Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Masalah-masalah yang Berkaitan dengan Seksualitas Manusia

Masalah-masalah yang Berkaitan dengan Seksualitas Manusia

Kehidupan manusia tentu kurang lengkap tanpa seksualitas, di samping kebutuhan makanan dan tidur yang cukup untuk tubuh. Tak hanya sekadar sebagai aktivitas seksual, seksualitas manusia merupakan sesuatu yang kompleks dan bersifat pribadi. Sehingga baik perempuan maupun laki-laki perlu memahaminya dengan baik.

Seksualitas pada manusia memang masih dianggap sebagai hal yang tabu bagi sebagian masyarakat, meskipun wawasan dan pengetahuan mengenai hal ini sangat penting diketahui. Tujuannya agar seseorang atau masyarakat tidak salah kaprah dan keliru terhadap informasi simpang siur yang beredar.

Seksualitas Manusia

Seksualitas pada manusia merupakan suatu cara bagi seseorang mengalami dan mengekspresikan diri sebagai makhluk seksual. Kondisi ini bisa meliputi berbagai aspek yang tentunya berkaitan dengan seks, seperti jenis kelamin, gender, nilai, orientasi seksual, perilaku seksual, sikap, kesenangan hingga hubungan dan reproduksi.

Kondisi ini menyebabkan seseorang terlibat dalam ketertarikan seksual terhadap orang lain, yang umumnya terjadi dan sebagian besar adalah kepada lawan jenis atau juga disebut heteroseksual. Sebagian terjadi pada sesama jenis atau homoseksual dan juga terdapat pada keduanya atau terkenal dengan istilah biseksual.

Hubungan fisik yang terjadi antarpasangan akan membangun keintiman yang lebih kuat, kondisi ini bisa membawa setiap pasangan semakin dekat satu sama lain. Selain itu, kontak fisik juga dapat menghubungkan setiap pasangan secara emosional satu sama lain.

Keinginan untuk kembali ke kamar tidur bekerja melalui hormon, hubungan seksual bahkan sering membuat percikan cinta dalam sebuah hubungan muncul. Selain itu, seksualitas juga mampu membawa seseorang keluar dari keadaan yang membuatnya tertekan, seperti misalnya stres.

Masalah Seksualitas

Hormon dianggap sebagai salah satu pendorong utama munculnya perilaku seksual pada manusia, seorang pria memiliki hormon androgen yang lebih tinggi. Sementara itu, perempuan mempunyai hormon estrogen dan prestogen yang lebih tinggi ketimbang laki-laki. Hormon androgen berpengaruh pada fungsi seksual dan reproduksi pria.

Sedangkan hormon estrogen dan progesteron berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi dan merupakan yang paling penting bagi perempuan. Lebih lanjut, mengenai beberapa cara orang dalam mengekspresikan seksualitasnya bisa melalui pikiran, perilaku, fantasi, peran dan hubungan. Berikut ini beberapa masalah seksualitas yang bisa dialami seseorang.

  • Mengalami impoten.
  • Merasakan kurangnya hasrat seksual.
  • Mengalami kecemasan atau ketidakpastian mengenai orientasi seksual.
  • Merasakan keinginan seksual yang bertentangan dengan pasangan.
  • Mengalami pelecehan seksual.
  • Memiliki dorongan seksual yang menyulitkan.

Lebih lanjut, masalah seksual yang muncul pada perempuan meliputi beberapa hal seperti gangguan gairah atau minat seksual, gangguan orgasme dan gangguan penetrasi. Sementara untuk para pria, mengalami beberapa masalah seperti gangguan hipoaktif, ejakulasi dini, ejakulasi tertunda, disfungsi ereksi dan yang lainnya.

Tak sampai disitu, masalah seksual yang membahayakan juga meliputi penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. Kedua hal ini juga termasuk dalam masalah seksual seseorang, penyakit menular seksual bisa seperti HIV/AIDS, gonore, sifilis, klamidia, kutil kelamin, trikomoniasis, herpes genital dan lainnya yang tumbuh karena hubungan seksual tanpa pengaman.

Beberapa masalah tersebut bahkan dianggap sebagai masalah serius dan bahkan diklaim mampu mengancam jiwa dalam kasus yang parah. Kurangnya informasi mengenai seksualitas mampu membuat perilaku seseorang salah kaprah dalam mengartikan kondisi seksual, bisa jadi seorang yang belum waktunya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Dari berbagai kehidupan yang dijalani, stres merupakan salah satu hal yang mampu menjadi pemicu pertengkaran, kondisi ini bahkan tak jarang terjadi pada  pasangan yang sudah menikah. Sementara rutinitas seksualitas manusia mampu mendorong hormon yang berkembang di otak untuk mengurangi stres.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 03 Agustus 20 - 09:52 WIB
Dalam Kategori : HUBUNGAN SEKSUAL, SEKS
Dibaca sebanyak : 161 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback