana penglihatan mata menjadi hilang atau paling tidak samar-samar dalam waktu yang singkat. Situasi tersebut bisa muncul karena kurangnya aliran darah ke retina mata. Merujuk pada beberapa kasus, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dengan umur berapa saja.
Hanya saja, berkenaan dengan itu, terdapat kelompok-kelompok yang terbilang memiliki risiko lebih tinggi mengalami amaurosis fugax. Mereka yang memiliki risiko lebih rentan terkena penyakit ini adalah para perokok aktif maupun pasif.
Hal tersebut bisa terjadi karena aliran darah yang tersumbat ke retina mata, umumnya disebabkan karena terhalang selembar plak atau gumpalan darah yang biasanya dialami oleh seseorang yang merokok. Alasan tersebut yang kemudian membuat para perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami amaurosis fugax.
Selain itu, kelompok yang rentan terhadap penyakit tersebut adalah seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau bahkan bekas pengguna narkoba dan seseorang yang kerap meminum minuman beralkohol.
Lebih lanjut, selain itu, faktor lain yang meningkatkan risiko terkena penyakit itu adalah apabila seseorang mengalami tumor otak, pernah cedera pada bagian kepala, memiliki riwayat lupus eritematosus sistemik, riwayat mengalami multiple sclerosis, migran, atau penyakit lain yang bisa mempengaruhi pembuluh darah.
Kendati demikian, penyakit amaurosis fugax masih bisa dicegah dengan mengubah pola hidup. Berkenaan dengan itu, kita perlu menghindari hal-hal yang bisa memicu munculnya stroke, kolesterol tinggi, dan lain-lainnya.
Terkait itu, dalam upaya pencegahan sangat disarankan agar berhenti merokok. Sekali lagi diingatkan, rokok dengan berbagai bahan kimia tidak ada bagus-bagusnya untuk tubuh. Dengan merokok, tubuh kita malah semakin rusak dan bisa menyebabkan serangan jantung dan penyakit lainnya.
Lantaran harus menjaga kolesterol dalam tubuh, maka dianjurkan agar tidak mengkonsumsi makanan cepat saji, terlebih yang mengandung banyak lemak. Lebih baik makan sayur, telur, tempe atau tahu yang jauh lebih baik untuk badan kita.
Selain itu, dalam upaya mencegah amaurosis fugax adalah dengan olahraga rutin juga diperlukan. Dalam pelaksanaannya sendiri bisa dilakukan paling tidak selama 15 sampai 30 menit.
Jika pencegahan terbilang telat dilakukan karena anda sudah menderita penyakit tersebut, maka tahap selanjutnya bisa melakukan pengobatan. Penanganan amaurosis fugax ini bisa dilakukan di rumah.
Caranya sendiri dapat dikatakan mirip sebagai upaya pencegahan penyakit tersebut. Namun, dalam tahap ini pembaca disarankan agar tidak mengkonsumsi gula terlalu banyak, terutama yang menderita diabetes juga. Hal itu mengingat diabetes bisa meningkatkan risiko terkena amaurosis fugax.
Selain itu, jangan lupa juga untuk mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Selanjutnya, untuk mengibangi itu perlu juga agar mengatur pola makan. Sebabnya, berat badan yang ideal bisa membantu mengurangi risiko seseorang terkena amaurosis fugax.
Itulah hal-hal yang bisa dijelaskan dari penyakit yang menyebabkan penderitanya bisa kehilangan penglihatan sementara waktu. Dari apa yang sudah dijabarkan di atas, dapat diketahui bahwasannya perokok adalah orang yang paling rentan terkena amaurosis fugax.
Oleh sebab itu, untuk para perokok sangat wajib untuk berhenti merokok. Kalaupun merasa tidak sanggup langsung berhenti sepenuhnya, ada baiknya berkonsultasi ke dokter untuk bisa melakukan tahapan berhenti merokok hingga bisa benar-benar berhenti total.
Sudah rahasia umum bahwa dengan tidak merokok seseorang akan mengalami berbagai macam manfaat kesehatan. Selain terhindar atau paling tidak mengurangi risiko terkena jantung atau kanker, dengan tidak merokok seseorang juga bisa terhindar dari penyakit amaurosis fugax.



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Sabtu, 03 Oktober 20 - 09:17 WIB
Dibaca sebanyak : 54 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback