Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Keracunan Jengkol Sebabkan Gagal Ginjal Akut

Keracunan Jengkol Sebabkan Gagal Ginjal Akut

 

Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal Anda tiba-tiba kehilangan kemampuan dalam membersihkan garam, cairan, dan kotoran berlebih dari dalam darah. Proses pembersihan ini merupakan fungsi utama ginjal. Cairan tubuh dapat meningkat hingga level yang berbahaya ketika ginjal kehilangan kemampuan dalam menyaring zat-zat tersebut. Kondisi ini juga akan membuat elektrolit dan bahan limbah untuk menumpuk di dalam tubuh, yang mana merupakan sebuah kondisi yang mengancam nyawa. Gagal ginjal akut juga disebut dengan nama cidera ginjal akut. Ini merupakan sebuah kondisi yang umum dijumpai pada mereka yang sedang dirawat di rumah sakit atau menderita keracunan jengkol. Gagal ginjal akut juga dapat berkembang dari beberapa hari hingga minggu. Orang-orang yang sakit parah dan membutuhkan perawatan intensif memiliki risiko paling tinggi dalam menderita gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan yang intensif. Apabila Anda dalam keadaan yang sehat, pemulihan mungkin terjadi. 

Penyebab

Gagal ginjal akut dapat terjadi karena banyak sebab. Beberapa hal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut di antaranya adalah keracunan jengkol, dehidrasi parah atau tiba-tiba, cidera ginjal beracun akibat racun atau obat-obatan tertentu, penyakit ginjal autoimun seperti interstitial nephritis, dan penyumbatan saluran kemih. Dalam kasus djenkolism, atau dikenal dengan sebutan keracunan jengkol, asam jengkol yang terkandung di dalam biji jengkol meningkat dan menumpuk di dalam ginjal. Penumpukan tersebut akan menyebabkan terbentuknya kristal yang tidak larut dalam air, menyebabkan pengendapan di dalam saluran kemih. Selain itu, berkurangnya aliran darah juga dapat merusak ginjal. Beberapa kondisi yang dapat mengurangi aliran darah ke ginjal di antaranya adalah tekanan darah rendah, luka bakar, dehidrasi, haemorrhage, cidera, penyakit serius, dan operasi. Beberapa jenis infeksi seperti septicaemia dan acute pyelonephritis dapat secara langsung melukai ginjal Anda. Selain itu, kehamilan juga dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan ginjal, seperti placenta abruption dan placenta previa. 

Faktor risiko dan gejala

Kemungkinan seseorang dalam menderita gagal ginjal akut lebih besar apabila ia berusia lanjut atau memiliki beberapa gangguan jangka panjang seperti keracunan jengkol, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes (terutama apabila tidak terkontrol), tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan obesitas. Apabila Anda sedang sakit atau dirawat di unit perawatan intensif, Anda memiliki risiko tinggi untuk menderita gagal ginjal akut. Menjadi seorang penerima operasi jantung, operasi perut, atau transplantasi sumsum tulang juga dapat meningkatkan risiko Anda menderita penyakit ini. 

Gejala gagal ginjal akut di antaranya adalah kotoran yang mengandung darah, bau mulut yang tidak sedap, gerakan yang lambat, retensi cairan atau tubuh membengkak, kelelahan, rasa nyeri di antara panggul dan tulang rusuk, tremor tangan, mudah lebam, perubahan status mental atau suasana hati (terutama pada orang yang lebih tua), berkurangnya nafsu makan, berkurangnya sensasi di tangan dan kaki, pendarahan yang terus menerus, kejang, mual, muntah, tekanan darah tinggi, dan adanya rasa logam di mulut. 

Gagal ginjal akut dapat menjadi sebuah kondisi yang mengancam nyawa. Beberapa kondisi seperti keracunan jengkol, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kondisi kesehatan lainnya dapat meningkatkan risiko Anda dalam menderita gagal ginjal akut. Ada pula risiko kematian yang lebih tinggi apabila gagal ginjal akut disebabkan karean infeksi parah, trauma, dan operasi. Dengan perawatan yang cepat dan tepat, kemungkinan untuk pulih dari penyakit ini tinggi.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 19 Januari 21 - 09:44 WIB
Dalam Kategori : KERACUNAN JENGKOL
Dibaca sebanyak : 101 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback