Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Mengenal Jenis Stressor, Apa Saja Itu?

Mengenal Jenis Stressor, Apa Saja Itu?

Setiap orang pasti sering menghadapi tekanan atau stres. Contoh tekanan yang sering dialami manusia adalah pekerjaan. Berbagai kejadian yang dapat membuat manusia merasa stres, baik secara internal maupun eksternal. Ketika manusia mengalami stres, kondisi tersebut merupakan respons biologis alami tubuh ketika mereka menghadapi situasi yang tak terduga, atau berbagai jenis stressor.


Orang-orang perlu memahami jenis stressor agar mereka dapat mengidentifikasi penyebab stres yang mereka hadapi. Selain itu, mereka dapat melakukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya tekanan di dalam pikiran.


Jenis Stressor


Stressor terdiri dari 3 jenis, antara lain:

  • Stressor fisik

Stressor fisik merupakan jenis stressor dimana masalah tersebut melibatkan kondisi fisik seseorang. Orang-orang yang mengalami stressor fisik disebabkan oleh rasa nyeri, lelah, serta jenis penyakit tertentu seperti diabetes dan penyakit jantung.

  • Stressor psikologis

Stressor psikologis merupakan jenis stressor dimana orang-orang memiliki masalah kejiwaan. Orang-orang yang mengalami stressor fisik bisa disebabkan karena konflik, patah hati, iri hati, dendam, atau putus asa. 

  • Stressor sosial budaya

Stressor sosial budaya merupakan jenis stressor yang berasal dari kehidupan sosial dan lingkungan seseorang. Kehilangan pekerjaan dan perceraian merupakan contoh-contoh penyebab jenis stressor tersebut.


Ketika manusia mengalami stres karena jenis stressor tertentu, kelenjar hipotalamus pada bagian otak memicu reaksi dengan menghasilkan berbagai hormon, termasuk hormon kortisol dan adrenalin.


Hormon Kortisol


Hormon kortisol merupakan hormon stres utama dimana hormon tersebut memiliki peran penting ketika manusia mengalami tekanan. Hormon kortisol pada dasarnya memiliki kegunaan untuk:

  • Meningkatkan jumlah glukosa dalam aliran darah.
  • Membantu otak menggunakan glukosa secara lebih efektif.
  • Meningkatkan aksesibilitas zat yang melakukan perbaikan jaringan di dalam tubuh.
  • Mengubah respons sistem imun di dalam tubuh.
  • Mempengaruhi sistem reproduksi dan menimbulkan masalah seperti menstruasi tidak teratur, penurunan gairah seks, impotensi, bahkan penurunan produksi sperma.
  • Mempengaruhi bagian otak yang mengontrol rasa takut seseorang.

Hormon kortisol dapat membantu manusia menghadapi masalah yang membuat mereka tertekan. Namun, jika tekanan di dalam pikiran tidak dapat dikendalikan dengan baik, dan kadar hormon kortisol tinggi dalam waktu yang lama, maka masalah tersebut dapat menyebabkan mereka mengalami:

  • Peningkatan berat badan.
  • Kekurangan energi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Gangguan tidur.
  • Osteoporosis.
  • Diabetes tipe 2.
  • Pelemahan pada sistem kekebalan tubuh.
  • Penurunan daya ingat.

Penting bagi manusia untuk menjaga kadar hormon kortisol supaya tidak membuat mereka stres. Jika kadar hormon kortisol tinggi dan dibiarkan begitu saja, maka masalah tersebut dapat membuat manusia mengalami gangguan jiwa.


Hormon Adrenalin


Selain hormon kortisol, tubuh juga menghasilkan hormon adrenalin dimana kegunaannya adalah merespons berbagai jenis stressor. Hormon kortisol berfungsi untuk:

  • Meningkatkan detak jantung dan laju pernafasan di dalam tubuh.
  • Mempermudah otot menyerap glukosa.
  • Melancarkan aliran darah ke bagian otot.
  • Merangsang produksi keringat.
  • Menghambat produksi insulin.

Meskipun demikian, peningkatan hormon adrenalin secara rutin akibat stres dapat menimbulkan masalah kesehatan berupa:

  • Kerusakan pada pembuluh darah.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Sakit kepala.
  • Rasa cemas.
  • Kenaikan berat badan.
  • Insomnia.
  • Risiko yang lebih besar terhadap penyakit jantung dan stroke.

Cara Mengendalikan Stres


Stres adalah salah satu penyebab masalah kesehatan yang perlu Anda waspadai. Oleh karena itu, jika Anda menghadapi berbagai jenis stressor, Anda sebaiknya coba untuk belajar menghadapi masalah tersebut. Cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi stres adalah menahan emosi, berolahraga, meditasi, dan jangan terlalu banyak berpikir atau melakukan aktivitas.


Mengatasi masalah akibat jenis stressor tertentu mungkin bukan hal yang mudah. Selain itu, jika masalah tersebut terus menghantui Anda, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog agar Anda dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang Anda hadapi.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 03 Juni 20 - 08:53 WIB
Dalam Kategori : JENIS STRESSOR
Dibaca sebanyak : 192 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback