Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Mengapa Mimpi Gigi Copot Dikaitkan dengan Kematian Seseorang?

Mengapa Mimpi Gigi Copot Dikaitkan dengan Kematian Seseorang?
Selama masih banyak orang yang percaya dengan “takhayul” atau seseuatu kekuatan yang berada di luar kemampuan kita, mimpi masih akan terus menjadi komoditas yang tak lekang zaman. Sebab akan terus ada orang-orang yang mengaitkan mimpi sebagai pesan atau pertanda dari “yang gaib”. Seperti salah satu yang paling populer; mimpi gigi copot. Banyak tafsiran mengatakan bahwa mimpi itu menandakan akan ada kematian di dekat si pemimpi.
Berdasarkan keilmuan atau sains, mimpi bisa dijelaskan melalui psikologi. Secara umum, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement atau REM sleep).
Mimpi terjadi pada tahap kecepatan pergerakan mata ketika tidur, di mana aktivitas otak tinggi dan seolah-olah dalam keadaan terbangun. Panjangnya mimpi bervariasi, minimal beberapa detik, atau sekitar 20-30 menit. Pendapat mengenai makna mimpi bervariasi berdasarkan waktu dan budaya. Kebanyakan penggemar Teori Freud setuju dengan makna penglihatan dalam mimpi merupakan penampakan dari hasrat dan emosi yang tersembunyi. Beberapa teori lain menunjukkan bahwa mimpi merupakan tahap pembentukan memori, penyelesaian masalah, atau sekadar produk dari aktivasi otak.
Sementara cabang ilmu pengetahuan yang secara spesifik mempelajari mimpi disebut oneirologi. Oneirologi berasal dari bahasa Yunani “oneiros” yang dalam bahasa Indonesia berarti "mimpi". Cabang ilmu pengetahuan ini juga mencoba mencari korelasi antara mimpi dengan fungsi otak, serta pemahaman tentang bagaimana cara kerja otak selama seseorang sedang bermimpi dan kaitannya dengan pembentukan memori dan gangguan mental.
Studi tentang oneirologi berbeda dengan studi tentang analisis mimpi, tujuan dari studi oneirologi adalah untuk mempelajari proses terjadinya sebuah mimpi dan cara kerja sebuah mimpi bukannya menganalisis makna sebuah mimpi atau dalam istilah yang lebih populer dikenal dengan tafsir mimpi. Sebagai contoh, oneirologi hanya relevan sebagai “jalan” untuk mengetahui bagaimana cara mimpi gigi copot terjadi dan tidak bisa digunakan untuk menjelaskan arti dari mimpi gigi copot tersebut.
Oneorologi meneliti sebuah eksplorasi mekanisme terjadinya mimpi, pengaruh sebuah mimpi, dan gangguan-gangguan yang terjadi akibat bermimpi. Studi Oneirologi memiliki kesamaan dengan neurologi dan dapat mempunyai variasi karena terdapat perbedaan ukuran dari sebuah mimpi, Oneorology juga menganalisis gelombang-gelombang otak selama bermimpi, mempelajari efek obat dan neurotransmiter dengan tidur dan mimpi. Meskipun ada perdebatan terus tentang tujuan dan asal usul mimpi, masih ada keuntungan besar dari mempelajari mimpi sebagai fungsi dari aktivitas otak. Salah satu penemuan yang ditemukan dari cabang pengetahuan ini adalah ditemukannya implikasi dalam pengobatan beberapa jenis penyakit mental.
Berdasarkan keilmuan, kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata dan itu semua di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Dengan demikian, jika kita melihat kondisi mimpi gigi copot melalui kacamata sains, itu semua tak lebih dari sekadar “bunga dalam tidur” dan narasi bahwa akan ada kematian yang terjadi di sekitarnya bisa dibilang hanya isapan jempol belaka.
Akan tetapi, manusia dengan kekuatan berpikir dan akalnya memang tercipta untuk menjadi makhluk yang unik. Pasalnya, semua itu berkelindan dengan pengalaman dan seluruh apa yang terjadi di lingkungan tempat mereka hidup, termasuk kepercayaan dan kebudayaan.
Dari sanalah akhirnya muncul mengenai tafsir atau interpretasi mengenai mimpi, termasuk mimpi gigi copot. Semuanya menyesuaikan kembali dengan kondisi, kebiasaan, budaya, dan latar belakang masyarakat yang meyakini suatu arti atau simbolisasi dari mimpi tertentu. Arti atau tafsir mimpi tersebut diwariskan oleh leluhur dan diturunkan selama berabad-abad dari generasi ke generasi.
 
 



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 29 April 20 - 16:08 WIB
Dibaca sebanyak : 244 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback