Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Menjaga Kesehatan Sperma Jadi Kunci Sukses Program Hamil

Menjaga Kesehatan Sperma Jadi Kunci Sukses Program Hamil
Pembuahan akan terjadi ketika sperma berhasil mencapai sel telur yang dilepaskan oleh ovarium. Masalahnya, hanya sperma yang sehat dan kuat yang benar-benar sukses melewati semua rintangan untuk sampai ke tujuannya. Dari sini dapat dimengerti bahwa sukses tidaknya program hamil amat bergantung kepada kualitas sperma, meski tidak menutup kemungkinan lain.
 
Hal ini menjadi pelik lantaran banyak dari pria yang tidak terlalu memedulikan masalah ini, seolah-olah program hamil merupakan tanggung jawab semata. Padahal, 1/3 kasus infertilitas dikarenakan sperma laki-laki yang tidak berkualitas. 
 
Selain memeriksakan kondisi sperma Anda ke dokter atau petugas medis terkait, sebenarnya Anda bisa memperhatikannya lewat volume, warna, dan bau sperma. Sperma normal berwarna putih kekuningan atau keabuan, tidak berbau amis, dan bertekstur kental.
 
Secara klinis ciri kualitas sperma yang sehat sebagai berikut:
  • Jumlah sperma sekitar 15-20 juta/mililiter dalam sekali ejakulasi
  • Sperma dikatakan subur jika minimal ada 40-60 persen yang bergerak
  • Morfologi atau bentuk sperma yang sehat memiliki bentuk kepala bulat dan ekor yang panjang sehingga membantu pergerakannya. Semakin banyak sperma dengan bentuk dan struktur yang normal berarti semakin subur Si Laki-Laki.
  • Volume semen normal minimal 2 ml dengan kadar fruktosa minimal 3 mg/ml dengan pH 7,2-7,8.
  • Likuofaksi atau pemecahan protein agar semen mencair. Sebaiknya proses ini berlangsung kurang dari 20 menit, jika lebih dari itu bisa jadi terdapat infeksi.
Perlu diingat bahwa sel sperma butuh waktu 48 jam untuk dimatangkan. Jika ejakulasi lebih dari satu kali sebelum waktu tersebut, nantinya kualitas sperma menurun dan sulit untuk membuahi sel telur. 
 
Kiat menjaga sperma tetap sehat dan prima agar siap untuk membuahi sel telur agar program hamil dapat berhasil:
  • Jaga Suhu Testis 
Pastikan suhu di sekitar area testis tetap dalam kondisi normal. Jika area sekitar testis terlalu panas, produksi sperma dapat terganggu. Batasi waktu di kolam air panas, sauna, dan kamar uap agar sperma sehat.
  • Menjaga Waktu Tidur
Studi pada tahun 2019 menyebut waktu tidur memengaruhi kualitas sperma. Pria yang ingin mendapatkan sperma berkualitas dianjurkan tidur sekitar 7,5 jam sampai delapan jam per malam. 
  • Hindari Stres
Stres dapat memicu sperma abnormal dan mengurangi konsentrasinya. Pria yang sedang mengikuti program hamil disarankan mengurangi stres. Anda bisa berolahraga secara teratur, bersosialisasi, liburan, atau menekuni hobi lain agar terhindar dari stres. 
  • Cukupi Kebutuhan Asam Folat 
Pria yang kurang asupan asam folat, memiliki tingkat kromosom abnormal lebih tinggi dalam spermanya. Padahal, ketika sperma dengan kromosom abnormal membuahi sel telur, potensi keguguran saat melahirkan atau bayi cacat lahir jadi meningkat. 
 
Untuk mendapatkan asupan asam folat, para pria tak harus mengonsumsi suplemen khusus. Anda bisa mendapatkannya dari bahan alami seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, biji-bijian, buah jeruk, sereal, roti, dan pasta.
  • Hindari atau Stop Kebiasaan Buruk
Kebiasaan buruk yang dilakukan juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. Minum alkohol, contohnya. Kebiasaan buruk ini terbukti mengurangi produksi sperma dan menyebabkan kelainan sperma. 
 
Selain itu, mengonsumsi soda dan kafein juga berpotensi besar memiliki pengaruh buruk terhadap sperma. Sejumlah ahli menyarankan para pria membatasi konsumsi kafein agar sperma sehat. Bagi pria, asupan kafein dari kopi, teh, cokelat, maupun minuman energi disarankan maksimal 300 miligram per hari (sekitar tiga porsi).
 
Merokok juga terbukti dapat menurunkan jumlah sperma dan membuat sperma lambat bergerak. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses pembuahan sel telur. Anda disarankan untuk berhenti merokok jika sedang menjalankan program hamil bersama pasangan. 
 
***
Kiat menjaga sperma di atas seharusnya dapat dijadikan sebagai pegangan oleh para pria yang tengah menjalankan program hamil bersama pasangannya. Situasi ini harus didukung dan melibatkan kedua belah pihak. Artinya, jika ingin sukses memiliki keturunan, baik pria maupun wanita harus mawas diri dan sama-sama berusaha dengan sungguh-sungguh.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 06 Agustus 20 - 11:13 WIB
Dalam Kategori : PROGRAM HAMIL, PROMIL
Dibaca sebanyak : 39 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback