Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

MRI Fungsional

MRI Fungsional
 
 
MRI fungsional, atau disingkat sebagai fMRI, merupakan prosedur medis yang meliputi pemeriksaan pencitraan untuk mengukur aktivitas otak manusia. fMRI dapat mendeteksi perubahan pada kadar oksigen dan aliran darah di bagian otak. Bagian otak yang lebih aktif akan menggunakan lebih banyak oksigen. Hal tersebut akan membuat aliran darah meningkat.
 
Alasan MRI Fungsional Diperlukan
MRI fungsional dibutuhkan dokter karena dokter bisa melihat fungsi otak normal dan otak yang bermasalah akibat cedera atau kondisi medis tertentu. MRI fungsional juga dapat membantu dokter mengetahui apakah pasien akan mengalami risiko sebelum melakukan operasi atau tindakan terapi invasif lainnya untuk menjaga kondisi otak mereka.
Selain itu, MRI fungsional dibutuhkan untuk:
  • Memeriksa fungsi anatomis otak.
  • Memeriksa bagian otak yang mengatur fungsi penting dalam otak seperti berbicara dan bergerak.
  • Membantu memeriksa efek dari penyakit yang mengganggu fungsi otak seperti stroke dan trauma.
  • Memantau pertumbuhan dan fungsi tumor otak.
  • Memantau perencanaan operasi atau terapi invasif lainnya di bagian otak.
 
Persiapan Sebelum Menjalani Prosedur MRI Fungsional
Jika Anda ingin menjalani prosedur MRI fungsional, Anda perlu beritahu dokter jika Anda:
  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal atau hati.
  • Memiliki alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
  • Terkena penyakit asma.
  • Sedang hamil.
  • Baru menjalani operasi.
 
Anda juga perlu pahami bahwa alat-alat berbahan logam tidak diperbolehkan selama Anda menjalani MRI fungsional, karena medan magnet pada mesin MRI bisa menarik logam sehingga dapat menghambat proses pemeriksaan. Berikut adalah alat-alat yang tidak diperbolehkan selama prosedur MRI fungsional berlangsung:
  • Katup jantung buatan.
  • Tindik pada bagian tubuh tertentu.
  • Implan koklea pada bagian telinga.
  • Gigi palsu.
  • Infus pump.
  • Peluru atau serpihan logam.
  • Implanted nerve stimulator.
  • Sendi buatan yang terbuat dari logam.
  • Tato berbahan logam.
  • Alat pacu jantung yang ada di dalam tubuh.
  • Klip logam atau sekrup.
Anda harus melepaskan perlengkapan atau aksesoris seperti kacamata dan jam tangan. Selain itu, Anda juga diminta untuk memakai pakaian longgar tanpa kancing atau risleting berbahan logam.
 
Jika Anda mengidap klaustrofobia atau ketidaknyamanan terhadap ruang tertutup, Anda akan menjalani prosedur tersebut di ruang yang lebih terbuka, atau alternatifnya adalah menggunakan obat penenang.
 
Prosedur MRI Fungsional
Prosedur MRI fungsional adalah sebagai berikut:
  • Kepala pasien akan diletakkan di penyangga khusus agar dapat mempertahankan posisinya.
  • Ketika pasien melakukan pemeriksaan, pasien diminta untuk mengikuti perintah sederhana seperti melihat gambar atau menggerakan jari. Hal tersebut akan meningkatkan aktivitas otak di bagian yang berperan dalam perintah tersebut. Aktivitas otak meningkat disertai dengan pelebaran pembuluh darah, perubahan unsur kimiawi, dan semakin banyak aliran oksigen yang akan muncul selama prosedur tersebut berlangsung.
  • Pada sebagian kasus, cairan pewarna kontras akan disuntikkan ke pembuluh darah vena di bagian lengan pasien. Cara tersebut akan membantu dokter melihat struktur di dalam tubuh pasien dengan lebih jelas.
MRI fungsional membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
 
Hasil Dari MRI Fungsional
Dokter spesialis radiologi akan melihat hasil MRI fungsional. Setelah itu, dokter spesialis radiologi akan memberitahu pasien tentang hasil yang diperoleh. Tindakan medis lain juga diperlukan, namun tergantung pada hasil pemeriksaan MRI fungsional pasien.
 
Efek Samping
Meskipun jarang terjadi, MRI fungsional juga bisa memicu efek samping berupa sakit kepala, nyeri, mual, dan merasakan sensasi terbakar pada bagian tubuh yang disuntik. Sebagian pasien juga bisa terkena alergi karena menggunakan cairan pewarna kontras.
 
Kesimpulan
MRI fungsional merupakan salah satu prosedur medis yang dibutuhkan dokter untuk mengetahui kondisi otak pasien. Prosedur MRI fungsional membutuhkan waktu yang cukup lama dan bisa menimbulkan berbagai efek samping, walaupun jarang terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter tentang MRI fungsional.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 19 Oktober 20 - 09:54 WIB
Dalam Kategori : MRI FUNGSIONAL
Dibaca sebanyak : 42 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback