Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Neuroblastoma

Neuroblastoma
 
Neuroblastoma merupakan kanker yang bermula dari sel-sel saraf yang belum matang, atau yang disebut sebagai neuroblast. Gangguan seperti ini bisa terjadi di beberapa bagian tubuh manusia, namun masalah tersebut lebih sering muncul di bagian kelenjar adrenal pada bagian atas ginjal atau jaringan saraf tulang belakang yang meliputi leher, dada, perut, dan panggul.
 
Kondisi seperti ini juga dapat menyebar ke organ lain seperti sumsum tulang belakang, kelenjar getah bening, tulang, hati, serta kulit manusia. Anak-anak yang berusia 5 tahun ke bawah lebih berpotensi mengalami neuroblastoma.
 
Gejala
 
Seseorang yang mengalami neuroblastoma akan mengalami berbagai gejala, namun bergantung pada bagian yang terjangkit dan seberapa jauh kanker tersebut menyebar di tubuh mereka. Jika neuroblastoma terjadi di bagian perut, maka penderita akan mengalami gejala sebagai berikut:
  • Pembengkakan di bagian perut dan terasa sakit.
  • Mengalami benjolan di bagian bawah kulit, namun tidak memicu rasa sakit bila disentuh.
  • Mengalami perubahan dalam kebiasaan buang air besar.
 
Jika neuroblastoma terjadi di bagian dada, maka penderita bisa mengalami gejala sebagai berikut:
  • Nafas berbunyi.
  • Rasa sakit di bagian dada.
  • Perubahan di bagian mata seperti ukuran pupil yang berbeda pada kedua mata.
 
Tidak hanya itu, penderita yang terkena neuroblastoma juga bisa mengalami gejala lain berupa:
  • Bola mata yang lebih menonjol dari biasa.
  • Lingkaran hitam seperti memar di sekitar mata.
  • Rasa sakit di bagian punggung.
  • Demam.
  • Penurunan pada berat badan.
  • Sakit di bagian tulang.
 
Penyebab
 
Pada awalnya, kanker terjadi karena sel-sel sehat bermutasi sehingga menyebabkan pertumbuhan secara berlebihan. Sel-sel ini kemudian berubah menjadi sel kanker yang terus bertumbuh dan berkembang secara tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan tumor di dalam tubuh.
Neuroblastoma berasal dari kata ‘neuroblast’ yang merupakan sel-sel saraf yang belum matang dimana sel-sel ini terbentuk pada saat janin berkembang di dalam rahim. Pada saat bayi lahir, neuroblast akan berubah menjadi sel dan serat saraf, bahkan sel kelenjar adrenal. Neuroblast yang masih ada pada tubuh manusia biasanya akan matang dan menghilang. Jika tidak, maka akan memicu perkembangan tumor.
 
Sama seperti jenis kanker lain, penyebab mutasi genetik pada kanker tersebut belum diketahui. Namun, anak-anak yang memiliki riwayat keluarga neuroblastoma memiliki risiko yang lebih besar terhadap penyakit tersebut.
 
Diagnosis
 
Jika anak Anda mengalami neuroblastoma, Anda perlu bawa anak Anda ke dokter anak. Dokter anak dapat melakukan berbagai pemeriksaan fisik, yang terdiri dari:
  • Tes fisik
Tes fisik merupakan cara untuk mengetahui gejala yang dialami anak.
  • Tes urine
Neuroblastoma menghasilkan katekolamin dimana hal tersebut membuat kadar katekolamin di dalam tubuh menjadi lebih tinggi, dan perlu diperiksa melalui tes urine.
  • Tes pencitraan
Tes pencitraan merupakan cara yang dilakukan untuk melihat massa tumor di dalam tubuh. Tes pencitraan berupa X-ray, ultrasonografi (USG), CT scan, atau MRI dapat dilakukan.
  • Pengambilan sampel jaringan
Pengambilan sampel jaringan atau biopsi merupakan cara lain yang dapat dilakukan bila terdapat massa di dalam tubuh. Cara tersebut dapat menunjukkan jenis sel yang ada di dalam tumor dan karakteristik genetik sel kanker secara spesifik.
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang
Aspirasi dan biopsi sumsum tulang merupakan cara untuk mengetahui jika neuroblastoma sudah menyebar sampai ke sumsum tulang belakang.
 
Pengobatan
 
Berikut adalah pengobatan neuroblastoma yang dapat dilakukan:
  • Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Kemoterapi bisa berupa suntikan atau obat dalam bentuk pil.
  • Imunoterapi
Imunoterapi adalah pengobatan lain yang dapat dilakukan dengan menggunakan obat yang mendorong sistem imun dalam tubuh untuk membantu membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.
 
  • Terapi radiasi
Terapi radiasi juga dapat dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dimana prosedurnya melibatkan sinar bertenaga tinggi (sinar-X).
  • Operasi
Operasi juga dapat dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh bagian yang terindikasi adanya tumor atau kanker.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 29 Juni 20 - 11:09 WIB
Dalam Kategori : NEUROBLASTOMA
Dibaca sebanyak : 312 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback