Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Kenali Ciri Spermatozoa Sehat, Agar Lebih Mudah Memiliki Keturunan

Kenali Ciri Spermatozoa Sehat, Agar Lebih Mudah Memiliki Keturunan
Untuk memiliki keturunan, dibutuh ovum dan spermatozoa yang sehat. Di antara Anda mungkin ada yang belum familier dengan istilah spermatozoa, apakah itu?
 
Spermatozoa adalah sel sperma dewasa yang terdiri dari kepala, badan, dan ekor dengan panjang sekitar 0,05 milimeter. Spermatozoa yang sehat dibutuhkan jika Anda ingin memiliki keturunan, sebab di dalam kepala spermatozoa terdapat kapsul genetik yang mengandung 23 kromosom penting untuk pembentukan janin.
 
Spermatozoa juga perlu mencapai sel telur jika ingin terjadi pembuahan. Dalam badan spermatozoa yang sehat terdapat mitokondria yang menghasilkan energi, yang dibutuhkan oleh sel sperma untuk berenang menuju sel telur. Tak hanya itu, ekor yang terbuat dari protein pun ikut berperan dalam memberi energi agar sperma dapat keluar dari cairan mani dan bergerak ke arah sel telur.
 
Oleh sebab itu, bari pria yang ingin memiliki keturunan, penting sekali untuk memastikan bahwa organ reproduksinya menghasilkan spermatozoa yang sehat.
 
Spermatozoa yang sehat, seperti apa?
Ibarat bibit yang baik, spermatozoa yang sehat bukan hanya berperan dalam keberhasilan proses pembuahan, melainkan juga lancarnya proses kehamilan.
 
Sel telur yang dibuahi oleh spermatozoa yang sehat cenderung menghasilkan janin yang sehat dengan kemungkinan terjadinya cacat bawaan sangat rendah. Selain itu, potensi bayi lahir prematur atau keguguran juga lebih kecil.
 
Lalu, sel sperma seperti apakah yang digolongkan sebagai spermatozoa yang sehat? Kualitasnya dapat dilihat dari ciri-ciri di bawah ini.
Volume atau jumlah spermatozoa
Ketika ejakulasi, pria akan mengeluarkan cairan semen. Spermatozoa dianggap sehat, bila dalam setiap mililiter cairan semen tersebut, terdapat 15 juta spermatozoa.
 
Jumlah atau volume spermatozoa sangat memengaruhi kemungkinan terjadinya pembuahan. Jumlah spermatozoa yang dikeluarkan berbanding lurus dengan kemungkinan terjadinya pembuahan atau kehamilan.
 
Bentuk spermatozoa
Dilihat dari bentuknya, spermatozoa yang sehat harus memiliki kepala yang bulat dan ekor yang panjang. Gunanya untuk memudahkan sel sperma berenang dan bergerak menuju sel terlur. Dengan demikian, pembuahan dapat terjadi.
 
Motilitas atau pergerakan spermatozoa
Terakhir, spermatozoa yang sehat juga harus mampu bergerak dengan baik. Kecepatan rata-rata spermatozoa adalah 3 mm per menit. Apabila sperma dapat bergerak lebih aktif dianggap baik. Namun, Anda perlu waspada jika motilitas atau pergerakannya sangat lambat.
 
Abnormalitas spermatozoa
Bila ada spermatozoa yang sehat, maka ada spermatozoa yang dianggap tidak sehat atau abnormal. Nah, spermatozoa abnormal erat kaitannya dengan gejala-gejala infertilitas.
 
Umumnya, pria yang memiliki spermatozoa tidak sehat cenderung sulit memiliki keturunan, walau sudah berhubungan intim selama bertahun-tahun dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.
 
Ada beberapa faktor yang dapat membuat spermatozoa menjadi abnormal, antara lain penyakit genetik, hormon tidak seimbang, hingga penyempitan saluran sperma. Lebih jauh lagi, kondisi spermatozoa yang tidak sehat dapat dilihat dari beberapa gejala yang muncul, seperti di bawah ini:
- Mengalami disfungsi seksual, mulai dari kesulitan ejakulasi, sedikitnya cairan yang dikeluarkan ketika ejakulasi, birahi menurun, hingga adanya disfungsi ereksi.
- Volume sperma rendah atau kurang dari 15 juta per mililiter semen.
- Ada pembengkakan testis.
- Hormon pria terganggu, di antaranya ditandai dengan berkurangnya pertumbuhan rambut badan.
- Ada pertumbuhan payudara atau ginekomastia.
 
Jika Anda ingin mengetahui kondisi spermatozoa sehat atau tidak, maka perlu dilakukan konsultasi dengan dokter. Seandainya ditemukan abnormalitas, dokter akan segera memberikan perawatan yang dibutuhkan.
 
 

 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 19 Mei 20 - 14:25 WIB
Dibaca sebanyak : 28 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback