Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Kandungan Skincare untuk Kulit Berjerawat yang Harus Dihindari

Jerawat disebabkan oleh bergagai faktor, mulai dari gaya hidup, paparan polusi, bahkan genetika. Mencari skincare untuk kulit berjerawat terbilang gampang-gampang susah, karena Anda harus jeli melihat kandungan dalam skincare agar jerawat tak tambah parah.
Meski diklaim aman, beberapa kandungan dalam skincare berikut ini sebaiknya dihindari bagi pemilik acne prone skin.
  • Asam salisilat
Asam salisilat banyak ditemukan dalam produk skincare untuk kulit berjerawat karena berperan sebagai agen pembasmi jerawat. Asam salisilat diklaim efektif menghilangkan komedo hitam dan putih.
 
Sayangnya ada beberapa orang yang tidak cocok dengan asam salisilat. Karena bekerja dengan menghilangkan minyak berlebih (sebum) yang menyumbat pori-pori, asam salisilat bisa menghasilkan efek kulit kering. Maka dari itu asam salisilat hanya direkomendasikan untuk kulit wajah berminyak.
 
Asam salisilat juga umum terkandung dalam acne spot treatment. Gunakanlah dalam dosis kecil dan hanya diaplikasikan di area berjerawat.
 
  • Benzoil peroksida
Menurut American Academy of Pediatrics, benzoil peroksida adalah bahan pembasmi jerawat paling efektif yang dapat ditemukan secara bebas. Banyak produk pembersih wajah dan perawatan jerawat yang menjadikan benzoil peroksida sebagai bahan aktif utama.
 
Sayangnya semyawa ini memiliki efek mengeringkan yang lebih parah dari asam salisilat, sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk kulit sensitif.
 
  • Parfum atau pewangi
Parfum dalam produk perawatan kulit dan kosmetik berfungsi menyamarkan bau dari komponen lainnya. Namun, parfum dapat mengiritasi kulit sensitif dan kering sehingga menyebabkan kulit terasa gatal dan memperparah jerawat.
 
  • Retinol
Retinol dikenal akan khasiatnya sebagai anti-aging. Selain itu artikel penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 di jurnal Dermatology and Therapy menjelaskan bahwa retinol topikal efektif mengurangi lesi jerawat noninflamasi dan inflamasi.
 
Namun setiap produk mengandung dosis dan konsentrasi retinol yang berbeda. Konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi dan kulit kering. Maka dari itu pastikan skincare untuk kulit berjerawat Anda mengandung kadar retinol yang sesuai.
 
  • Minyak kelapa
Minyak kelapa terkadang ditemukan dalam produk pelembab dan pembersih kosmetika. Sayangnya minyak kelapa memiliki reputasi buruk karena bersifat comedogenic atau memicu komedo.
 
Pemiliki wajah berminyak harus menghindari produk dengan kandungan minyak kelapa karena akan semakin meningkatkan produksi sebum dan jerawat.
 
  • Paraben
Paraben adalah keluarga senyawa kimia yang berfungsi sebagai pengawet. Beberapa jenis paraben yang sering muncul dalam produk perawatan kulit dan kosmetik antara lainmethylparaben, propylparaben, butylparaben, dan ethylparaben.
 
Paraben sangat penting karena dapat memperpanjang umur simpan dan mencegah produk untuk teroksidasi. Namun kadar paraben yang tinggi sangat berbahaya dan akibatnya bisa mengganggu fungsi hormon.
 
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan produk bebas pengawet, simpanlah di lemari es untuk mencegahnya cepat rusak.
 
  • Alkohol
Selain berguna sebagai pengawet, alkohol juga berperan dalam mengurangi minyak berlebih pada kulit. Karena hal ini pemilik wajah kering dan sensitif harus menghindari skincare untuk kulit berjerawat dengan landungan alkohol.
 
Selain itu nyatanya produk berbasis alkohol kurang efektif dalam mengendalikan kulit berminyak, dan justru dapat memperbesar pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
 
  • Isopropyl myristate
Bahan ini menciptkan efek melembutkan dan mengencangkan kulit, sehingga banyak orang yang menyukai produk berbasis isopropyl myristate. Sayangnya senyawa ini termasuk comedogenic karena pemakaian jangka panjang dapat menyumbat pori-pori dan mengiritasi kulit.
 
 
 
  • Lanolin
Lanolin adalah ekstrak dari bulu domba yang digunakan sebagai pelembab dengan hasil akhir menghaluskan wajah. Biasanya produk skincare menggunakan lanolin sintetis.
 
Sisi negatifnya, lanolin bersifat comedogenic dan cenderung memperparah kondisi kulit berjerawat.  
 
  • Sodium lauryl sulfate(SLS)
SLS merupakan senyawa yang menyebabkan efek berbusa pada produk perawatan wajah, sabun, shampo, dan pasta gigi. SLS telah diidentifikasi sebagai iritan karena menghilangkan terlalu banyak minyak alami kulit.
 
Meski memiliki dosis yang sedikit, SLS dalam produk skincare tetap dapat memicu jerawat.
Sebelum memilih skincare untuk kulit berjerawat, ada baiknya untuk menentukan tipe kulit dan jenis jerawat yang Anda miliki.
Perlu diketahui kandungan skincare di atas akan bermanfaat jika digunakan dengan kondisi kulit yang sesuai. Misalnya, asam salisilat termasuk skincare untuk kulit berjerawat dan berminyak agar wajah lebih sehat.



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 02 Desember 20 - 10:14 WIB
Dibaca sebanyak : 46 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback