Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Penyakit-penyakit yang Bisa Diobati dengan Propranolol

Penyakit-penyakit yang Bisa Diobati dengan Propranolol
Propranolol merupakan jenis penghambat beta yang kerap menjadi pilihan dokter untuk mengobati berbagai penyakit. Namun, penggunaannya mesti sangat berhati-hati sebab ini merupakan jenis obat keras yang dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, diare, sampai detak jantung melambat. 
 
Di luar efek sampingnya yang cukup berbahaya, khususnya dengan orang-orang berpenyakit tertentu, efek propranolol untuk menjadi terapi beberapa penyakit dipandang ampuh. Pasalnya, propranolol mampu memengaruhi aliran darah di jantung dan pembuluh sehingga kerap digunakan untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular. 
 
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang cocok menjalani terapi obat propranolol. Tidak perlu heran dokter meresepkan obat ini apabila Anda memiliki salah satu jenis dari penyakit di bawah ini. 
  • Hipertensi 
Anda tergolong mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi apabila memiliki tekanan darah di atas 140/90. Namun, beberapa dokter mungkin belum akan memberikan Anda obat khusus apabila tekanan darahnya berada di angka tersebut. Obat seperti propranolol kemungkinan besar diberikan kepada Anda yang memiliki tekanan darah di atas 180/120. 
 
Dosis propranolol untuk pasien hipertensi umumnya akan diberikan dalam dosis 40—80 miligram dalam dua kali sehari. Biasanya, propanolol untuk pasien hipertensi akan diberikan dalam bentuk tablet ataupun sirup. 
  • Gangguan Irama Jantung 
Propranolol juga kerap dijadikan salah satu resep bagi pasien yang memiliki gangguan irama jantung atau aritmia. Beberapa gejala dari penyakit ini, antara lain jantung berdetak lebih cepat atau lebih lambat, cepat lelah, juga sesak napas. 
 
Pasien gangguan irama jantung yang berusia dewasa maupun anak-anak bisa diberikan propranolol. Untuk orang dewasa, propranolol sebagai terapi gangguan irama jantung bisa diberikan dalam dosis 30—160 miligram dengan 2—3 kali pemakaian. Sementara untuk pasien anak-anak, dosis yang dianjurkan sebesar 0,25-0,5 miligram dengan pemakaian 3—4 kali dalam sehari.
  • Hipertiroid
Hipertiroid merupakan penyakit yang timbul akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi. Jika Anda mengalami penyakit ini, Anda akan sering mengalami gejala tangan gemetar, jantung berdebar, juga berat badan yang turun drastis. 
 
Dokter umumnya akan memberikan propranolol dalam bentuk tablet ataupun sirup. Dosis untuk orang dewasa sebanyak 10—40 miligram yang dapat digunakan 3—4 kali dalam sehari. Sementara itu untuk anak-anak, dosisnya sebanyak 0,25—0,5 miligram untuk penggunaan 3-4 kali sehari.
  • Feokromositoma 
Feokromositoma merupakan jenis tumor jinak yang tumbuh di bagian tengah kelenjar adrenal. Tumor ini bisa mengganggu kerja hormon sehingga membuat penderitanya mudah mengalami tekanan darah tinggi. Jika tidak ditangani dengan tepat, feokromositoma bisa menimbulkan efek samping, berupa gagal jantung, paru-paru, ataupun ginjal. 
 
Orang dewasa bisa menggunakan propranolol untuk mengobati feokromositoma dengan dosis 60 miligram dalam sehari yang terbagi menjadi 3 kali pemakaian. Sementara itu bagi pasien anak-anak, umumnya dokter akan meresepkan propranolol dalam bentuk sirup dengan dosis 0,25-0,5 miligram dengan  pemakaian 3—4 kali sehari.
  • Migrain 
Migrain tidak hanya menyebabkan Anda mengalami sakit kepala sebelah. Lebih daripada itu, migrain juga dapat membuat Anda mengalami gejala, seperti mual dan muntah serta nyeri hingga berhari-hari. 
 
Kadang kala, dokter akan memberikan resep berupa propranolol bagi penderita migrain. Dosis obat ini untuk penderita migraine yang sudah dewasa sebanyak 40 miligram dengan pemakaian 2-3 kali sehari. Lalu untuk anak-anak, dosis propranolol yang kerap diberikan dokter sebagai terapi migraine adalah 10-20 miligram dalam 2—3 kali dalam sehari jika pasien berusia di bawah 12 tahun. 
 
*** 
Jangan lupa menceritakan riwayat penyakit Anda ke dokter. Pasalnya, propranolol bisa menjadi berbahaya apabila Anda memiliki jenis penyakit tertentu, seperti hipoglikemia ataupun tekanan darah rendah. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 29 Desember 20 - 11:20 WIB
Dalam Kategori : OBAT ARITMIA
Dibaca sebanyak : 117 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback