Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Ketika Vaksin Pneumonia Tidak Berdaya di Hadapan Corona

Ketika Vaksin Pneumonia Tidak Berdaya di Hadapan Corona

 

Saat pertama kali virus corona jenis baru hadir dan menyebabkan dunia gempar dengan penyakit yang disebabkannya, yakni covid-19, hampir sebagian besar stakeholder di bidang kesehatan menyatakan bahwa fenomena tersebut tak jauh berbeda dengan pneumonia. Namun, perlahan anggapan itu melemah karena nyatanya tidak demikian. Semua menjadi semakin jelas ketika vaksin pneumonia, yang lebih dahulu ada, dipastikan tak mampu menghadapi virus corona.

Kondisi ini terjadi karena ada satu alasan yang amat jelas, yakni pneumonia dan covid-19 sama sekali berbeda. Walaupun tak dapat dimungkiri jika virus corona jenis baru—yang menyebabkan covid-19—juga dapat termanifestasi dalam pneumonia.

Kenyataan itu tetap tidak menjadikan vaksin pneumonia efektif untuk mencegah virus corona. Virus penyebab Covid-19 ini adalah jenis virus yang sangat baru dan berbeda dengan virus penyebab pneumonia maupun influenza sehingga membutuhkan vaksinnya sendiri, yang pada akhirnya baru ditemukan belum lama ini.

Perlu diingat pula bahwa vaksin pneumonia yang ada saat ini diciptakan khusus sebagai jenis vaksin yang melindungi seseorang dari  infeksi bakteri. Sementara covid-19 disebabkan oleh infeksi virus. Jadi, dari awal memang tidak ada kecocokan antara vaksin pneumonia dengan sasaran atau tujuan dalam penggunaannya untuk covid-19.

Kendati demikian, seseorang tak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi pneumonia pada saat-saat sekarang ini. Sebab meskipun tidak bisa melindungi seseorang dari Covid-19, vaksin vaksin pneumonia tetap bermanfaat. Salah satunya melindungi orang apabila tertular Covid-19, agar tidak terkena pneumonia. Dengan begitu gejalanya tidak semakin parah karena infeksi sekunder.

Penjelasannya sebagai berikut. Ketika orang tengah sakit parah atau menderita infeksi, mereka akan lebih rentan tertular infeksi lain, termasuk infeksi Streptococcus pneumoniae maupun influenza. Ada dugaan bahwa beberapa pasien yang meninggal karena COVID-19 disebabkan akibat komplikasi infeksi bakteri yang kebal antibiotik. Inilah yang meningkatkan jumlah kematian pasien COVID-19 di Italia.

Namun, sampai saat ini belum ada cukup informasi untuk menentukan seberapa umum infeksi sekunder Streptococcus pneumoniae pada orang dengan covid-19, dan apakah orang yang telah divaksinasi memiliki hasil yang lebih baik.

Namun WHO mencatat bahwa meskipun vaksinasi pneumonia tidak akan melindungi terhadap covid-19, vaksinasi ini direkomendasikan untuk perlindungan terhadap penyakit pernapasan. Di Inggris dan Amerika Serikat, sudah direkomendasikan bahwa semua orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun harus divaksinasi Streptococcus pneumoniae untuk mencegah pneumonia.

Penelitian mendukung hal ini. Di negara-negara di mana pandemi covid-19 bertepatan dengan musim influenza atau pneumonia, cakupan yang tinggi kedua vaksin ini akan memiliki manfaat tambahan, yakni meminimalkan risiko jumlah rawat inap akibat pneumokokus dan influenza.

Dampaknya adalah mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk merawat pasien non-covid-19 dan meminimalkan risiko infeksi covid-19 yang didapat dari layanan kesehatan. Kesimpulannya, meskipun tidak bisa memberikan perlindungan terhadap covid-19, pemberian vaksin influenza dan pneumonia berpotensi tidak hanya mengurangi beban penyakit yang ditargetkan, tetapi juga mencegah kematian dan kesakitan yang lebih tinggi akibat covid-19.

Di lain sisi, saat ini vaksin corona sudah siap untuk disebarluaskan dan penggunaannya tinggal menunggu aba-aba dari tiap-tiap stakeholder terkait. Bahkan, di Indonesia, langkah vaksinasi untuk menyudahi pandemi corona sudah mulai berjalan secara bertahap.

Artinya, tidak butuh waktu lama lagi bagi seluruh warga Indonesia—yang sesuai kriteria—mendapat dosis atau suntikan vaksin corona yang dinilai ampuh untuk mencegah terjadinya penularan virus tersebut.

Mereka yang sudah pernah mendapat suntikan vaksin pneumonia pun mungkin nantinya juga kedapatan jatah vaksin corona. Vaksinasi secara massal ditujukan agar tercipta herd immunity di satu kawasan, dan dengan demikian perlahan suatu penyebab infeksi tak cukup kuat untuk menyebabkan masalah kesehatan di wilayah tersebut.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 15 Februari 21 - 13:19 WIB
Dalam Kategori : VAKSIN PNEUMONIA
Dibaca sebanyak : 123 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback