Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Pahami Penggunaan Furosemide dan Efek Samping yang Ditimbulkan

Pahami Penggunaan Furosemide dan Efek Samping yang Ditimbulkan
Furosemide adalah obat diuretik yang berfungsi untuk mengurangi cairan berlebih dalam tubuh karena kondisi kesehatan tertentu. Cairan berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinyna edema, yaitu pembengkakan area tertentu akibat penimbunan cairan di dalam jaringan.  Beberapa kondisi kesehatan yang membutuhkan bantuan obat furosemide di antaranya adalah ginjal, darah tinggi, gagal jantung, serta penyakit hati. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penggunaan serta efek samping yang ditimbulkan dari furosemide.
 
Dosis furosemide
Pemberian dosis furosemide akan disesuaikan dengan usia pasien dan penyakit yang dideritanya. Penggunaan pada orang dewasa dan anak-anak sudah tentu berbeda dari segi takaran dosis obat. Untuk pemberian furosemide, harus berkonsultasi terlebihd dahulu dengan dokter untuk menghindari kelebihan dosis. Berikut ini merupakan kesediaan dosis furosemide.
  1. Solution, injection: 10mg/mL (2mL, 4mL, 10mL)
  2. Solution, injection [perservative free] 10mg/mL (10mL)
  3. Solution, Oral: 8mg/mL (5mL, 500mL), 10mg/mL (10mL)
  4. Tablet, Oral: 20mg, 40mg, 80mg
 
Penggunaan furosemide
Sebelum menggunakan furosemide, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Memberi tahu dokter terlebih dahulu menjadi hal penting untuk meminimalisir risiko yang mungkin muncul. Berikut ini hal yang perlu dilakukan sebelum menggunakan furosemide.
  1. Apabila terdapat alergi furisemide, obat sulfa, serta jenis obat lainnya, maka Anda harus memberitahukan hal tersebut pada dokter dan apoteker.
  2. Terkait kehamilan, penggunaan furosemide juga perlu diperhatikan. Apabula Anda ingin merencanakan kehamilan namun sedang mengonsumsi furosemide, maka beritahukan dokter terlebih dahulu. Selain itu, Anda juga perlu memberi tahu dokter jika sedang hamil dan menyusui sebelum menggunakan obat furosemide.
  3.  Apabila Anda akan melakukan operasi dan sedang menggunakan furosemide, Anda perlu memberitahukan hal tersebut kepada dokter.
  4. Saat menggunakan furosemide, kulit akan menjadi lebih sensitif pada sinar matahari. Gunakan baju pelindung, tabir surya, dan kacamata untuk mengurangi risiko yang muncul saat berada di bawah terik matahari.
  5. Anda perlu memberitahukan pada dokter jika memiliki riwayat penyakit berupa ginjal, hati, asam urat, dan diabetes.
  6. Anda harus memberitahu pada dokter dan apoteker jika terdapat obat resep maupun nonresep lain yang dikonsumsi. Khusus untuk Anda yang menggunakan colestipol atau cholestyramine minimal berjarak 1 jam sebelum penggunakan furosemide.
 
Efek samping furosemide
Mengonsumsi furosemide tidak sepenuhnya aman sebab terdapat beberapa efek samping yang mungkin muncul. Efek samping tersebut bisa ringan hingga berat. Untuk efek samping ringan maka gejala dapat reda dengan sendirinya dalam waktu maksimal 2 minggu. Jika efek samping parah maka Anda memerlukan bantuan medis segera.
  1. Berhubungan dengan perut
Efek samping yang berhubungan dengan perut merupakan jenis efek samping ringan. Beberapa hal yang akan dirasakan termasuk mual, muntah, diare, kram perut, dan sembelit. Anda juga mungkin merasa selalu ingin buang air kecil dalam beberapa jam setelah mengonsumsi furosemide.  
  1. Alergi
Alergi bisa muncul karena penggunakan furosemide. Beberapa tanda alergi mencakup pembengkakan, kesulitan bernapas dan bicara, munculnya ruam kulit, rasa gatal, kulit mengelupas, sesak pada dada juga tenggorokan, serta mengi. Efek berupa alergi tergolong ringan, namun jika penggunaan furosemide tetap dilanjutkan saat reaksi alergi sudah muncul maka bisa menjadi hal fatal.
  1. Turunnya kadar hormon tiroid
Penurunan kadar hormon tiroid merupakan efek furosemide yang tergolong berat. Beberapa gejala yang muncul seperti tubuh lelah, lemah, berat badan naik, merasa kedinginan, dan kering di area rambut juga kulit.
  1. Efek samping lainnya
Selain beberapa efek samping yang telah disebutkan, terdapat beberapa efek samping berat lain yang mungkin muncul. Penggunaan furosemide bisa memicu gangguan hati, kehilangan cairan tubh, peradangan pankreas, kehilangan pendengaran (sementara atau permanen), dan kulit menjadi melepuh.
 
Meski bertujuan untuk pengobatan, namun furosemide tidak dapat digunakan oleh semua orang. Beberaoa irang dengan kondisi medis tertentu harus menghindari penggunaan furosemide sebab dapat membahayakan tubuh. Kondisi yang dilarang mengonsumsi furosemide yaitu diabetes, sulit buang air besar, tekanan darah rendah, gangguan hati, gejala dehidrasi, gangguan kelenjar adrenalin, dan lain sebagainya. Penting bagi Anda untuk berkonsultasi secara rinci dan jelas dengan dokter sebelum menggunakan furosemide. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter secara online melalui aplikasi SehatQ. Jika Anda menggunakan furosemide dan menunjukkan gejala efek samping, segera hentikan pemakaian dan cari bantuan medis.
 



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 28 Oktober 20 - 10:09 WIB
Dibaca sebanyak : 85 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback