Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Macam-Macam Obat Flu Generik Sesuai dengan Gejalanya

 
Berbagai obat flu banyak tersedia di pasaran, mulai dari toko dekat rumah hingga apotek obat. Ada obat flu yang bekerja dengan baik, tapi ada pula yang tidak terlalu berefek jika tidak pandai dalam memilih obat flu yang tepat. Sebagian besar obat flu memiliki efek samping kantuk, termasuk obat flu generik. Berikut ini macam-macam obat flu generik yang sering digunakan sesuai dengan gejala yang muncul.
 
Sakit dan demam.
Obat flu generik yang sering dikonsumsi adalah asetaminofen (Tylenol), ibuprofen (Advil), dan naproxen (Aleve). Obat-obatan ini dapat meredakan nyeri tubuh dan menurunkan demam. Efek sampingnya adalah dapat berisiko mengalami gangguan hati, perdarahan usus, serangan jantung, dan kerusakan ginjal jika dikonsumsi melebihi dosis harian.
 
Hidung tersumbat.
Obat-obatan yang digunakan tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari obat flu generik hingga obat semprot hidung.
  • Dekongestan, meliputi fenil propanol amin (PPA), fenilefrin, pseudoefedrin, dan efedrin.
  • Semprotan hidung oxymetazoline.
  • Kamper, eukaliptus, atau mentol gosok.
 
Semprotan hidung dapat bekerja dalam beberapa menit, lebih cepat dibandingkan tablet, sehingga dapat meningkatkan aliran udara melalui saluran hidung Anda. Sayangnya, penggunaan semprotan dapat memperburuk hidung tersumbat jika digunakan lebih dari tiga hari.
 
Adapun obat flu generik yang dikonsumsi secara oral dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan insomnia, kelainan detak jantung, tremor, kecemasan, dan halusinasi. Selain itu, dapat memperburuk glaukoma, penyakit tiroid, dan gejala pembesaran prostat.
 
Batuk.
Obat flu generik yang dapat mengatasi gejala flu satu ini adalah dekstrometorfan, guaifenesin, dan ekspektoran. Selain itu, mengonsumsi obat tablet hisap yang mengandung kamper atau mentol juga dapat meredakan gejala batuk Anda.
 
Obat guaifenesin dan ekspektoran dapat mengencerkan lendir dan membuat batuk lebih produktif. Sementara itu, dekstrometorfan berfungsi untuk menekan atau menghalangi refleks batuk.
 
Efek samping dari konsumsi obat-obatan ini adalah mual, rasa kantuk, sedangkan dekstrometorfan dosis tinggi dapat menyebabkan detak jantung cepat, kehilangan koordinasi, dan halusinasi.
 
Hidung berair dan bersin.
Hidung berair dan bersin dapat diatasi dengan obat flu generik antihistamin, meliputi:
  • Cetirizine (Zyrtec).
  • Chlorpheniramine (Aller-Chlor).
  • Diphenhydramine (Benadryl Allergy).
  • Fexofenadine (Allegra).
  • Loratadine (Alavert, Claritin).
 
Sebenarnya, obat ini lebih efektif mengatasi gejala jika penyebabnya adalah alergi dibandingkan flu. Efek samping yang mungkin muncul adalah mengantuk, mual, penglihatan kabur, dan kesulitan buang air kecil. Obat diphenhydramine dapat menyebabkan gangguan koordinasi jika dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan.
 
Sakit tenggorokan.
Jika Anda mengalami gejala sakit tenggorokan, maka obat-obatan termasuk obat flu generik yang dapat menjadi pilihan adalah:
  • Pereda nyeri, seperti asetaminofen (Tylenol), ibuprofen (Advil), dan naproxen (Aleve).
  • Benzokain.
  • Dyclonine.
  • Menthol.
  • Obat semprot fenol.
 
Obat benzocaine, dyclonine, dan phenol bekerja sebagai anestesi lokal, sedangkan menthol memberikan sensasi dingin di tenggorokan Anda. Obat pelega tenggorokan dapat bekerja lebih lama dibandingkan obat semprot.
 
Anda harus hati-hati, mengonsumsi benzocaine dan dyclonine dalam dosis tinggi dapat menyebabkan pusing, sesak napas, kelelahan, atau detak jantung yang cepat.
 
Jangan mengonsumsi antibiotik saat flu.
Banyak pula orang-orang yang meyakini bahwa antibiotik dapat mempercepat penyembuhan flu. Padahal, ini tidaklah baik untuk dilakukan. Mengapa? Karena antibiotik hanya bekerja melawan infeksi bakteri, sedangkan flu disebabkan oleh infeksi virus.
 
Meminum antibiotik saat tidak diperlukan hanya akan membuat Anda mengalami efek samping, seperti diare, mual, dan reaksi alergi yang parah. Selain itu, dapat memicu pertumbuhan bakteri yang resistans terhadap antibiotik. Akibatnya, jika Anda benar-benar sakit akibat infeksi bakteri, maka keefektifan antibiotik jadi menurun.
 
Inilah mengapa mengonsumsi obat antibiotik harus dengan resep dokter. Anda tidak dapat mengonsumsinya secara bebas layaknya obat flu generik yang dijual di toko-toko terdekat. Selain itu, selalu perhatikan kandungan obat yang akan Anda minum apakah sudah sesuai atau belum dengan kebutuhan tubuh Anda. Bila perlu, tanyakan kepada apoteker jika Anda masih bingung saat memilih obat flu generik yang tepat untuk mengatasi gejala flu Anda.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 18 Agustus 20 - 14:47 WIB
Dibaca sebanyak : 94 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback