Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Mengenal Gejala Anger Issue yang Menjadi Penyebab Mudah Marah

Mengenal Gejala Anger Issue yang Menjadi Penyebab Mudah Marah
 
Ketika seseorang memiliki anger issue akan menjadi mudah marah, ada gejala fisik dan emosi yang muncul. Bagi orang normal, sangat wajar merasa marah karena ini termasuk salah satu bentuk emosi yang sehat. Namun ketika sudah dirasa mengganggu, perasaan mudah marah harus dikenali gejalanya, seperti:
  • Tekanan darah meningkat
  • Detak jantung lebih cepat
  • Sensasi gatal di tubuh
  • Otot menjadi tegang
Selain ciri-ciri fisik di atas, anger issue juga memunculkan gejala emosi. Ini bisa terjadi sebelum saat, atau sesudah merasa marah. Gejalanya seperti mudah tersinggung, frustrasi, cemas berlebih, stress, kewalahan, dan merasa bersalah. Orang yang mudah marah bisa memanifestasikan kemarahannya pada banyak cara. Kategorisasinya bisa berupa:
  • Outward
Ekspresi kemarahan outward berarti menunjukkannya secara agresif. Bentuknya bisa dengan berteriak, berkata kasar, melempar benda, atau melakukan kekerasan verbal dan fisik kepada orang lain.
  • Inward
Jenis ekspresi kemarahan inward akan mengarah pada diri sendiri. Mulai dari self talk yang negatif, menolak hal yang bisa menyenangkan diri, menutup diri dari sekitar, hingga menyakiti diri sendiri.
  • Pasif
Ketika mengekspresikan kemarahan, ada juga yang melakukannya secara pasif atau tidak langsung. Contohnya dengan mendiamkan orang lain, berperilaku sarkasme, atau sinis terhadap orang lain dan situasi di sekitar.
Untuk bisa mencari cara meredakan anger issue, perlu diketahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab seseorang mudah marah, diantaranya:
  • Depresi
Mudah marah bisa menjadi indikasi seseorang mengalami depresi. Biasanya, juga disertai dengan rasa sedih terus menurus hingga kehilangan minat terhadap hal yang sebelumnya disukai. Kondisi ini bisa berlangsung hingga dua minggu, bergantung pada tingkat depresi yang dialaminya. Anda juga perlu perhatikan jika depresi sudah menyebabkan seseorang merasakan suicidal thought atau menyakiti diri sendiri. Jika ini sudah terjadi, perlu pendampingan dari orang terdekat dan penanganan dari profesional.
  • Obsessive compulsive disorder
Obsessive compulsive disorder atau OCD adalah rasa cemas berlebih sehingga membuat penderitanya terus menerus melakukan hal secara repetitif. Dipikirannya, kerap muncul pikiran yang mengganggu atau tidak diinginkan. Salah satu gejala yang paling umum dari OCD adalah seseorang mudah marah. Bahkan ini bisa terjadi pada separuh orang dengan OCD. Rasa marah dapat muncul karena ketidakmampuan mengendalikan pikiran dan tindakan repetitif.
  • Ketergantungan dengan alkohol
Bahaya dari alkohol tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang, namun juga menyebabkan seseorang menjadi mudah marah. Bahkan, ketergantungan pada alkohol ini juga dapat membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih dan sulit mengambil keputusan rasional. Ditambah saat muncul emosi seperti kemarahan, akan semakin sulit untuk mengendalikannya.
  • Attention deficit hyperactivity disorder
Attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang membuat seseorang tidak bisa fokus, hiperaktif, atau kerap bertindak impulsif. Gejalanya bisa terlihat sejak kecil dan terus ada hingga tumbuh dewasa. Mudah marah atau emosi tidak stabil juga kerap dialami orang dengan ADHD.
  • Kepribadian ganda
Kepribadian ganda atau bipolar disorder bisa menyebabkan mood swing. Perubahan mood pada orang dengan kepribadian ganda juga bisa berupa fase mania dan depresi. Saat berada di fase depresi, orang dengan kepribadian ganda bisa menjadi lebih mudah marah.
 
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 14 Agustus 20 - 11:08 WIB
Dalam Kategori : MUDAH MARAH
Dibaca sebanyak : 134 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback