Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Otomikosis

Otomikosis

 


Otomikosis merupakan infeksi yang terjadi di bagian telinga dimana masalah tersebut disebabkan oleh jamur. Gangguan seperti ini bisa menyerang pada satu atau dua telinga.


Seseorang yang terkena otomikosis umumnya tinggal di kawasan tropis. Jamur dapat tumbuh di kawasan seperti ini. Tidak hanya itu, otomikosis juga mudah menyerang orang yang sering berenang, penderita diabetes, bahkan orang yang terkena penyakit kronis dan penyakit kulit. Meskipun otomikosis merupakan gangguan yang serius pada telinga manusia, otomikosis bisa diobati.


Gejala

Seseorang yang mengalami otomikosis akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Rasa gatal pada bagian telinga.

  • Nyeri pada bagian telinga. Pada awalnya, seseorang mengalami gejala ringan, kemudian gejalanya berat. Gejala yang dialami bisa semakin parah dalam waktu satu hingga dua hari.

  • Hilangnya kemampuan mendengar.

  • Telinga berdenging (tinnitus).

  • Mengeluarkan cairan bening dari telinga. Warna cairan bisa berubah menjadi putih seperti susu dan mengeluarkan bau yang busuk.

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di bagian leher.


Penyebab

Infeksi jamur merupakan penyebab seseorang mengalami otomikosis. Jenis jamur yang paling sering muncul adalah jamur Candida dan jamur apergillus. Kedua jamur tersebut biasanya tumbuh di telinga bagian luar manusia.


Selain infeksi jamur, otomikosis juga bisa disebabkan karena hal berikut:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Terdapat kotoran pada bagian dalam telinga.

  • Tinggal di daerah yang lembab dan hangat.

  • Menggunakan obat antibiotik atau steroid oles.

  • Menjalani operasi open cavity mastoidectomy.

  • Memiliki kebiasaan mengorek telinga, baik menggunakan jari maupun pembersih telinga (cotton bud).

  • Sering berenang.

  • Menggunakan alat bantu dengar.


Diagnosis

Jika Anda mengalami otomikosis, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter. Dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Tanya jawab

Dokter akan memulai diagnosis dengan pertanyaan terkait keluhan dan gejala yang Anda alami. Selain itu, dokter juga akan meminta informasi tentang riwayat medis (jika Anda), baik dari Anda sendiri maupun dari keluarga.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik yang melibatkan otoscope. Dengan menggunakan otoscope, dokter dapat melihat lubang telinga hingga gendang telinga (eardrum) untuk mengetahui jika Anda terkena infeksi jamur atau tidak.

  • Pemeriksaan penunjang

Bila perlu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Caranya dengan mengambil sampel cairan dan jaringan dari dalam telinga dimana sampel tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan penunjang dapat membantu dokter mengetahui apakah infeksi dipicu oleh bakteri atau jamur.


Pengobatan

Untuk mengobati otomikosis, Anda dapat melakukan beberapa cara sebagai berikut:

  • Pembersihan telinga

Membersihkan telinga secara rutin adalah salah satu cara yang paling efektif dilakukan. Untuk pengobatan seperti ini, dokter THT akan menggunakan alat khusus untuk membersihkan telinga pasien.

  • Obat antijamur

Obat antijamur adalah cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengobati otomikosis. Obat antijamur yang dapat Anda gunakan adalah econazole, miconazole, dan amfoterisin B.

  • Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri adalah cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi rasa sakit di telinga. Contoh obat pereda nyeri yang dapat Anda gunakan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau obat antinyeri seperti paracetamol.


Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan jika ingin mencegah otomikosis:

  • Keringkan daun telinga setelah Anda mandi atau berenang.

  • Hindari kebiasaan mengorek telinga, baik dengan jari, cotton bud, maupun alat lainnya.

  • Jangan menggunakan pengering rambut untuk mengeringkan lubang telinga. Penggunaan alat tersebut bisa melukai telinga Anda.

Kesimpulan

Otomikosis merupakan gangguan yang serius yang perlu diwaspadai. Meskipun otomikosis bisa menimbulkan kondisi yang parah pada pendengaran, otomikosis bisa ditangani dengan pengobatan dan pencegahan di atas.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 10 Juli 20 - 11:54 WIB
Dalam Kategori : OTOMIKOSIS
Dibaca sebanyak : 110 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback