Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Penyebab dan Gejala Aktinomikosis Paru

Penyebab dan Gejala Aktinomikosis Paru
 
Menjadi salah satu jenis infeksi yang tak banyak orang tahu dan menyebabkan banyak orang awam karena memang tak memiliki penjelasan tentang bagaimana cara mengatasi aktinomikosis paru. Merupakan infeksi ganas yang bisa memberi efek kematian bagi tubuh, ketidaktahuan banyak orang mengenai penyakit ini membuat pengobatan yang dilakukan gagal.
 
Aktinomikosis pada paru merupakaninfeksi bakteri pada paru-paru yang jarang terjadi, penyakit ini tidak menular. Kondisi yang terjadi pada orang yang berusia antara 30 hingga 60 tahun, selain itu penyakit ini lebih sering terjadi para laki-laki ketimbang perempuan. Penyebab penyakit ini adalah bakteri dari jenis Actinomyces.
 
Penyebab dan Gejala Aktinomikosis Paru
Secara umum penyebab infeksi ini adalah bakteri dari jenis Actinomyces yang biasanya berada atau tinggal di dalam mulut dan saluran pencernaan. Dalam keadaan normal, bakteri ini tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan infeksi jika ada kerusakan jaringan atau luka seperti abses (bisul) dalam rongga mulut, bisa juga penyakit gusi.
 
Kerusakan pada jaringan meningkatkan risiko bakteri mampu mengineksi paru-paru atau juga bagian lain yang terdapat di dalam tubuh. Kebanyakan kasus, infeksi pada paru terjadi ketika campuran bakteri dan makanan atau sekresi dari mulut dan lambung secara tidak sengaja masuk ke paru-paru, terdapat beberapa faktor risiko dari penyakit ini.
 
Seperyi abses gigi, kurangnya perawatan kesehatan gigi dan gusi, emfisema atau penyakit paru obstruktif kronis, paru-paru dengan bekas luka seperti dari bronkiektasis dan kebiasaan konsumsi minuman alkohol dalam jumlah yang banyak. Beberapa faktor risiko yang disebutkan tersebut mampu membuat seseorang bisa terinfeksi bakteri ini.
 
Gejala yang dialami penderita aktinomikosis pada paru terdapat beberapa, seperti demam, kelelahan, sesak napas, rasa nyeri di dada saat menarik napas, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, berkeringat di malam hari hingga mengalami batuk berdahak yang mungkin mengandung darah.
 
Diagnosis Aktinomikosis pada Paru
Diagnosa yang akan dilakukan dokter adalah dengan melakukan beberapa tes seperti biopsi paru-paru, bronkoskpi, tes darah, CT scan pada dada, rongen atauX-ray, lalu biakan bakteri dalam dahak dan torakosentensis. Torakosentesis merupakan pemeriksaan cairan pada rongga pleura, rongga antara selaput pembungkus paru.
 
Menjaga kebersihan gigi dan mengurangi makanan manis menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini. Hal  itu dilakukan untuk membantu mencegah infeksi dan penyebaran ke bagian tubuh lain yang membahayakan kesehatan tubuh manusia.
 
Obat Herbal Terbaik Aktinomikosis Paru
Terapi obat herbal merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini selain dengan operasi. Obat herbat mampu mengatasi peradangan dan abses, terutama untuk menyerang bakteri yang menginfeksi tubuh dan meningkatkan imunitas guna mendorong daya lawan tubuh terhadap serangan bakteri.
 
Salah satu obat herbal yang direkomendaskan dan layak menjadi pilihan penderita penyakit ini adalah Noni Juice. Merupakan sari buah yang berasal dari buah noni atau mengkudu, jenis buah yang masih satu kerabat dengan tanaman kopi –kopian dengan bentuk bulat tetapi tidak sempurna dengan jonjot di mata permukaan.
 
Buah ini memiliki aroma dan rasa yang khas dan memang banyak orang tidak suka, hal ini juga sekaligus tanda mudah untuk mengenali buah ini. Meski tak menarik dari sisi penampilan dan rasaya, buah ini menyimpan rahasa penyembuhan terhadap beragam jenis penyakit akibat infeksi berat, termasuk dari aktinomikosis pada paru-paru.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 01 Oktober 20 - 10:20 WIB
Dalam Kategori : AKTINOMIKOSIS PARU
Dibaca sebanyak : 68 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback