Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Penyebab Heroin Bertahan Lama di dalam Tubuh

Penyebab Heroin Bertahan Lama di dalam Tubuh
 
Heroin adalah salah satu jenis narkotika golongan I, artinya hanya bisa digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, tidak untuk terapi apalagi non-terapi. Selain itu, narkotika golongan I dapat menyebabkan ketergantungan yang sangat hebat, maka dari itu penggunaannya dilarang sebagai obat. Sayangnya, masih banyak orang menyalahgunakan narkotika ini untuk kepentingan pribadi semata, tanpa memperhatikan bahaya yang dapat muncul setelahnya.
 
Sekilas tentang heroin.
Heroin adalah golongan obat yang sangat adiktif, berasal dari alkaloid morfin yang ditemukan di tanaman opium poppy (Papaver somniferum). Kekuatan obatnya kira-kira 2 – 3 kali lebih kuat dibandingkan morfin. Cara menggunakannya adalah disuntikkan (paling sering), dihisap, atau dihirup melalui hidung. Umumnya, seseorang menggunakan heroin agar stres atau depresi yang dialaminya bisa hilang. Heroin telah menjadi obat terlarang, karena menyebabkan ketergantungan yang sangat hebat.
 
Heroin pertama kali dibuat secara legal dari morfin (yang berasal dari opium) pada akhir tahun 1800-an. Sebuah perusahaan di Jerman, bernama perusahaan Bayer, adalah yang pertama kali memperkenalkan heroin di Amerika Serikat. Namun, pada awal tahun 1900-an, muncul berbagai kasus kecanduan dan penyalahgunaan heroin.
 
Hal inilah yang mendasari adanya penyalahgunaan heroin, yaitu akibat kecanduan heroin. Banyak masyarakat yang meminta heroin dalam dosis tinggi, padahal mereka tidak mengalami keluhan apapun. Akhirnya, pada tahun 1924, ditetapkanlah hukum tentang semua penggunaan heroin di Amerika Serikat adalah ilegal.
 
Berapa lama heroin dapat bertahan di tubuh?
Cara mengonsumsi heroin bisa disuntikkan ke pembuluh darah, dihirup, atau dihisap. Bila masuk ke tubuh, heroin akan bertindak cepat, yaitu hanya sekitar 2 – 6 menit. Berapa lama obat tersebut bertahan di dalam tubuh pemakainya, bergantung pada berbagai faktor, seperti berat badan, metabolisme tubuh, dan jumlah yang dikonsumsi.
 
Jika penggunaan masih terbilang ringan, heroin tetap berada dalam tubuh selama satu atau dua hari. Jika penggunaan sudah berat atau kronis, dapat bertahan di dalam tubuh hingga satu minggu.
 
Penyebab heroin bertahan di dalam tubuh.
Begitu seseorang menyuntikkan, menghirup, ataupun menghisap heroin, maka obat ini akan bertahan di dalam tubuh. Durasinya bisa bervariasi pada setiap individu, mulai dari satu hari hingga satu minggu. Penyebab heroin bisa bertahan di dalam sistem tubuh pemakainya adalah sebagai berikut.
 
Kecanduan.
Heroin dapat meningkatkan jumlah dopamin, yaitu hormon yang dapat meningkatkan rasa senang dan bahagia. Oleh sebab itu, orang menggunakan heroin untuk menghilangkan stres atau depresi. Begitu heroin mengalir ke otak, tubuh akan mengubahnya kembali menjadi morfin dan mengikatnya ke reseptor opioid di otak.
 
Penggunaan secara teratur dapat membuat tubuh mengalami toleransi terhadap heroin. Ini berarti tubuh membutuhkan heroin lebih banyak lagi untuk mencapai tingkat intensitas yang sama. Akibatnya, pemakai akan mengalami kecanduan obat dan berlanjut hingga mengalami ketergantungan pada heroin, baik secara fisik maupun psikis.
 
Gejala penarikan atau putus obat (withdrawl syndrome).
Saat menghentikan pemakaian heroin, maka pengguna akan mengalami gejala putus obat, yang dapat dimulai dalam beberapa jam sejak terakhir kali heroin digunakan. Gejala penarikan ini antara lain:
  • Kegelisahan.
  • Insomnia.
  • Diare.
  • Muntah.
  • Cold flashesdengan merinding.
  • Gerakan menendang.
  • Nyeri otot dan tulang.
 
Gejala-gejala ini akan memuncak antara 48 – 72 jam setelah dosis terakhir dan mereda setelah sekitar satu minggu. Sebagian besar, pecandu heroin tidak akan tahan dengan gejala seperti ini, sehingga terus berupaya untuk menyediakan heroin bagi tubuhnya. Akhirnya, mengonsumsi heroin lagi dan sulit untuk berhenti menggunakannya. Akibatnya, heroin akan semakin bertahan di dalam tubuh dan Anda tidak bisa menghindari dampak buruknya.
 
Oleh sebab itulah, orang yang kencanduan narkotika ini harus mendapatkan penanganan dengan segera dan dirawat secara medis. Bila dibiarkan, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah lagi hingga berakhir dengan kematian.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 25 Agustus 20 - 17:09 WIB
Dibaca sebanyak : 259 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback