Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Perawatan dan Pencegahan Polip Hidung

Perawatan dan Pencegahan Polip Hidung
Polip hidung adalah pertumbuhan non-kanker yang lunak dan tidak menimbulkan rasa sakit. Polip hidung tumbuh di jaringan lapisan lubang hidung atau sinus. Polip hidung timbul karena adanya peradangan kronis dan biasanya sering dihubung-hubungkan dengan penyakit asthma, infeksi, alergi, sensitivitas obat-obatan tertentu, dan gangguan kekebalan tubuh tertentu. Polip hidung yang kecil mungkin tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, polip berukuran besar atau terdiri lebih dari satu dan bergerombol dapat menutup lubang hidung sehingga menyebabkan penderita kesulitan untuk bernapas. Selain itu, seseorang bahkan kehilangan kemampuan indra penciuman dan rentan terhadap infeksi. Polip hidung dapat menyerang siapa saja, namun kondisi ini lebih sering dijumpai pada orang dewasa. Obat-obatan dapat mengurangi ukuran polip hidung, namun, tindakan bedah kadang dibutuhkan untuk mengangkatnya. Meskipun demikian, walaupun pengobatan polip berhasil, di kemudian hari kondisi ini dapat muncul kembali.
Polip hidung dihubungkan dengan iritasi dan inflamasi atau pembengkakan pada lubang hidung dan sinus yang dapat bertahan hingga lebih dari 12 minggu. Beberapa gejala yang patut diwaspadai seperti hidung merel, hidung tersumbat, kehilangan indra penciuman, wajah yang sakit, rasa sakit di bagian atas gigi, mimisan yang sering, dan tidur dengan mendengkur. Apabila gejala yang Anda rasakan lebih dari 10 hari, segera kunjungi dokter. Segera dapatkan perawatan medis apabila Anda mengalami gejala seperti gangguan pernapasan serius, gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya bertambah menjadi semakin parah, pandangan ganda, kehilangan penglihatan, atau keterbatasan menggerakkan mata, pembengkakan parah di sekitar daerah mata, dan sakit kepala yang semakin terasa parah.
Perawatan polip hidung
Obat-obatan yang dapat mengurangi peradangan dapat membantu mengurangi ukuran polip dan meredakan gejala hidung tersumbat. Menyemprotkan steroid nasal ke dalam hidung dapat mengurangi gejala hidung meler dan sensasi hidung mampet dengan cara mengecilkan polip. Apabila Anda berhenti menggunakan obat-obatan tersebut, gejala dapat muncul kembali. Beberapa contoh steroid nasal adalah fluticasone, budesonide, dan mometasone. Selain itu, steroid suntik seperti prednisone dapat menjadi pilihan tersendiri apabila semprotan nasal tidak berfungsi.
Apabila dengan obat-obatan tersebut di atas gejala tidak semakin membaik, tindakan bedah medis dapat menghilangkan polip hidung dengan menyeluruh. Jenis operasi tergantung pada ukuran polip. Polypectomy adalah operasi rawat jalan yang dilakukan dengan alat pengisap kecil yang memotong dan mengangkat jaringan lunak, termasuk mukosa. Untuk polip yang lebih besar, dokter akan melakukan endoskopi. Operasi jenis ini merupakan prosedur rawat jalan yang bisa menjadi pilihan.
Pencegahan polip hidung
Anda dapat mengurangi risiko terjadinya polip hidung dengan melakukan strategi di bawah ini:
  • Mengobati alergi dan asthma. Ikuti rekomendasi dokter. Apabila gejala tidak membaik, konsultasikan dengan dokter dan cari rencana perawatan lain.
  • Hindari iritasi hidung. Sebisa mungkin, hindari mengirup zat-zat yang dapat menyebabkan alergi atau iritasi pada hidung dan sinus, seperti allergen, asap tembakau, uap kimia, dan debu.
  • Praktik kebersihan yang baik. Cuci tangan dengan teratur. Hal ini merupakan cara terbaik untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus yang dapat menyebabkan peradangan pada lubang hidung dan sinus.
Dengan perawatan berbentuk operasi, polip hidung dan gejala-gejala yang ditimbulkan dapat membaik dengan signifikan dan dalam waktu yang singkat. Sayangnya, apabila Anda kehilangan kemampuan untuk mencium, ada kemungkinan kemampuan tersebut tidak akan kembali lagi. Polip juga dapat tumbuh kembali dengan kemungkinan 15 persen pada mereka yang menderita gangguan nasal kronis.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 27 Maret 20 - 12:16 WIB
Dibaca sebanyak : 37 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback