Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Panduan Memilih Kacamata Malam Anti Silau yang Benar

Panduan Memilih Kacamata Malam Anti Silau yang Benar
Ada banyak produk kacamata malam anti silau yang dijual secara bebas. Dengan beragam merek dan kualitas, kacamata jenis ini umum disebut dengan kacamata mengemudi atau terpolarisasi, dan biasanya memiliki lensa berwarna kuning.
Lensa warna kuning dapat meningkatkan kontras penglihatan dengan memblokir paparan cahaya biru dari matahari. Ketika memasuki mata, cahaya biru cenderung menyebabkan silau dibanding dengan spektrum warna cahaya yang lain.
Manfaat penggunaan kacamata malam anti silau
Rabun senja atau nyctalopia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan penglihatan di malam hari. Kondisi ini bisa merupakan efek dari kondisi kesehatan seperti rabun jauh (miopia), katarak, degenerasi makula, dan banyak lainnya.
Kondisi ini bisa menyerang segala usia, dan akan sangat mengganggu jika dialami oleh orang berusia 40 tahun ke atas.
Penggunaan kacamata malam anti silau diklaim membawa banyak manfaat bagi pengendara di malam hari, antara lain:
  • Mempertajam penglihatan
  • Menurunkan ketegangan mata
  • Meningkatkan fokus berkendara
  • Menurunkan angka kecelakaan akibat pantulan cahaya
  • Akan lebih produktif dan nyaman bila berkendara malam dalam waktu yang lama
Apa kata penelitian?
Sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan pada tahun 2019 membuktikan bahwa kacamata malam anti silau berpotensi membahayakan. Meski dapat menahan silau, lensa kuning pada kacamata tersebut dapat sepenuhnya memblokir cahaya lain yang masuk sehingga menurunkan ketajaman penglihatan dalam kondisi minim cahaya.
Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa penggunaan jenis kacamata tersebut dapat membuat pengendara sulit mendeteksi pejalan kaki, satu kesalahan kecil yang sangat fatal.
Maka dari itu, penggunaan kacamata mengemudi dengan rona kuning lebih cocok digunakan di siang hari daripada pada kondisi mendung atau di malam hari.
Panduan memilih kacamata mengemudi yang tepat
Ada dua indikator penting untuk memilih kacamata mengemudi, yaitu:
  1. Kemampuan penglihatan harus tetap jelas
  2. Kecukupan jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata
Untuk memenuhi indikator tersebut, berikut hal yang harus diperhatikan ketika hendak membeli kacamata mengemudi:
  • Pilih warna lensa dengan hati-hati
Sebagian besar kacamata mengemudi terpolarisasi dengan beragam pilihan warna. Jenis lensa ini berfungsi mengurangi pantulan cahaya dan meningkatkan kontras penglihatan.
 
Namun sebelum membeli kacamata terpolarisasi, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter mata Anda karena warna tertentu tidak aman untuk mengemudi.
 
Misalnya, lensa dengan warna lebih tinggi dari 90% dan lensa self-tinting akan menyebabkan penglihatan semakin gelap dan berbahaya untuk digunakan saat berkendara. Lensa kuning, yang banyak digunakan pada kacamata malam anti silau, juga meningkatkan potensi kecelakaan berkendara malam.
 
  • Pertimbangkan jenis lensa yang cocok
Kini semakin banyak jenis lensa yang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa jenis lensa yang populer adalah lensa photochromic, lensa progresif, dan lensa anti pantul.
 
Lensa photochromic akan berubah warna tergantung pada intensitas cahaya yang diterima. Semakin terang cahayanya, maka rona lensa akan semakin gelap.
 
Ketika berkendara, orang cenderung beralih fokus antara kaca depan, spion samping, dan dasbor. Lensa progresif atau varifokal cocok untuk kondisi ini karena dirancang membagi beberapa titik fokus untuk mengakomodasi kebiasaan visual.
 
Sedangkan untuk pengemudi yang sering berkendara saat senja dan malam hari, disarankan menggunakan kacamata malam anti silau dengan lensa bening yang dilapisi anti pantul.  
 
  • Pilih lensa anti gores
Noda dan goresan pada lensa kacamata dapat menurunkan ketajaman penglihatan Anda. Ketika memilih kacamata mengemudi, pertimbangkan untuk memilih lensa anti gores agar dapat bertahan lama.
 
  • Pilih kacamata dengan bingkai yang sesuai
Bingkai yang unik akan membuat tampilan Anda lebih menarik. Namun pastikan bingkai tidak menghalangi bidang penglihatan Anda.
 
Pilihlah bingkai seramping mungkin untuk memperluas jarak pandang Anda. Semakin besar ukuran bingkai akan memengaruhi ukuran lensa, dan ukuran lensa yang besar akan memudahkan Anda beralih fokus antara arah jalan, kaca dasbor, dan spion samping.
Selanjutnya, pilihlah kacamata dengan lensa melengkung untuk mengurangi cahaya masuk dari arah samping.
 
Terakhir, pastikan bingkai sesuai dan nyaman di hidung. Anda bisa menggerakkan kepala ke samping dan meniru gerakan kepala selama mengemudi untuk memastikan bingkai tetap pada tempatnya dalam waktu yang lama.
Beberapa kacamata malam anti silau memang berpotensi membahayakan, misalnya kacamata dengan lensa kuning atau yang lebih gelap. Namun Anda tetap bisa menggunakan kacamata mengemudi dengan panduan memilih yang tepat.



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 12 November 20 - 17:54 WIB
Dibaca sebanyak : 46 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback