Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Mengancam Nyawa, Kondisi Ini Ganggu Fungsi Usus Buntu

Mengancam Nyawa, Kondisi Ini Ganggu Fungsi Usus Buntu
Apabila Anda memiliki appendicitis, kondisi di mana terjadi peradangan pada apendiks atau usus buntu, apendiks dapat pecah. Saat hal ini terjadi, bakteri akan menyebar ke perut dan menyebabkan infeksi yang serius. Hal ini dapat membuat Anda menjadi sakit dan sulit untuk diobati. Usus buntu merupakan kantung kecil dan tipis berbentuk menyerupai cacing yang terletak di pertemuan antara usus besar dan usus halus di bagian bawah kanan perut. Fungsi usus buntu sendiri hingga kini masih belum diketahui dengan pasti. Namun, usus buntu dapat diambil tanpa memberikan efek negatif apapun. Appendicitis dapat terjadi pada siapa saja tidak peduli usia dan jenis kelamin. Namun, penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja berusia 10 hingga 20 tahun, dan sering dijumpai pada laki-laki. Sebuah studi pada Jurnal Kampus Ahli Bedah Amerika menemukan bahwa risiko usus buntu pecah adalah kurang dari 2 persen apabila appendicitis mendapatkan perawatan kurang dari 36 setelah gejala muncul. Kemudian, angka tersebut meningkat menjadi 5 persen apabila dirawat setelah 36 jam atau lebih sejak gejala berawal.
Apa yang menyebabkan pecahnya usus buntu?
Penyebab utama appendicitis masih belum diketahui dengan pasti. Namun, banyak dokter menganggap karena adanya infeksi yang memicu peradangan di dalam usus buntu. Biasanya, ada banyak bakteri di dalam usus. Saat bukaan usus buntu menjadi terhambat, bakteri yang terjebak di dalamnya akan berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi. Apabila appendicitis tidak diobati dengan benar dan cepat, bakteri dan nanah akan terus menumpuk sebagai reaksi dari berkembangnya infeksi. Saat hal ini terjadi, tekanan menjadi terus bertambah dan usus buntu membengkak. Pembengkakan dapat berubah menjadi semakin parah dan menyebabkan aliran darah ke salah satu bagian usus buntu terputus. Bagian dinding tersebut kemudian akan mati. Lubang atau sobekan pada dinding yang mati, ditambah dengan adanya tekanan dari dalam usus buntu, akan menyebabkan bakteri dan nanah bocor dan mengalir ke daerah perut. Kondisi tersebut disebut dengan nama usus buntu pecah. Meskipun tidak mengganggu fungsi usus buntu, hal ini sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa.
Gejala dan tanda-tanda pecahnya usus buntu
Gejala atau tanda-tanda appendicitis mirip dengan kondisi gangguan kesehatan lain yang menyerang perut, misalnya flu perut dan kista ovarium. Karena alasan ini, sulit untuk memastikan apakah seseorang benar-benar memiliki appendicitis atau tidak. Apabila Anda memiliki gejala tersebut, konsultasikan dengan dokter secepatnya agar mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan secepatnya. Perawatan sejak dini merupakan hal yang penting untuk menghindari pecahnya usus buntu. Pecah usus buntu dapat terjadi dalam 36 jam sejak gejala pertama kali muncul. Gejala klasisk dari appendicitis adalah rasa sakit yang bermula di daerah sekitar pusar dan diikuti dengan muntah. Setelah beberapa jam kemudian, rasa sakit tersebut akan menjalar ke bagian perut bawah di sisi kanan. Sebuah studi menunjukkan bahwa setengah dari mereka yang memiliki appendicitis merasakan gejala klasik tersebut.
Gejala lain adanya peradangan dan gangguan fungsi usus buntu adalah demam, mual, rasa sakit perut yang bertambah ketika Anda berjalan dan batuk, turunnya nafsu makan, diare atau konstipasi, ketidakmampuan untuk buang gas, dan perut yang kembung atau bengkak. Apabila tidak diobati, appendicitis akan membuat apendiks pecah dan menyebabkan sepsis, yaitu peradangan yang terjadi di seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 21 April 20 - 09:23 WIB
Dibaca sebanyak : 260 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback