Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Melihat Prosedur Cuci Darah dan BIaya yang Dibutuhkan

Melihat Prosedur Cuci Darah dan BIaya yang Dibutuhkan
Prosedur cuci darah penting bagi pasien penderita gagal ginjal. Tujuan dari tindakan medis ini adalah untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.
Pada orang dengan kondisi ginjal normal, limbah sisa yang berisi cairan berbahaya dan cairan lain yang berlebih dari darah akan disaring oleh ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine.
Namun, pada pasien yang menderita gagal ginjal, fungsi tersebut tidak lagi bisa dilakukan oleh organ ginjal. Sehingga butuh cuci darah untuk mengeluarkan limbah berlebih dari darah.
Jenis-jenis Prosedur Cuci Darah
Cuci darah atau disebut juga dialisis dibedakan dalam dua jenis, yaitu:
  • Hemodialisis
Prosedur cuci darah hemodialisis ini menggunakan ginjal buatan (hemodializer). Darah pasien akan dipindahkan dan disaring melewati hemodializer ini. Lalu, darah yang sudah disaring akan dikembalikan ke tubuh dengan bantuan mesin dialisis.
Prosedur cuci darah hemodialisis ini berlangsung selama 3-5 jam setiap sesinya. Biasanya dilakukan 3 kali seminggu.
  • Peritoneal Dialisis
Prosedur yang satu ini dilakukan di dalam tubuh pasien tanpa dinjal buatan. Cuci darah jenis ini dilakukan dengan tindakan bedah, di mana dokter akan membuat akses dengan menempatkan kateter ke dalam perut.
Kemudian melalui kateter akan dimasukkan cairan dialisit ke area perut yang berfungsi untuk menyerap zat limbah yang ada di dalam tubuh. Setelah selesai, barulah cairan tersebut dikeluarkan dari perut pasien. Prosedur cuci darah jenis peritoneal dialisis ini perlu diulang 4-6 kali sehari.
Prosedur Cuci Darah
Langkah pertama melakukan prosedur cuci darah ini yaitu dokter akan memeriksa kondisi kesehatan pasien. Seperti tekanan darah, berat badan, hingga suhu tubuh. Kemudian, akses cuci darah yang sudah dibuat sebelumnya akan dibersihkan, lalu akan dipasang jarum yang terhubung dengan selang cuci darah. Jarum ini ada dua, yang satu fungsinya untuk mengalirkan darah ke mesin cuci darah, satu jarum lainnya untuk mengalirkan darah dari mesin cuci darah ke dalam tubuh.
Kelebihan cairan dan sisa metabolisme nantinya akan dibuang melewati membran khusus. Nantinya, darah yang sudah melalui proses cuci darah, akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh dengan pompa khusus.
Saat menjalani proses cuci darah ini, pasien tetap bisa mengerjakaan aktivitas santai dari tempat tidur, seperti membaca, tidur, atau menonton televisi. Tapi tidak boleh berjalan ke mana-kemana karena harus tetap berada di tempat tidur saja. Bila pasien mengalami kondisi yang tidak nyaman, silakan beritahukan dokter dan perawat agar dipantau secara berkala.
Setelah prosedur cuci darah selesai, maka jarum akan dicabut. Bekas jarum akan ditutup dan diikat kencang untuk menghindari pendarahan. Prosedur ini biasanya memakan waktu 2,5 jam hingga 4,5 jam. Kemudian, berat badan pasien akan ditimbang kembali setelah menjalani cuci darah untuk mengetahui banyaknya cairan yang dibuang.
Efek Samping Cuci Darah
Cuci darah tentu saja memiliki efek samping dan risiko bagi pasien yang menjalaninya. Beberapa efek samping tersebut adalah:
  • Rendahnya tekanan darah, terlebih pada pasien yang menderita diabetes
  • Kram otot
  • Kulit gatal, bisa menjadi lebih oarah sebelum atau setelah melakukan prosedur cuci darah
  • Mengalami gangguan tidur
  • Adanya perubahan mood bahkan depresi
  • Mengalami infeksi di area titik akses cuci darah
  • Berlebihnya cairan dalam tubuh, sehingga pasien yang menjalani prosedur cuci darah harus mengunsumsi jumlah cairan yang sama setiap harinya



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 30 Juli 20 - 09:06 WIB
Dibaca sebanyak : 26 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback